TPT Jebol 2 Tahun di Sukabumi, Warga Keluhkan Banjir dan Irigasi Terganggu – SUKABUMI KINI

Senin, 25 Mei 2026

TPT Jebol 2 Tahun di Sukabumi, Warga Keluhkan Banjir dan Irigasi Terganggu

SUKABUMIKINI.- Rusaknya tembok penahan tanah (TPT) di RT 01 RW 15 Kelurahan Dayeuhluhur, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi sejak dua tahun lalu dikeluhkan warga. Sebab, kerusakan yang berdampak pada terganggunya aliran irigasi hingga menyebabkan banjir saat hujan deras itu belum diperbaiki pemerintah.

Salah seorang perwakilan warga, Jamaludin Miftah mengatakan, warga telah berulang kali melaporkan kondisi tersebut, baik secara langsung maupun melalui laporan tertulis. Namun, hingga saat ini belum ada langkah konkret dari pemerintah kota untuk melakukan perbaikan.

“Untuk TPT ini sudah jebol kurang lebih selama dua tahun. Waktu awal kejadian kami sudah lapor, bahkan sudah dua kali termasuk laporan tertulis pada Oktober 2025,” kata Jamaludin. Akan tetapi sampai sekarang belum ada tindak lanjut dari pemerintah

Padahal lanjut Jamaludin, kerusakan TPT tersebut berdampak serius terhadap saluran irigasi yang menjadi sumber pengairan bagi lahan pertanian di wilayah lingkar selatan. Aliran air yang tersumbat membuat sejumlah sawah terdampak dan mengganggu aktivitas pertanian warga.

“Aliran irigasi ini sangat penting untuk sawah. Karena tersumbat, air tidak lancar dan ada lahan yang terdampak,” imbuh Jamaludin. Warga akhirnya harus swadaya membersihkan saluran setiap bulan agar tetap bisa digunakan.

Berita Lainnya

Kategori Berita

TPT Jebol 2 Tahun di Sukabumi, Warga Keluhkan Banjir dan Irigasi Terganggu

SUKABUMIKINI.- Rusaknya tembok penahan tanah (TPT) di RT 01 RW 15 Kelurahan Dayeuhluhur, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi sejak dua tahun lalu dikeluhkan warga. Sebab, kerusakan yang berdampak pada terganggunya aliran irigasi hingga menyebabkan banjir saat hujan deras itu belum diperbaiki pemerintah.

Salah seorang perwakilan warga, Jamaludin Miftah mengatakan, warga telah berulang kali melaporkan kondisi tersebut, baik secara langsung maupun melalui laporan tertulis. Namun, hingga saat ini belum ada langkah konkret dari pemerintah kota untuk melakukan perbaikan.

“Untuk TPT ini sudah jebol kurang lebih selama dua tahun. Waktu awal kejadian kami sudah lapor, bahkan sudah dua kali termasuk laporan tertulis pada Oktober 2025,” kata Jamaludin. Akan tetapi sampai sekarang belum ada tindak lanjut dari pemerintah

Padahal lanjut Jamaludin, kerusakan TPT tersebut berdampak serius terhadap saluran irigasi yang menjadi sumber pengairan bagi lahan pertanian di wilayah lingkar selatan. Aliran air yang tersumbat membuat sejumlah sawah terdampak dan mengganggu aktivitas pertanian warga.

“Aliran irigasi ini sangat penting untuk sawah. Karena tersumbat, air tidak lancar dan ada lahan yang terdampak,” imbuh Jamaludin. Warga akhirnya harus swadaya membersihkan saluran setiap bulan agar tetap bisa digunakan.

Berita Lainnya

IMG 20260524 WA0047
Saat Reses, Anggota DPRD Kota Sukabumi Danny Ramdhani Ajak Warga Perkuat Ketahanan Pangan dari Rumah
IMG 20260524 WA0026
Milad ke-24 PKS di Sukabumi, Pasar Tani dan Senam Sehat Jadi Ajang Perkuat Ekonomi Rakyat
IMG 20260524 WA0020
Di Masa Reses, Anggota DPRD Kota Sukabumi Agus Samsul Serap Aspirasi Warga soal P2RW dan Bansos
IMG 20260524 WA0015
Khitanan Massal Al-Furqon Sukabumi Kembali Digelar, Ketua Yayasan Ahmad Farid : Hidupkan Tradisi Sosial di Bulan Zulhijah
Screenshot 20260524 082133 Instagram
Musim Kemarau Mulai Meluas, BMKG: Sebagian Wilayah Jawa hingga NTT Sudah Masuk Fase Kering

Kategori Berita

Scroll to Top
Scroll to Top