TPT Jebol 2 Tahun di Sukabumi, Warga Keluhkan Banjir dan Irigasi Terganggu – SUKABUMI KINI

Rabu, 16 September 2026

TPT Jebol 2 Tahun di Sukabumi, Warga Keluhkan Banjir dan Irigasi Terganggu

SUKABUMIKINI.- Rusaknya tembok penahan tanah (TPT) di RT 01 RW 15 Kelurahan Dayeuhluhur, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi sejak dua tahun lalu dikeluhkan warga. Sebab, kerusakan yang berdampak pada terganggunya aliran irigasi hingga menyebabkan banjir saat hujan deras itu belum diperbaiki pemerintah.

Salah seorang perwakilan warga, Jamaludin Miftah mengatakan, warga telah berulang kali melaporkan kondisi tersebut, baik secara langsung maupun melalui laporan tertulis. Namun, hingga saat ini belum ada langkah konkret dari pemerintah kota untuk melakukan perbaikan.

“Untuk TPT ini sudah jebol kurang lebih selama dua tahun. Waktu awal kejadian kami sudah lapor, bahkan sudah dua kali termasuk laporan tertulis pada Oktober 2025,” kata Jamaludin. Akan tetapi sampai sekarang belum ada tindak lanjut dari pemerintah

Padahal lanjut Jamaludin, kerusakan TPT tersebut berdampak serius terhadap saluran irigasi yang menjadi sumber pengairan bagi lahan pertanian di wilayah lingkar selatan. Aliran air yang tersumbat membuat sejumlah sawah terdampak dan mengganggu aktivitas pertanian warga.

“Aliran irigasi ini sangat penting untuk sawah. Karena tersumbat, air tidak lancar dan ada lahan yang terdampak,” imbuh Jamaludin. Warga akhirnya harus swadaya membersihkan saluran setiap bulan agar tetap bisa digunakan.

Berita Lainnya

Kategori Berita

TPT Jebol 2 Tahun di Sukabumi, Warga Keluhkan Banjir dan Irigasi Terganggu

SUKABUMIKINI.- Rusaknya tembok penahan tanah (TPT) di RT 01 RW 15 Kelurahan Dayeuhluhur, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi sejak dua tahun lalu dikeluhkan warga. Sebab, kerusakan yang berdampak pada terganggunya aliran irigasi hingga menyebabkan banjir saat hujan deras itu belum diperbaiki pemerintah.

Salah seorang perwakilan warga, Jamaludin Miftah mengatakan, warga telah berulang kali melaporkan kondisi tersebut, baik secara langsung maupun melalui laporan tertulis. Namun, hingga saat ini belum ada langkah konkret dari pemerintah kota untuk melakukan perbaikan.

“Untuk TPT ini sudah jebol kurang lebih selama dua tahun. Waktu awal kejadian kami sudah lapor, bahkan sudah dua kali termasuk laporan tertulis pada Oktober 2025,” kata Jamaludin. Akan tetapi sampai sekarang belum ada tindak lanjut dari pemerintah

Padahal lanjut Jamaludin, kerusakan TPT tersebut berdampak serius terhadap saluran irigasi yang menjadi sumber pengairan bagi lahan pertanian di wilayah lingkar selatan. Aliran air yang tersumbat membuat sejumlah sawah terdampak dan mengganggu aktivitas pertanian warga.

“Aliran irigasi ini sangat penting untuk sawah. Karena tersumbat, air tidak lancar dan ada lahan yang terdampak,” imbuh Jamaludin. Warga akhirnya harus swadaya membersihkan saluran setiap bulan agar tetap bisa digunakan.

Berita Lainnya

Screenshot 20260915 182219 Instagram
Pemkot Sukabumi Ambil Langkah Strategis Pembiayaan Jaminan Kesehatan, Siapkan Program Bankesda demi Perlindungan Warga Rentan
Screenshot 20260915 174458 WhatsApp
Hearing dengan Pemkot, BPS dan BPJS, Anggota DPRD Kota Sukabumi Danny Ramdhani Soroti Data Desil Penerima Bansos
IMG 20260914 WA0001
Ketua DPRD Kota Sukabumi Bersama Forkopimda Bertemu Kapolda Jabar, Ini yang Dibahas
FB IMG 1789379715112
PMI Sukabumi Perkuat Sistem Peringatan Dini Bencana Berbasis Data Iklim
IMG 20260914 WA0020
Harga Kedelai Impor di Sukabumi Naik, Kini Rp 11.200 per Kilogram

Kategori Berita

Scroll to Top
Scroll to Top