Sabtu, 4 April 2026

Sinergi Risert Medis, Jadikan RSUD R Syamsudin SH Naik Kelas jadi RS Rujukan Penyediaan Layanan Stem Cell

SUKABUMI–Penyediaan layanan stem cell (sel punca) makin mengukuhkan komitmen RSUD R Syamsudin, SH (RS Bunut) untuk naik kelas menjadi rumah sakit rujukan dengan kemampuan penanganan kasus medis kompleks. Kepastian tersebut setelah dilakukannya penandatanganan perjanjian kerjasama antara Direktur RS Bunut Yanyan Rusyandi, S.E., M.Kes., dengan Founder Stem Cell and Cancer Research (SCCR), Prof. Dr. dr. Agung Putra, M.Si.Med. di Laboratorium SCCR, Nongkosawit, Gn. Pati, Kota Semarang, Jawa Tengah, Senin (30/3/2026).

Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki yang ikut menyaksikan secara langsung proses penandatanganan perjanjian kerjasama tersebut mengungkapkan, kolaborasi ini diharapkan mampu meningkatkan standar pelayanan stem cell di RSUD R Syamsudin, SH guna melayani pasien di wilayah Sukabumi dengan teknologi terkini.

“Kolaborasi ini merupakan bagian dari upaya RS Bunut untuk memperkuat sistem rujukan kanker yang terintegrasi, sejalan dengan peluncuran layanan kemoterapi yang resmi dimulai secara penuh pada tahun 2026,” ujar Ayep Zaki.

Wali Kota Sukabumi itu juga mengungkapkan, kerjasama SCCR dengan RS Bunut juga sekaligus mencerminkan komitmen kedua institusi dalam meningkatkan kapasitas medis daerah melalui inovasi teknologi sel punca dan penanganan kanker yang lebih komprehensif.

“Kolaborasi ini menunjukkan adanya penguatan layanan berbasis terapi stem cell (sel punca) dan riset kanker, karena SCCR sebagai industri farmasi riset dan pelayanan kesehatan yang berizin Kementerian Kesehatan serta bersertifikat CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik) dari BPOM. Dan fokus kerjasama ini adalah untuk pengembangan terapi pengobatan regeneratif dan pemanfaatan teknologi stem cell dalam riset kanker,” papar Ayep Zaki.

Perlu diketahui, stem cell  atau sel punca adalah sel induk khusus dalam tubuh yang memiliki kemampuan unik untuk berkembang menjadi berbagai jenis sel spesifik—seperti sel darah, saraf, atau otot—dan berfungsi memperbaiki jaringan yang rusak.

“Saya mengapresiasi yang tinggi kepada manajemen RS Bunut dan tim ilmuwan SCCR. Ini sekaligus menegaskan Pemerintah Kota Sukabumi akan terus mendukung penuh inovasi yang berdampak langsung pada peningkatan harapan hidup dan kesejahteraan warga,” pungkas Ayep Zaki.(*)

Berita Lainnya

Kategori Berita

Sinergi Risert Medis, Jadikan RSUD R Syamsudin SH Naik Kelas jadi RS Rujukan Penyediaan Layanan Stem Cell

SUKABUMI–Penyediaan layanan stem cell (sel punca) makin mengukuhkan komitmen RSUD R Syamsudin, SH (RS Bunut) untuk naik kelas menjadi rumah sakit rujukan dengan kemampuan penanganan kasus medis kompleks. Kepastian tersebut setelah dilakukannya penandatanganan perjanjian kerjasama antara Direktur RS Bunut Yanyan Rusyandi, S.E., M.Kes., dengan Founder Stem Cell and Cancer Research (SCCR), Prof. Dr. dr. Agung Putra, M.Si.Med. di Laboratorium SCCR, Nongkosawit, Gn. Pati, Kota Semarang, Jawa Tengah, Senin (30/3/2026).

Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki yang ikut menyaksikan secara langsung proses penandatanganan perjanjian kerjasama tersebut mengungkapkan, kolaborasi ini diharapkan mampu meningkatkan standar pelayanan stem cell di RSUD R Syamsudin, SH guna melayani pasien di wilayah Sukabumi dengan teknologi terkini.

“Kolaborasi ini merupakan bagian dari upaya RS Bunut untuk memperkuat sistem rujukan kanker yang terintegrasi, sejalan dengan peluncuran layanan kemoterapi yang resmi dimulai secara penuh pada tahun 2026,” ujar Ayep Zaki.

Wali Kota Sukabumi itu juga mengungkapkan, kerjasama SCCR dengan RS Bunut juga sekaligus mencerminkan komitmen kedua institusi dalam meningkatkan kapasitas medis daerah melalui inovasi teknologi sel punca dan penanganan kanker yang lebih komprehensif.

“Kolaborasi ini menunjukkan adanya penguatan layanan berbasis terapi stem cell (sel punca) dan riset kanker, karena SCCR sebagai industri farmasi riset dan pelayanan kesehatan yang berizin Kementerian Kesehatan serta bersertifikat CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik) dari BPOM. Dan fokus kerjasama ini adalah untuk pengembangan terapi pengobatan regeneratif dan pemanfaatan teknologi stem cell dalam riset kanker,” papar Ayep Zaki.

Perlu diketahui, stem cell  atau sel punca adalah sel induk khusus dalam tubuh yang memiliki kemampuan unik untuk berkembang menjadi berbagai jenis sel spesifik—seperti sel darah, saraf, atau otot—dan berfungsi memperbaiki jaringan yang rusak.

“Saya mengapresiasi yang tinggi kepada manajemen RS Bunut dan tim ilmuwan SCCR. Ini sekaligus menegaskan Pemerintah Kota Sukabumi akan terus mendukung penuh inovasi yang berdampak langsung pada peningkatan harapan hidup dan kesejahteraan warga,” pungkas Ayep Zaki.(*)

Berita Lainnya

Muraz
Refleksi HUT ke-112, Wali Kota Sukabumi Periode 2013-2018 Mohamad Muraz Sampaikan 16 Catatan Kritis untuk Pemkot Sukabumi
Paripurna HUT
Rapat Paripurna DPRD Warnai HUT ke-112 Kota Sukabumi, Tekankan Refleksi Total dan Kolaborasi Pembangunan
HUT Kota
Hari Jadi ke-112, Kota Sukabumi Teguhkan Harmoni Kolaborasi untuk Hadapi Tantangan Zaman
Membedah 112 Tahun Sukabumi Menagih Kebijakan Ekstrem Di Tengah Estetika Birokrasi Di Atas Kertas Kabarindah Com 04 01 2026 05 23 PM
Membedah 112 Tahun Sukabumi: Menagih "Kebijakan Ekstrem" di Tengah Estetika Birokrasi Di Atas Kertas
IMG 20260331 WA0068
Dari Roblox ke Mimpi Besar : Jejak Kreativitas Fadli, YouTuber 16 Tahun asal Sukabumi

Kategori Berita

Scroll to Top