Sinergi Risert Medis, Jadikan RSUD R Syamsudin SH Naik Kelas jadi RS Rujukan Penyediaan Layanan Stem Cell – SUKABUMI KINI

Sabtu, 4 Juli 2026

Sinergi Risert Medis, Jadikan RSUD R Syamsudin SH Naik Kelas jadi RS Rujukan Penyediaan Layanan Stem Cell

SUKABUMI–Penyediaan layanan stem cell (sel punca) makin mengukuhkan komitmen RSUD R Syamsudin, SH (RS Bunut) untuk naik kelas menjadi rumah sakit rujukan dengan kemampuan penanganan kasus medis kompleks. Kepastian tersebut setelah dilakukannya penandatanganan perjanjian kerjasama antara Direktur RS Bunut Yanyan Rusyandi, S.E., M.Kes., dengan Founder Stem Cell and Cancer Research (SCCR), Prof. Dr. dr. Agung Putra, M.Si.Med. di Laboratorium SCCR, Nongkosawit, Gn. Pati, Kota Semarang, Jawa Tengah, Senin (30/3/2026).

Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki yang ikut menyaksikan secara langsung proses penandatanganan perjanjian kerjasama tersebut mengungkapkan, kolaborasi ini diharapkan mampu meningkatkan standar pelayanan stem cell di RSUD R Syamsudin, SH guna melayani pasien di wilayah Sukabumi dengan teknologi terkini.

“Kolaborasi ini merupakan bagian dari upaya RS Bunut untuk memperkuat sistem rujukan kanker yang terintegrasi, sejalan dengan peluncuran layanan kemoterapi yang resmi dimulai secara penuh pada tahun 2026,” ujar Ayep Zaki.

Wali Kota Sukabumi itu juga mengungkapkan, kerjasama SCCR dengan RS Bunut juga sekaligus mencerminkan komitmen kedua institusi dalam meningkatkan kapasitas medis daerah melalui inovasi teknologi sel punca dan penanganan kanker yang lebih komprehensif.

“Kolaborasi ini menunjukkan adanya penguatan layanan berbasis terapi stem cell (sel punca) dan riset kanker, karena SCCR sebagai industri farmasi riset dan pelayanan kesehatan yang berizin Kementerian Kesehatan serta bersertifikat CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik) dari BPOM. Dan fokus kerjasama ini adalah untuk pengembangan terapi pengobatan regeneratif dan pemanfaatan teknologi stem cell dalam riset kanker,” papar Ayep Zaki.

Perlu diketahui, stem cell  atau sel punca adalah sel induk khusus dalam tubuh yang memiliki kemampuan unik untuk berkembang menjadi berbagai jenis sel spesifik—seperti sel darah, saraf, atau otot—dan berfungsi memperbaiki jaringan yang rusak.

“Saya mengapresiasi yang tinggi kepada manajemen RS Bunut dan tim ilmuwan SCCR. Ini sekaligus menegaskan Pemerintah Kota Sukabumi akan terus mendukung penuh inovasi yang berdampak langsung pada peningkatan harapan hidup dan kesejahteraan warga,” pungkas Ayep Zaki.(*)

Berita Lainnya

Kategori Berita

Sinergi Risert Medis, Jadikan RSUD R Syamsudin SH Naik Kelas jadi RS Rujukan Penyediaan Layanan Stem Cell

SUKABUMI–Penyediaan layanan stem cell (sel punca) makin mengukuhkan komitmen RSUD R Syamsudin, SH (RS Bunut) untuk naik kelas menjadi rumah sakit rujukan dengan kemampuan penanganan kasus medis kompleks. Kepastian tersebut setelah dilakukannya penandatanganan perjanjian kerjasama antara Direktur RS Bunut Yanyan Rusyandi, S.E., M.Kes., dengan Founder Stem Cell and Cancer Research (SCCR), Prof. Dr. dr. Agung Putra, M.Si.Med. di Laboratorium SCCR, Nongkosawit, Gn. Pati, Kota Semarang, Jawa Tengah, Senin (30/3/2026).

Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki yang ikut menyaksikan secara langsung proses penandatanganan perjanjian kerjasama tersebut mengungkapkan, kolaborasi ini diharapkan mampu meningkatkan standar pelayanan stem cell di RSUD R Syamsudin, SH guna melayani pasien di wilayah Sukabumi dengan teknologi terkini.

“Kolaborasi ini merupakan bagian dari upaya RS Bunut untuk memperkuat sistem rujukan kanker yang terintegrasi, sejalan dengan peluncuran layanan kemoterapi yang resmi dimulai secara penuh pada tahun 2026,” ujar Ayep Zaki.

Wali Kota Sukabumi itu juga mengungkapkan, kerjasama SCCR dengan RS Bunut juga sekaligus mencerminkan komitmen kedua institusi dalam meningkatkan kapasitas medis daerah melalui inovasi teknologi sel punca dan penanganan kanker yang lebih komprehensif.

“Kolaborasi ini menunjukkan adanya penguatan layanan berbasis terapi stem cell (sel punca) dan riset kanker, karena SCCR sebagai industri farmasi riset dan pelayanan kesehatan yang berizin Kementerian Kesehatan serta bersertifikat CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik) dari BPOM. Dan fokus kerjasama ini adalah untuk pengembangan terapi pengobatan regeneratif dan pemanfaatan teknologi stem cell dalam riset kanker,” papar Ayep Zaki.

Perlu diketahui, stem cell  atau sel punca adalah sel induk khusus dalam tubuh yang memiliki kemampuan unik untuk berkembang menjadi berbagai jenis sel spesifik—seperti sel darah, saraf, atau otot—dan berfungsi memperbaiki jaringan yang rusak.

“Saya mengapresiasi yang tinggi kepada manajemen RS Bunut dan tim ilmuwan SCCR. Ini sekaligus menegaskan Pemerintah Kota Sukabumi akan terus mendukung penuh inovasi yang berdampak langsung pada peningkatan harapan hidup dan kesejahteraan warga,” pungkas Ayep Zaki.(*)

Berita Lainnya

Screenshot 20260703 195532 Instagram
BMKG : Hampir Separuh Wilayah Indonesia Masuki Musim Kemarau
IMG 20260703 WA0025
Ketua DPRD Kota Sukabumi Kang Wanju : Madrasah Diniyah Jadi Pondasi Pembentukan Karakter Anak Sejak Dini
IMG 20260703 WA0023
Akselerasi Satu Data Indonesia, Pemkot Sukabumi Sinkronkan Data Lintas Sektor
FB IMG 1783062170508
Disdukcapil Sukabumi Jemput Bola Rekam KTP-el bagi Lansia dan Penyandang Disabilitas
IMG 20260702 WA0008
Tanam Pohon di Rakernas Apeksi, Wali Kota Ajak Warga Sukabumi Hijaukan Kota

Kategori Berita

Scroll to Top
Scroll to Top