Harga Kedelai Impor di Sukabumi Terus Naik, Dampak Gejolak Global Mulai Terasa di Pasar Tradisional – SUKABUMI KINI

Rabu, 16 September 2026

Harga Kedelai Impor di Sukabumi Terus Naik, Dampak Gejolak Global Mulai Terasa di Pasar Tradisional

SUKABUMIKINI.COM, Sukabumi —Harga kedelai impor di pasar tradisional Kota Sukabumi terus menunjukkan tren kenaikan sejak Maret 2026. Kondisi ini terpantau dalam kegiatan pemantauan harga bahan pokok dan penting melalui Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siaga Bapokting) yang dilakukan Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskumindag) Kota Sukabumi.

Pemantauan dilakukan di dua pasar utama, yakni Pasar Pelita dan Pasar Tipar Gede. Dari hasil pantauan tersebut, harga kedelai impor mengalami kenaikan bertahap dalam beberapa pekan terakhir.

Petugas Pengawasan Barang Strategis Diskumindag Kota Sukabumi, Rifki, mengungkapkan, pada 2 Maret 2026 harga kedelai impor berada di angka Rp 9.900 per kilogram.

Harga tersebut kemudian naik menjadi Rp 10.200 per kilogram. Memasuki April, tepatnya Jumat (10/4/2026), harga kembali merangkak dari Rp10.400 menjadi Rp10.700 per kilogram.

“Kenaikan ini terjadi secara bertahap dan saat ini harganya Rp 10.700 per kilogram” ujar Rifki. Informasi yang diperoleh menyebutkan, pergerakan harga kedelai impor tidak terlepas dari gangguan rantai pasok global.

Sebab, ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah, khususnya yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran, turut memicu ketidakpastian distribusi komoditas pertanian dunia.

Situasi tersebut berdampak langsung pada harga kedelai di pasar internasional yang kemudian merembet ke pasar domestik, termasuk di Kota Sukabumi.

Padahal, sebagian besar perajin tahu dan tempe di Indonesia masih bergantung pada kedelai impor. Di sisi lain, harga kedelai lokal saat ini tercatat lebih tinggi, yakni Rp13.500 per kilogram, sehingga belum menjadi alternatif utama bagi pelaku usaha.

Sementara itu, harga sejumlah komoditas lainnya terpantau relatif stabil. Daging sapi berada di kisaran Rp 150.000 per kilogram, daging ayam Rp 38.000 per kilogram, dan telur ayam Rp 29.000 per kilogram.

Diskumindag memastikan akan terus melakukan pemantauan secara berkala guna mengantisipasi gejolak harga serta menjaga stabilitas pasokan bahan pokok di pasaran.

Berita Lainnya

Kategori Berita

Harga Kedelai Impor di Sukabumi Terus Naik, Dampak Gejolak Global Mulai Terasa di Pasar Tradisional

SUKABUMIKINI.COM, Sukabumi —Harga kedelai impor di pasar tradisional Kota Sukabumi terus menunjukkan tren kenaikan sejak Maret 2026. Kondisi ini terpantau dalam kegiatan pemantauan harga bahan pokok dan penting melalui Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siaga Bapokting) yang dilakukan Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskumindag) Kota Sukabumi.

Pemantauan dilakukan di dua pasar utama, yakni Pasar Pelita dan Pasar Tipar Gede. Dari hasil pantauan tersebut, harga kedelai impor mengalami kenaikan bertahap dalam beberapa pekan terakhir.

Petugas Pengawasan Barang Strategis Diskumindag Kota Sukabumi, Rifki, mengungkapkan, pada 2 Maret 2026 harga kedelai impor berada di angka Rp 9.900 per kilogram.

Harga tersebut kemudian naik menjadi Rp 10.200 per kilogram. Memasuki April, tepatnya Jumat (10/4/2026), harga kembali merangkak dari Rp10.400 menjadi Rp10.700 per kilogram.

“Kenaikan ini terjadi secara bertahap dan saat ini harganya Rp 10.700 per kilogram” ujar Rifki. Informasi yang diperoleh menyebutkan, pergerakan harga kedelai impor tidak terlepas dari gangguan rantai pasok global.

Sebab, ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah, khususnya yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran, turut memicu ketidakpastian distribusi komoditas pertanian dunia.

Situasi tersebut berdampak langsung pada harga kedelai di pasar internasional yang kemudian merembet ke pasar domestik, termasuk di Kota Sukabumi.

Padahal, sebagian besar perajin tahu dan tempe di Indonesia masih bergantung pada kedelai impor. Di sisi lain, harga kedelai lokal saat ini tercatat lebih tinggi, yakni Rp13.500 per kilogram, sehingga belum menjadi alternatif utama bagi pelaku usaha.

Sementara itu, harga sejumlah komoditas lainnya terpantau relatif stabil. Daging sapi berada di kisaran Rp 150.000 per kilogram, daging ayam Rp 38.000 per kilogram, dan telur ayam Rp 29.000 per kilogram.

Diskumindag memastikan akan terus melakukan pemantauan secara berkala guna mengantisipasi gejolak harga serta menjaga stabilitas pasokan bahan pokok di pasaran.

Berita Lainnya

Screenshot 20260915 182219 Instagram
Pemkot Sukabumi Ambil Langkah Strategis Pembiayaan Jaminan Kesehatan, Siapkan Program Bankesda demi Perlindungan Warga Rentan
Screenshot 20260915 174458 WhatsApp
Hearing dengan Pemkot, BPS dan BPJS, Anggota DPRD Kota Sukabumi Danny Ramdhani Soroti Data Desil Penerima Bansos
IMG 20260914 WA0001
Ketua DPRD Kota Sukabumi Bersama Forkopimda Bertemu Kapolda Jabar, Ini yang Dibahas
FB IMG 1789379715112
PMI Sukabumi Perkuat Sistem Peringatan Dini Bencana Berbasis Data Iklim
IMG 20260914 WA0020
Harga Kedelai Impor di Sukabumi Naik, Kini Rp 11.200 per Kilogram

Kategori Berita

Scroll to Top
Scroll to Top