Pulihkan Kepercayaan Diri, “Panggung Harapan Anak” Digelar di Rumah Budaya Sukuraga Sukabumi – SUKABUMI KINI

Jumat, 14 Agustus 2026

Pulihkan Kepercayaan Diri, “Panggung Harapan Anak” Digelar di Rumah Budaya Sukuraga Sukabumi

SUKABUMIKINI.COM, Sukabumi—Kegiatan bertajuk “Panggung Harapan Anak” dengan tema Semua Anak Berhak Tampil digelar di Rumah Budaya Sukuraga di Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi, pada Jumat (1/5/2026). Acara ini menjadi ruang pemulihan mental sekaligus penguatan rasa percaya diri bagi anak-anak yang sebelumnya terdampak secara psikologis akibat batalnya sebuah kegiatan pada 26 April 2026 lalu.

Kegiatan yang semula direncanakan tersebut gagal terlaksana setelah oknum ketua penyelenggara diketahui menggelapkan uang pendaftaran peserta dan kini telah ditetapkan sebagai tersangka. Peristiwa itu menyisakan kekecewaan, bahkan berpotensi menurunkan kepercayaan diri anak-anak untuk tampil di ruang publik.

Melalui “Panggung Harapan Anak”, penyelenggara menghadirkan ruang yang lebih inklusif dan suportif. Anak-anak didorong untuk kembali berekspresi, berkarya, serta memperoleh dukungan moral dari lingkungan sekitar. Rangkaian kegiatan meliputi sesi motivasi dan penguatan mental, serta edukasi penampilan seperti acting, singing, dan fashion show.

Budayawan sekaligus Ketua Komunitas Sukuraga, Effendi Sukuraga menerangkan,kegiatan ini berangkat dari kepedulian terhadap kondisi psikologis anak. Menurut dia, pendidikan karakter yang selama ini dikembangkan di Sukuraga menjadi fondasi utama dalam merespons situasi tersebut.

“Yang ingin kita selamatkan adalah anak-anak. Jangan sampai mereka kehilangan rasa percaya diri hanya karena kejadian ini,” ujar Kang Fendi Sukuraga sapaan akrab seniman yang melahirkan seni Wayang Sukuraga tersebut. Ia menjelaskan, sejak awal pihaknya hanya berperan sebagai penyedia tempat dalam kegiatan yang batal tersebut.

Namun, karena melibatkan anak-anak, ia merasa memiliki tanggung jawab moral untuk menghadirkan ruang pemulihan. Ia juga mengungkapkan kekhawatiran akan munculnya persepsi negatif terhadap Sukuraga di benak anak-anak.

Trauma akibat pembatalan kegiatan berpotensi menimbulkan rasa enggan untuk kembali mengikuti aktivitas serupa. “Anak-anak bisa saja mengaitkan kegagalan itu dengan Sukuraga, padahal mereka tidak mengetahui duduk persoalannya. Itu yang ingin kami pulihkan,” katanya.

Kegiatan ini tidak dirancang sebagai ajang kompetisi. Berbeda dengan acara sebelumnya, “Panggung Harapan Anak” tidak menghadirkan penjurian maupun hadiah. Fokus utama diarahkan pada pengalaman tampil dan proses membangun kembali kepercayaan diri.

Partisipasi peserta tercatat cukup tinggi, dengan lebih dari separuh dari jumlah pendaftar sebelumnya tetap hadir. Hal ini menunjukkan adanya keinginan kuat dari anak-anak untuk kembali tampil meski sempat mengalami kekecewaan.

Effendi berharap kegiatan ini dapat mengembalikan kepercayaan anak-anak terhadap ruang-ruang pendidikan dan kebudayaan, sekaligus menanamkan nilai karakter seperti empati dan sikap saling memaafkan. “Yang terpenting, anak-anak kembali percaya diri dan tetap memiliki semangat untuk belajar serta berekspresi,” ujar Effendi.

Berita Lainnya

Kategori Berita

Pulihkan Kepercayaan Diri, “Panggung Harapan Anak” Digelar di Rumah Budaya Sukuraga Sukabumi

SUKABUMIKINI.COM, Sukabumi—Kegiatan bertajuk “Panggung Harapan Anak” dengan tema Semua Anak Berhak Tampil digelar di Rumah Budaya Sukuraga di Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi, pada Jumat (1/5/2026). Acara ini menjadi ruang pemulihan mental sekaligus penguatan rasa percaya diri bagi anak-anak yang sebelumnya terdampak secara psikologis akibat batalnya sebuah kegiatan pada 26 April 2026 lalu.

Kegiatan yang semula direncanakan tersebut gagal terlaksana setelah oknum ketua penyelenggara diketahui menggelapkan uang pendaftaran peserta dan kini telah ditetapkan sebagai tersangka. Peristiwa itu menyisakan kekecewaan, bahkan berpotensi menurunkan kepercayaan diri anak-anak untuk tampil di ruang publik.

Melalui “Panggung Harapan Anak”, penyelenggara menghadirkan ruang yang lebih inklusif dan suportif. Anak-anak didorong untuk kembali berekspresi, berkarya, serta memperoleh dukungan moral dari lingkungan sekitar. Rangkaian kegiatan meliputi sesi motivasi dan penguatan mental, serta edukasi penampilan seperti acting, singing, dan fashion show.

Budayawan sekaligus Ketua Komunitas Sukuraga, Effendi Sukuraga menerangkan,kegiatan ini berangkat dari kepedulian terhadap kondisi psikologis anak. Menurut dia, pendidikan karakter yang selama ini dikembangkan di Sukuraga menjadi fondasi utama dalam merespons situasi tersebut.

“Yang ingin kita selamatkan adalah anak-anak. Jangan sampai mereka kehilangan rasa percaya diri hanya karena kejadian ini,” ujar Kang Fendi Sukuraga sapaan akrab seniman yang melahirkan seni Wayang Sukuraga tersebut. Ia menjelaskan, sejak awal pihaknya hanya berperan sebagai penyedia tempat dalam kegiatan yang batal tersebut.

Namun, karena melibatkan anak-anak, ia merasa memiliki tanggung jawab moral untuk menghadirkan ruang pemulihan. Ia juga mengungkapkan kekhawatiran akan munculnya persepsi negatif terhadap Sukuraga di benak anak-anak.

Trauma akibat pembatalan kegiatan berpotensi menimbulkan rasa enggan untuk kembali mengikuti aktivitas serupa. “Anak-anak bisa saja mengaitkan kegagalan itu dengan Sukuraga, padahal mereka tidak mengetahui duduk persoalannya. Itu yang ingin kami pulihkan,” katanya.

Kegiatan ini tidak dirancang sebagai ajang kompetisi. Berbeda dengan acara sebelumnya, “Panggung Harapan Anak” tidak menghadirkan penjurian maupun hadiah. Fokus utama diarahkan pada pengalaman tampil dan proses membangun kembali kepercayaan diri.

Partisipasi peserta tercatat cukup tinggi, dengan lebih dari separuh dari jumlah pendaftar sebelumnya tetap hadir. Hal ini menunjukkan adanya keinginan kuat dari anak-anak untuk kembali tampil meski sempat mengalami kekecewaan.

Effendi berharap kegiatan ini dapat mengembalikan kepercayaan anak-anak terhadap ruang-ruang pendidikan dan kebudayaan, sekaligus menanamkan nilai karakter seperti empati dan sikap saling memaafkan. “Yang terpenting, anak-anak kembali percaya diri dan tetap memiliki semangat untuk belajar serta berekspresi,” ujar Effendi.

Berita Lainnya

IMG 20260814 WA0025
Kota Sukabumi Raih Peringkat Empat Besar Smiling West Jawa Award Juli 2026
IMG 20260814 WA0020
Wakil Ketua DPRD Kota Sukabumi Rojab Asy'ari : DPRD tak Alergi Pinjaman, tapi Minta Kajian Kemampuan Bayar Utang Pemkot
IMG 20260814 WA0014
DPRD Kota Sukabumi Ikuti Pidato Kenegaraan Presiden, Penguatan Daerah Jadi Sorotan
Image1786508682
Vokasi ke Jepang Jadi Terobosan SMAN 5 Sukabumi Siapkan Lulusan ke Dunia Kerja Global
Screenshot 20260813 195501 Instagram
IGA 2026, Kota Sukabumi Kejar Inovasi Efisiensi hingga Tekan Stunting

Kategori Berita

Scroll to Top
Scroll to Top