Bahasa Widal di Kota Sukabumi Didorong Jadi Warisan Budaya Tak Benda Nasional – SUKABUMI KINI

Selasa, 6 Oktober 2026

Bahasa Widal di Kota Sukabumi Didorong Jadi Warisan Budaya Tak Benda Nasional

KABARINDAH.COM, Sukabumi–Bahasa Widal, bahasa lokal khas Kota Sukabumi, Jawa Barat, kembali mengemuka dalam peringatan Milad ke-5 Widal Foundation di pelataran Kantor Pegadaian Kota Sukabumi, Ahad (21/6/2026). Dalam momentum aksi sosial santunan bagi 300 anak yatim itu, muncul dorongan agar Bahasa Widal terus dilestarikan dan diusulkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) tingkat nasional, bahkan dipersiapkan menuju pengakuan dunia melalui UNESCO.

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana, Pembina Widal Community Yose Dwioctha Mahaputera, Ketua Widal Community Mbul Widal, Camat Citamiang Aries Ariandi, Lurah Tipar Cecep Kuswandi, serta jajaran pengurus Widal Foundation.

Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana mengatakan, pelestarian Bahasa Widal harus dimulai dari kebiasaan masyarakat menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari. Menurut dia, penggunaan bahasa secara aktif di lingkungan keluarga dan komunitas menjadi salah satu syarat penting agar Bahasa Widal dapat terus diakui, baik di tingkat nasional maupun internasional.

“Bahasa Widal itu harus tetap dikomunikasikan setiap hari. Jadi ibu-ibu, bapak-bapak, maupun warga Widal, gunakan Bahasa Widal di rumah tangga masing-masing, dalam pergaulan, dan di komunitas,” ujar Bobby. Ia menilai, upaya pelestarian tidak cukup hanya berhenti pada pengakuan simbolik, melainkan perlu diikuti dengan langkah konkret agar bahasa khas Sukabumi itu tetap hidup di tengah masyarakat.

Salah satu upayanya adalah ada alumni SMAN 1 Sukabumi yang menyusun kamus Bahasa Widal, termasuk pengembangan kamus digital yang dapat diakses publik.

Bobby menyebut, inisiatif tersebut penting untuk memperkuat dokumentasi Bahasa Widal sekaligus memperluas pemahaman masyarakat, terutama generasi muda, terhadap bahasa lokal yang memiliki nilai sejarah bagi Sukabumi.

Pembina Widal Community Yose Dwioctha Mahaputera mengatakan, Bahasa Widal sejatinya telah mendapat pengakuan sebagai warisan budaya tak benda tingkat nasional. Namun, menurut dia, saat ini muncul keinginan untuk membawa Bahasa Widal ke tingkat yang lebih tinggi, yakni pengakuan dunia melalui UNESCO.

“Pak Wakil ingin meneruskan ke dunia, ke UNESCO. Untuk itu memang ada beberapa kriteria lagi yang sedang diupayakan,” kata Yose. Ia menjelaskan, salah satu langkah yang tengah disiapkan adalah pembuatan kamus digital dan aplikasi Bahasa Widal. Kehadiran platform digital tersebut diharapkan memudahkan masyarakat mengenal, mempelajari, dan mengakses Bahasa Widal secara lebih luas.

“Supaya masyarakat bisa tahu, ‘Bahasa Widal itu apa sih, seperti apa?’ Ada kamusnya, ada aplikasinya. Orang Sukabumi sendiri yang membuat,” ujarnya. Yose menambahkan, upaya digitalisasi itu menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan Bahasa Widal di tengah perkembangan zaman.

Selain itu, dokumentasi digital juga dinilai dapat memperkuat aspek pelestarian yang dibutuhkan jika Bahasa Widal hendak diusulkan ke level internasional. Menurut Yose, Bahasa Widal bukan sekadar alat komunikasi komunitas, tetapi juga menyimpan jejak sejarah perjuangan masyarakat Sukabumi pada masa lalu.

Nilai historis itulah yang membuat bahasa ini dinilai layak untuk terus dijaga dan diperkenalkan lebih luas. “Secara sejarah, Bahasa Widal ini dipakai untuk perjuangan zaman dulu. Itu cikal bakalnya yang akhirnya dihargai oleh negara. Sekarang diupayakan agar warisan tak benda ini juga bisa dikenal di tingkat dunia,” ucap Yose.

Peringatan Milad ke-5 Widal Foundation sendiri tidak hanya menjadi ajang perayaan komunitas, tetapi juga ruang untuk menegaskan kembali komitmen pelestarian budaya lokal. Di tengah kegiatan santunan bagi 300 anak yatim, Bahasa Widal kembali ditempatkan sebagai identitas budaya Sukabumi yang perlu dirawat bersama.

Berita Lainnya

Kategori Berita

Bahasa Widal di Kota Sukabumi Didorong Jadi Warisan Budaya Tak Benda Nasional

KABARINDAH.COM, Sukabumi–Bahasa Widal, bahasa lokal khas Kota Sukabumi, Jawa Barat, kembali mengemuka dalam peringatan Milad ke-5 Widal Foundation di pelataran Kantor Pegadaian Kota Sukabumi, Ahad (21/6/2026). Dalam momentum aksi sosial santunan bagi 300 anak yatim itu, muncul dorongan agar Bahasa Widal terus dilestarikan dan diusulkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) tingkat nasional, bahkan dipersiapkan menuju pengakuan dunia melalui UNESCO.

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana, Pembina Widal Community Yose Dwioctha Mahaputera, Ketua Widal Community Mbul Widal, Camat Citamiang Aries Ariandi, Lurah Tipar Cecep Kuswandi, serta jajaran pengurus Widal Foundation.

Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana mengatakan, pelestarian Bahasa Widal harus dimulai dari kebiasaan masyarakat menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari. Menurut dia, penggunaan bahasa secara aktif di lingkungan keluarga dan komunitas menjadi salah satu syarat penting agar Bahasa Widal dapat terus diakui, baik di tingkat nasional maupun internasional.

“Bahasa Widal itu harus tetap dikomunikasikan setiap hari. Jadi ibu-ibu, bapak-bapak, maupun warga Widal, gunakan Bahasa Widal di rumah tangga masing-masing, dalam pergaulan, dan di komunitas,” ujar Bobby. Ia menilai, upaya pelestarian tidak cukup hanya berhenti pada pengakuan simbolik, melainkan perlu diikuti dengan langkah konkret agar bahasa khas Sukabumi itu tetap hidup di tengah masyarakat.

Salah satu upayanya adalah ada alumni SMAN 1 Sukabumi yang menyusun kamus Bahasa Widal, termasuk pengembangan kamus digital yang dapat diakses publik.

Bobby menyebut, inisiatif tersebut penting untuk memperkuat dokumentasi Bahasa Widal sekaligus memperluas pemahaman masyarakat, terutama generasi muda, terhadap bahasa lokal yang memiliki nilai sejarah bagi Sukabumi.

Pembina Widal Community Yose Dwioctha Mahaputera mengatakan, Bahasa Widal sejatinya telah mendapat pengakuan sebagai warisan budaya tak benda tingkat nasional. Namun, menurut dia, saat ini muncul keinginan untuk membawa Bahasa Widal ke tingkat yang lebih tinggi, yakni pengakuan dunia melalui UNESCO.

“Pak Wakil ingin meneruskan ke dunia, ke UNESCO. Untuk itu memang ada beberapa kriteria lagi yang sedang diupayakan,” kata Yose. Ia menjelaskan, salah satu langkah yang tengah disiapkan adalah pembuatan kamus digital dan aplikasi Bahasa Widal. Kehadiran platform digital tersebut diharapkan memudahkan masyarakat mengenal, mempelajari, dan mengakses Bahasa Widal secara lebih luas.

“Supaya masyarakat bisa tahu, ‘Bahasa Widal itu apa sih, seperti apa?’ Ada kamusnya, ada aplikasinya. Orang Sukabumi sendiri yang membuat,” ujarnya. Yose menambahkan, upaya digitalisasi itu menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan Bahasa Widal di tengah perkembangan zaman.

Selain itu, dokumentasi digital juga dinilai dapat memperkuat aspek pelestarian yang dibutuhkan jika Bahasa Widal hendak diusulkan ke level internasional. Menurut Yose, Bahasa Widal bukan sekadar alat komunikasi komunitas, tetapi juga menyimpan jejak sejarah perjuangan masyarakat Sukabumi pada masa lalu.

Nilai historis itulah yang membuat bahasa ini dinilai layak untuk terus dijaga dan diperkenalkan lebih luas. “Secara sejarah, Bahasa Widal ini dipakai untuk perjuangan zaman dulu. Itu cikal bakalnya yang akhirnya dihargai oleh negara. Sekarang diupayakan agar warisan tak benda ini juga bisa dikenal di tingkat dunia,” ucap Yose.

Peringatan Milad ke-5 Widal Foundation sendiri tidak hanya menjadi ajang perayaan komunitas, tetapi juga ruang untuk menegaskan kembali komitmen pelestarian budaya lokal. Di tengah kegiatan santunan bagi 300 anak yatim, Bahasa Widal kembali ditempatkan sebagai identitas budaya Sukabumi yang perlu dirawat bersama.

Berita Lainnya

Screenshot 20261005 124600 Instagram
Upacara Peringatan HUT Ke-81 TNI Tingkat Kota Sukabumi Digelar di Lapang Merdeka
Screenshot 20261005 122248 Google
Pemkot Sukabumi Perpanjang Penghapusan Denda PBB-P2 hingga Desember 2026
IMG 20261004 WA0002
Dua Hari Pencarian, Remaja yang Terseret Arus di Pantai Istiqomah Sukabumi Belum Ditemukan
Screenshot 20261004 155959 Instagram
Operasi Penanganan Kebakaran TPA Cikundul Sukabumi Ditutup
Screenshot 20261004 155020 Instagram
Mahasiswa di Sukabumi Didorong Jadi Tenaga Kerja Siap Pakai dan Wirausaha

Kategori Berita

Scroll to Top
Scroll to Top