Kebakaran Kasepuhan Adat Ciptamulya Sukabumi Rusakkan Bangunan Adat, Puluhan Leuit hingga Balai Pertemuan Hangus – SUKABUMI KINI

Rabu, 12 Agustus 2026

Kebakaran Kasepuhan Adat Ciptamulya Sukabumi Rusakkan Bangunan Adat, Puluhan Leuit hingga Balai Pertemuan Hangus

SUKABUMIKINI.COM, Sukabumi–Dampak kebakaran yang melanda Kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, tidak hanya menghanguskan puluhan rumah warga. Tetapi juga merusak sejumlah bangunan adat yang menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat kasepuhan.

Berdasarkan laporan sementara Pos Satuan Komando Penanganan Darurat Bencana (SKPDB) BPBD Kabupaten Sukabumi hingga Selasa (28/7/2026) pukul 17.00 WIB, sebanyak 51 rumah mengalami rusak berat. Selain itu, berbagai fasilitas umum dan bangunan adat turut terdampak, di antaranya 49 leuit (lumbung padi), Ajeng Kasepuhan, Balai Pertemuan Kasepuhan, dua lisung, Pangkemintan, Saung Angklung Buhun, galeri kasepuhan, pos panitia, dua unit MCK, enam warung, satu pos ronda, serta sebuah masjid, PAUD, dan Posyandu.

Kerusakan tersebut menjadi pukulan berat bagi masyarakat adat karena sejumlah bangunan yang terdampak memiliki nilai budaya dan berfungsi sebagai pusat aktivitas sosial, adat, hingga penyimpanan hasil panen.

Data BPBD mencatat sebanyak 52 kepala keluarga atau 160 jiwa terdampak bencana. Rinciannya, 25 kepala keluarga dengan 78 jiwa berasal dari RT 05 dan 27 kepala keluarga dengan 82 jiwa dari RT 07. Di antara penyintas terdapat dua ibu hamil dan enam ibu menyusui yang menjadi kelompok rentan.

Seluruh warga terdampak masih mengungsi. Sebanyak 12 kepala keluarga atau 35 jiwa menempati tenda pengungsian terpusat, sedangkan 40 kepala keluarga atau 125 jiwa tinggal sementara di rumah kerabat. BPBD Kabupaten Sukabumi bersama BPBD Provinsi Jawa Barat, aparat desa, relawan, dan instansi terkait terus melakukan penanganan darurat.

Upaya yang dilakukan meliputi asesmen kerusakan, pendataan korban, pembukaan posko tanggap darurat, serta rapat koordinasi lintas sektor. Hasil rapat menetapkan kawasan terdampak di Kampung Ciptamulya RT 05 dan RT 07 RW 02, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, sebagai wilayah tanggap darurat.

Penanganan difokuskan pada penyelamatan korban, pemenuhan kebutuhan dasar, pelayanan kesehatan, perlindungan kelompok rentan, serta pemulihan sarana dan prasarana yang rusak.

BPBD juga mengidentifikasi sejumlah kebutuhan mendesak bagi para penyintas, antara lain makanan siap saji, dukungan dapur umum, perlengkapan bayi, susu, obat-obatan dan P3K, popok bayi maupun dewasa, selimut, kasur matras, perlengkapan mandi, kebutuhan ibu hamil dan menyusui, layanan pemeriksaan kesehatan, perlengkapan sekolah, peralatan memasak, serta alas kaki.

Berita Lainnya

Kategori Berita

Kebakaran Kasepuhan Adat Ciptamulya Sukabumi Rusakkan Bangunan Adat, Puluhan Leuit hingga Balai Pertemuan Hangus

SUKABUMIKINI.COM, Sukabumi–Dampak kebakaran yang melanda Kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, tidak hanya menghanguskan puluhan rumah warga. Tetapi juga merusak sejumlah bangunan adat yang menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat kasepuhan.

Berdasarkan laporan sementara Pos Satuan Komando Penanganan Darurat Bencana (SKPDB) BPBD Kabupaten Sukabumi hingga Selasa (28/7/2026) pukul 17.00 WIB, sebanyak 51 rumah mengalami rusak berat. Selain itu, berbagai fasilitas umum dan bangunan adat turut terdampak, di antaranya 49 leuit (lumbung padi), Ajeng Kasepuhan, Balai Pertemuan Kasepuhan, dua lisung, Pangkemintan, Saung Angklung Buhun, galeri kasepuhan, pos panitia, dua unit MCK, enam warung, satu pos ronda, serta sebuah masjid, PAUD, dan Posyandu.

Kerusakan tersebut menjadi pukulan berat bagi masyarakat adat karena sejumlah bangunan yang terdampak memiliki nilai budaya dan berfungsi sebagai pusat aktivitas sosial, adat, hingga penyimpanan hasil panen.

Data BPBD mencatat sebanyak 52 kepala keluarga atau 160 jiwa terdampak bencana. Rinciannya, 25 kepala keluarga dengan 78 jiwa berasal dari RT 05 dan 27 kepala keluarga dengan 82 jiwa dari RT 07. Di antara penyintas terdapat dua ibu hamil dan enam ibu menyusui yang menjadi kelompok rentan.

Seluruh warga terdampak masih mengungsi. Sebanyak 12 kepala keluarga atau 35 jiwa menempati tenda pengungsian terpusat, sedangkan 40 kepala keluarga atau 125 jiwa tinggal sementara di rumah kerabat. BPBD Kabupaten Sukabumi bersama BPBD Provinsi Jawa Barat, aparat desa, relawan, dan instansi terkait terus melakukan penanganan darurat.

Upaya yang dilakukan meliputi asesmen kerusakan, pendataan korban, pembukaan posko tanggap darurat, serta rapat koordinasi lintas sektor. Hasil rapat menetapkan kawasan terdampak di Kampung Ciptamulya RT 05 dan RT 07 RW 02, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, sebagai wilayah tanggap darurat.

Penanganan difokuskan pada penyelamatan korban, pemenuhan kebutuhan dasar, pelayanan kesehatan, perlindungan kelompok rentan, serta pemulihan sarana dan prasarana yang rusak.

BPBD juga mengidentifikasi sejumlah kebutuhan mendesak bagi para penyintas, antara lain makanan siap saji, dukungan dapur umum, perlengkapan bayi, susu, obat-obatan dan P3K, popok bayi maupun dewasa, selimut, kasur matras, perlengkapan mandi, kebutuhan ibu hamil dan menyusui, layanan pemeriksaan kesehatan, perlengkapan sekolah, peralatan memasak, serta alas kaki.

Berita Lainnya

IMG 20251218 WA0009(4)
Anggota Banggar DPRD Sukabumi Soroti Rencana Pinjaman Rp 240 Miliar, Dorong Kebijakan Infrastruktur Tetap Berpijak pada Kemampuan Fiskal
IMG 20260811 WA0072
Atasi Pengangguran, Mahasiswa Politeknik Kota Sukabumi Berangkat Magang Ke Taiwan
IMG 20260811 WA0056
Perkuat Pengawasan Partisipatif, Bawaslu Kota Sukabumi dan Kwarcab Gerakan Pramuka Sukabumi Jalin Kerjasama
IMG 20260811 WA0052
Orangtua Murid Sambut Gerakan Gemar Membaca di TK Sukabumi, Dorong Anak Cintai Buku Sejak Dini
IMG 20260811 WA0011
Anggota DPR RI Slamet dan FPRB Sukabumi Tekankan Pentingnya Mitigasi Bencana

Kategori Berita

Scroll to Top
Scroll to Top