Bimtek Sadar Hukum di Baros, Wali Kota Sukabumi Dorong RT-RW Aktif Kawal Pajak hingga Pekerja Migran – SUKABUMI KINI

Sabtu, 24 Oktober 2026

Bimtek Sadar Hukum di Baros, Wali Kota Sukabumi Dorong RT-RW Aktif Kawal Pajak hingga Pekerja Migran

SUKABUMIKINI.COM, Sukabumi—Pemkot Sukabumi mendorong masyarakat di tingkat kelurahan dan kecamatan semakin sadar hukum sekaligus aktif mendukung berbagai program pembangunan daerah. Hal itu disampaikan Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyuluhan/Sosialisasi Hukum di wilayah Kelurahan dan Kecamatan Baros, Kamis (20/8/2026).

Kegiatan bertema “Sinergitas Masyarakat, Pemerintah dan Kejaksaan untuk Mewujudkan Masyarakat Sadar Hukum” tersebut diikuti unsur masyarakat, termasuk RT, RW, dan Linmas. Penyuluhan menghadirkan narasumber dari Kejaksaan.

Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki mengatakan, kesadaran hukum tidak cukup hanya dipahami sebagai pengetahuan mengenai aturan, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata di lingkungan masyarakat. “Mereka siap, masyarakat ya, tegakkan kebenaran, tegakkan keadilan, dan kejujuran,” katanya.

Menurut Ayep, RT, RW, dan Linmas memiliki peran strategis karena bersentuhan langsung dengan masyarakat. Karena itu, mereka didorong ikut berperan aktif dalam sejumlah agenda yang berkaitan dengan pembangunan dan pelayanan masyarakat.

Ayep menyebut sedikitnya ada lima hal yang perlu menjadi perhatian. Pertama, membantu menyukseskan opsen pajak kendaraan bermotor. Kedua, mendorong kepatuhan pembayaran PBB-P2.

Ketiga, RT dan RW diminta ikut mencari calon pekerja migran Indonesia (CPMI) yang memiliki potensi untuk bekerja di luar negeri. Ayep mengatakan, calon pekerja migran akan dibekali pelatihan bahasa dan keterampilan sebelum diberangkatkan.

Menurut dia, biaya persiapan dapat mencapai sekitar Rp35 juta hingga Rp70 juta per orang. “Cukup membayar Rp5 juta saja. Sisanya akan pinjam ke BJB maupun Mandiri, maupun juga ke bank-bank BUMN yang memberikan KUR untuk Pekerja Migran Indonesia,” ujarnya.

Pemkot Sukabumi, lanjut Ayep, juga akan mencari solusi bagi calon pekerja migran yang terkendala riwayat kredit atau SLIK. Salah satu alternatif yang disebut adalah pembiayaan melalui koperasi, meskipun memiliki konsekuensi bunga yang relatif lebih tinggi.

Keempat, masyarakat juga didorong meningkatkan kepedulian terhadap Baznas. Ayep menargetkan peningkatan pengumpulan zakat dari sekitar Rp5,6 miliar menjadi Rp8 miliar dalam satu tahun. Ia mengajak masyarakat membangun kebiasaan berbagi melalui kontribusi kecil namun dilakukan secara konsisten.

“Targetnya ya, satu orang Rp1.000 saja seminggu untuk Baznas. Sadar Baznas,” katanya. Kelima, Ayep meminta masyarakat meningkatkan kesadaran lingkungan melalui kegiatan menjaga kebersihan dan gotong royong. “Sadar lingkungan untuk bersih-bersih lingkungan,” jelasnya.

Lurah Baros Neneng Yuliani mengatakan masyarakat menyambut positif kegiatan bimtek tersebut. Menurut dia, kegiatan serupa menjadi sarana bagi masyarakat untuk memperoleh pengetahuan baru setiap tahun.

“Mereka apresiasi, karena memang setiap tahun juga kita mengadakan dari pemberdayaan kegiatan ini. Jadi setiap tahunnya mereka mendapatkan ilmu baru dari bimtek ini,” kata Neneng. Bimtek tersebut berlangsung selama satu hari dan melibatkan unsur Forum RT/RW serta Linmas.

Berita Lainnya

Kategori Berita

Bimtek Sadar Hukum di Baros, Wali Kota Sukabumi Dorong RT-RW Aktif Kawal Pajak hingga Pekerja Migran

SUKABUMIKINI.COM, Sukabumi—Pemkot Sukabumi mendorong masyarakat di tingkat kelurahan dan kecamatan semakin sadar hukum sekaligus aktif mendukung berbagai program pembangunan daerah. Hal itu disampaikan Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyuluhan/Sosialisasi Hukum di wilayah Kelurahan dan Kecamatan Baros, Kamis (20/8/2026).

Kegiatan bertema “Sinergitas Masyarakat, Pemerintah dan Kejaksaan untuk Mewujudkan Masyarakat Sadar Hukum” tersebut diikuti unsur masyarakat, termasuk RT, RW, dan Linmas. Penyuluhan menghadirkan narasumber dari Kejaksaan.

Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki mengatakan, kesadaran hukum tidak cukup hanya dipahami sebagai pengetahuan mengenai aturan, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata di lingkungan masyarakat. “Mereka siap, masyarakat ya, tegakkan kebenaran, tegakkan keadilan, dan kejujuran,” katanya.

Menurut Ayep, RT, RW, dan Linmas memiliki peran strategis karena bersentuhan langsung dengan masyarakat. Karena itu, mereka didorong ikut berperan aktif dalam sejumlah agenda yang berkaitan dengan pembangunan dan pelayanan masyarakat.

Ayep menyebut sedikitnya ada lima hal yang perlu menjadi perhatian. Pertama, membantu menyukseskan opsen pajak kendaraan bermotor. Kedua, mendorong kepatuhan pembayaran PBB-P2.

Ketiga, RT dan RW diminta ikut mencari calon pekerja migran Indonesia (CPMI) yang memiliki potensi untuk bekerja di luar negeri. Ayep mengatakan, calon pekerja migran akan dibekali pelatihan bahasa dan keterampilan sebelum diberangkatkan.

Menurut dia, biaya persiapan dapat mencapai sekitar Rp35 juta hingga Rp70 juta per orang. “Cukup membayar Rp5 juta saja. Sisanya akan pinjam ke BJB maupun Mandiri, maupun juga ke bank-bank BUMN yang memberikan KUR untuk Pekerja Migran Indonesia,” ujarnya.

Pemkot Sukabumi, lanjut Ayep, juga akan mencari solusi bagi calon pekerja migran yang terkendala riwayat kredit atau SLIK. Salah satu alternatif yang disebut adalah pembiayaan melalui koperasi, meskipun memiliki konsekuensi bunga yang relatif lebih tinggi.

Keempat, masyarakat juga didorong meningkatkan kepedulian terhadap Baznas. Ayep menargetkan peningkatan pengumpulan zakat dari sekitar Rp5,6 miliar menjadi Rp8 miliar dalam satu tahun. Ia mengajak masyarakat membangun kebiasaan berbagi melalui kontribusi kecil namun dilakukan secara konsisten.

“Targetnya ya, satu orang Rp1.000 saja seminggu untuk Baznas. Sadar Baznas,” katanya. Kelima, Ayep meminta masyarakat meningkatkan kesadaran lingkungan melalui kegiatan menjaga kebersihan dan gotong royong. “Sadar lingkungan untuk bersih-bersih lingkungan,” jelasnya.

Lurah Baros Neneng Yuliani mengatakan masyarakat menyambut positif kegiatan bimtek tersebut. Menurut dia, kegiatan serupa menjadi sarana bagi masyarakat untuk memperoleh pengetahuan baru setiap tahun.

“Mereka apresiasi, karena memang setiap tahun juga kita mengadakan dari pemberdayaan kegiatan ini. Jadi setiap tahunnya mereka mendapatkan ilmu baru dari bimtek ini,” kata Neneng. Bimtek tersebut berlangsung selama satu hari dan melibatkan unsur Forum RT/RW serta Linmas.

Berita Lainnya

IMG 20261023 WA0018
Krisis Air Bersih Belum Usai, PMI Kota Sukabumi Salurkan 5.000 Liter Air untuk 640 Warga Lembursitu
Screenshot 20261022 190232 Gallery
Konsolidasi di Rumah Inspirasi Anggota DPR RI drh Slamet, DPD PKS Kota Sukabumi Perkuat Soliditas dan Pelayanan Publik
IMG 20261022 WA0018
Tahun Depan, Ketua DPRD Kota Sukabumi Dorong Hari Santri Lebih Semarak
Screenshot 20261022 113245 Gallery
Hari Santri 2026 di Kota Sukabumi, Momen Perkuat Peran Santri dalam Pembangunan
Screenshot 20261021 172006 Instagram
Tutup Kembali TPS Sampah, Ini Harapan Pemkot Sukabumi

Kategori Berita

Scroll to Top
Scroll to Top