Kader PKK dan Posyandu di Kota Sukabumi Didorong Jadi Penggerak Hidup Sehat – SUKABUMI KINI

Rabu, 16 September 2026

Kader PKK dan Posyandu di Kota Sukabumi Didorong Jadi Penggerak Hidup Sehat

SUKABUMIKINI.COM, Sukabumi–Kader PKK dan Posyandu di Kelurahan Sindangpalay, Kecamatan Cibeureum, Kota Sukabumi, mendapat penguatan kapasitas dalam menerapkan serta mengedukasi masyarakat mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Kegiatan bimbingan teknis (bimtek) tersebut digelar di Kelurahan Sindangpalay, Kamis (20/8/2026), dan diikuti sekitar 60 kader PKK serta Posyandu.

Ketua TP PKK Kota Sukabumi sekaligus Ketua Tim Pembina Posyandu Kota Sukabumi, Ranty Rachmatilah, mengatakan penerapan hidup bersih dan sehat tidak harus dilakukan dengan biaya besar. Kebiasaan tersebut justru perlu dimulai dari lingkungan keluarga.

“Saya ingin mengingatkan semua kader untuk menjelaskan kepada masyarakat bahwa hidup bersih dan sehat itu tidak mahal. Itu harus dimulai dari rumah,” ujar Ranty. Ia mencontohkan penerapan PHBS dapat dilakukan melalui kebiasaan sederhana, seperti mengonsumsi makanan yang baik dan bergizi serta mencuci tangan menggunakan sabun dengan cara yang benar.

Menurut Ranty, kader PKK dan Posyandu memiliki posisi strategis untuk menyampaikan kebiasaan tersebut kepada masyarakat karena berinteraksi langsung dengan warga.
Selain PHBS, ia juga mengingatkan para kader agar bijak dalam menyikapi berbagai informasi yang beredar di masyarakat, terutama informasi yang belum terverifikasi atau hoaks.

”Selalu akan ada informasi yang simpang siur atau hoaks. Mudah-mudahan masyarakat dan semua kader yang ada di sini lebih bijak untuk menghadapi hoaks tersebut,” katanya. Ranty juga meminta jajaran kelurahan, PKK dan kecamatan turut menjaga kondusivitas lingkungan demi menciptakan suasana yang aman dan harmonis di Kota Sukabumi.

Lurah Sindangpalay, Detty Kurniati mengatakan, bimtek tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas kader PKK dan Posyandu agar mampu menjadi penggerak PHBS di lingkungan masyarakat. “Tujuannya untuk meningkatkan kapasitas kader TP PKK dan kader Posyandu dalam program PHBS, pola hidup bersih dan sehat. Juga untuk meningkatkan kesadaran masyarakat,” katanyan

Selain kebersihan dan kesehatan, kader juga mendapat pemahaman mengenai pengelolaan sampah. Mereka didorong mampu memilah sampah organik dan anorganik yang masih memiliki nilai ekonomis.

Detty berharap pengetahuan yang diperoleh dalam bimtek tidak berhenti pada kegiatan tersebut, tetapi diteruskan oleh para kader kepada warga di lingkungan masing-masing.

“Output-nya untuk kader Posyandu bisa mengimbaskan kepada warga masyarakat. Pola hidup sehat ternyata dapat dilakukan dengan mudah, seperti mencuci tangan dengan sabun, membersihkan lingkungan dan lebih peduli terhadap lingkungan,” ujar Detty. Dalam kegiatan tersebut, para kader juga mendapatkan polybag yang nantinya dimanfaatkan untuk menanam sayuran, seperti pakcoy dan kangkung.

Hasil budidaya sayuran tersebut direncanakan disalurkan ke sejumlah Posyandu, terutama yang berada di wilayah dengan kondisi rawan atau rentan stunting. Langkah tersebut diharapkan tidak hanya mendorong penerapan PHBS, tetapi juga mendukung pemenuhan kebutuhan pangan bergizi sekaligus memperkuat upaya pencegahan stunting di tingkat kelurahan.

Berita Lainnya

Kategori Berita

Kader PKK dan Posyandu di Kota Sukabumi Didorong Jadi Penggerak Hidup Sehat

SUKABUMIKINI.COM, Sukabumi–Kader PKK dan Posyandu di Kelurahan Sindangpalay, Kecamatan Cibeureum, Kota Sukabumi, mendapat penguatan kapasitas dalam menerapkan serta mengedukasi masyarakat mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Kegiatan bimbingan teknis (bimtek) tersebut digelar di Kelurahan Sindangpalay, Kamis (20/8/2026), dan diikuti sekitar 60 kader PKK serta Posyandu.

Ketua TP PKK Kota Sukabumi sekaligus Ketua Tim Pembina Posyandu Kota Sukabumi, Ranty Rachmatilah, mengatakan penerapan hidup bersih dan sehat tidak harus dilakukan dengan biaya besar. Kebiasaan tersebut justru perlu dimulai dari lingkungan keluarga.

“Saya ingin mengingatkan semua kader untuk menjelaskan kepada masyarakat bahwa hidup bersih dan sehat itu tidak mahal. Itu harus dimulai dari rumah,” ujar Ranty. Ia mencontohkan penerapan PHBS dapat dilakukan melalui kebiasaan sederhana, seperti mengonsumsi makanan yang baik dan bergizi serta mencuci tangan menggunakan sabun dengan cara yang benar.

Menurut Ranty, kader PKK dan Posyandu memiliki posisi strategis untuk menyampaikan kebiasaan tersebut kepada masyarakat karena berinteraksi langsung dengan warga.
Selain PHBS, ia juga mengingatkan para kader agar bijak dalam menyikapi berbagai informasi yang beredar di masyarakat, terutama informasi yang belum terverifikasi atau hoaks.

”Selalu akan ada informasi yang simpang siur atau hoaks. Mudah-mudahan masyarakat dan semua kader yang ada di sini lebih bijak untuk menghadapi hoaks tersebut,” katanya. Ranty juga meminta jajaran kelurahan, PKK dan kecamatan turut menjaga kondusivitas lingkungan demi menciptakan suasana yang aman dan harmonis di Kota Sukabumi.

Lurah Sindangpalay, Detty Kurniati mengatakan, bimtek tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas kader PKK dan Posyandu agar mampu menjadi penggerak PHBS di lingkungan masyarakat. “Tujuannya untuk meningkatkan kapasitas kader TP PKK dan kader Posyandu dalam program PHBS, pola hidup bersih dan sehat. Juga untuk meningkatkan kesadaran masyarakat,” katanyan

Selain kebersihan dan kesehatan, kader juga mendapat pemahaman mengenai pengelolaan sampah. Mereka didorong mampu memilah sampah organik dan anorganik yang masih memiliki nilai ekonomis.

Detty berharap pengetahuan yang diperoleh dalam bimtek tidak berhenti pada kegiatan tersebut, tetapi diteruskan oleh para kader kepada warga di lingkungan masing-masing.

“Output-nya untuk kader Posyandu bisa mengimbaskan kepada warga masyarakat. Pola hidup sehat ternyata dapat dilakukan dengan mudah, seperti mencuci tangan dengan sabun, membersihkan lingkungan dan lebih peduli terhadap lingkungan,” ujar Detty. Dalam kegiatan tersebut, para kader juga mendapatkan polybag yang nantinya dimanfaatkan untuk menanam sayuran, seperti pakcoy dan kangkung.

Hasil budidaya sayuran tersebut direncanakan disalurkan ke sejumlah Posyandu, terutama yang berada di wilayah dengan kondisi rawan atau rentan stunting. Langkah tersebut diharapkan tidak hanya mendorong penerapan PHBS, tetapi juga mendukung pemenuhan kebutuhan pangan bergizi sekaligus memperkuat upaya pencegahan stunting di tingkat kelurahan.

Berita Lainnya

Screenshot 20260915 182219 Instagram
Pemkot Sukabumi Ambil Langkah Strategis Pembiayaan Jaminan Kesehatan, Siapkan Program Bankesda demi Perlindungan Warga Rentan
Screenshot 20260915 174458 WhatsApp
Hearing dengan Pemkot, BPS dan BPJS, Anggota DPRD Kota Sukabumi Danny Ramdhani Soroti Data Desil Penerima Bansos
IMG 20260914 WA0001
Ketua DPRD Kota Sukabumi Bersama Forkopimda Bertemu Kapolda Jabar, Ini yang Dibahas
FB IMG 1789379715112
PMI Sukabumi Perkuat Sistem Peringatan Dini Bencana Berbasis Data Iklim
IMG 20260914 WA0020
Harga Kedelai Impor di Sukabumi Naik, Kini Rp 11.200 per Kilogram

Kategori Berita

Scroll to Top
Scroll to Top