Kader PKK dan Posyandu di Kota Sukabumi Didorong Jadi Penggerak Hidup Sehat – SUKABUMI KINI

Sabtu, 24 Oktober 2026

Kader PKK dan Posyandu di Kota Sukabumi Didorong Jadi Penggerak Hidup Sehat

SUKABUMIKINI.COM, Sukabumi–Kader PKK dan Posyandu di Kelurahan Sindangpalay, Kecamatan Cibeureum, Kota Sukabumi, mendapat penguatan kapasitas dalam menerapkan serta mengedukasi masyarakat mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Kegiatan bimbingan teknis (bimtek) tersebut digelar di Kelurahan Sindangpalay, Kamis (20/8/2026), dan diikuti sekitar 60 kader PKK serta Posyandu.

Ketua TP PKK Kota Sukabumi sekaligus Ketua Tim Pembina Posyandu Kota Sukabumi, Ranty Rachmatilah, mengatakan penerapan hidup bersih dan sehat tidak harus dilakukan dengan biaya besar. Kebiasaan tersebut justru perlu dimulai dari lingkungan keluarga.

“Saya ingin mengingatkan semua kader untuk menjelaskan kepada masyarakat bahwa hidup bersih dan sehat itu tidak mahal. Itu harus dimulai dari rumah,” ujar Ranty. Ia mencontohkan penerapan PHBS dapat dilakukan melalui kebiasaan sederhana, seperti mengonsumsi makanan yang baik dan bergizi serta mencuci tangan menggunakan sabun dengan cara yang benar.

Menurut Ranty, kader PKK dan Posyandu memiliki posisi strategis untuk menyampaikan kebiasaan tersebut kepada masyarakat karena berinteraksi langsung dengan warga.
Selain PHBS, ia juga mengingatkan para kader agar bijak dalam menyikapi berbagai informasi yang beredar di masyarakat, terutama informasi yang belum terverifikasi atau hoaks.

”Selalu akan ada informasi yang simpang siur atau hoaks. Mudah-mudahan masyarakat dan semua kader yang ada di sini lebih bijak untuk menghadapi hoaks tersebut,” katanya. Ranty juga meminta jajaran kelurahan, PKK dan kecamatan turut menjaga kondusivitas lingkungan demi menciptakan suasana yang aman dan harmonis di Kota Sukabumi.

Lurah Sindangpalay, Detty Kurniati mengatakan, bimtek tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas kader PKK dan Posyandu agar mampu menjadi penggerak PHBS di lingkungan masyarakat. “Tujuannya untuk meningkatkan kapasitas kader TP PKK dan kader Posyandu dalam program PHBS, pola hidup bersih dan sehat. Juga untuk meningkatkan kesadaran masyarakat,” katanyan

Selain kebersihan dan kesehatan, kader juga mendapat pemahaman mengenai pengelolaan sampah. Mereka didorong mampu memilah sampah organik dan anorganik yang masih memiliki nilai ekonomis.

Detty berharap pengetahuan yang diperoleh dalam bimtek tidak berhenti pada kegiatan tersebut, tetapi diteruskan oleh para kader kepada warga di lingkungan masing-masing.

“Output-nya untuk kader Posyandu bisa mengimbaskan kepada warga masyarakat. Pola hidup sehat ternyata dapat dilakukan dengan mudah, seperti mencuci tangan dengan sabun, membersihkan lingkungan dan lebih peduli terhadap lingkungan,” ujar Detty. Dalam kegiatan tersebut, para kader juga mendapatkan polybag yang nantinya dimanfaatkan untuk menanam sayuran, seperti pakcoy dan kangkung.

Hasil budidaya sayuran tersebut direncanakan disalurkan ke sejumlah Posyandu, terutama yang berada di wilayah dengan kondisi rawan atau rentan stunting. Langkah tersebut diharapkan tidak hanya mendorong penerapan PHBS, tetapi juga mendukung pemenuhan kebutuhan pangan bergizi sekaligus memperkuat upaya pencegahan stunting di tingkat kelurahan.

Berita Lainnya

Kategori Berita

Kader PKK dan Posyandu di Kota Sukabumi Didorong Jadi Penggerak Hidup Sehat

SUKABUMIKINI.COM, Sukabumi–Kader PKK dan Posyandu di Kelurahan Sindangpalay, Kecamatan Cibeureum, Kota Sukabumi, mendapat penguatan kapasitas dalam menerapkan serta mengedukasi masyarakat mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Kegiatan bimbingan teknis (bimtek) tersebut digelar di Kelurahan Sindangpalay, Kamis (20/8/2026), dan diikuti sekitar 60 kader PKK serta Posyandu.

Ketua TP PKK Kota Sukabumi sekaligus Ketua Tim Pembina Posyandu Kota Sukabumi, Ranty Rachmatilah, mengatakan penerapan hidup bersih dan sehat tidak harus dilakukan dengan biaya besar. Kebiasaan tersebut justru perlu dimulai dari lingkungan keluarga.

“Saya ingin mengingatkan semua kader untuk menjelaskan kepada masyarakat bahwa hidup bersih dan sehat itu tidak mahal. Itu harus dimulai dari rumah,” ujar Ranty. Ia mencontohkan penerapan PHBS dapat dilakukan melalui kebiasaan sederhana, seperti mengonsumsi makanan yang baik dan bergizi serta mencuci tangan menggunakan sabun dengan cara yang benar.

Menurut Ranty, kader PKK dan Posyandu memiliki posisi strategis untuk menyampaikan kebiasaan tersebut kepada masyarakat karena berinteraksi langsung dengan warga.
Selain PHBS, ia juga mengingatkan para kader agar bijak dalam menyikapi berbagai informasi yang beredar di masyarakat, terutama informasi yang belum terverifikasi atau hoaks.

”Selalu akan ada informasi yang simpang siur atau hoaks. Mudah-mudahan masyarakat dan semua kader yang ada di sini lebih bijak untuk menghadapi hoaks tersebut,” katanya. Ranty juga meminta jajaran kelurahan, PKK dan kecamatan turut menjaga kondusivitas lingkungan demi menciptakan suasana yang aman dan harmonis di Kota Sukabumi.

Lurah Sindangpalay, Detty Kurniati mengatakan, bimtek tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas kader PKK dan Posyandu agar mampu menjadi penggerak PHBS di lingkungan masyarakat. “Tujuannya untuk meningkatkan kapasitas kader TP PKK dan kader Posyandu dalam program PHBS, pola hidup bersih dan sehat. Juga untuk meningkatkan kesadaran masyarakat,” katanyan

Selain kebersihan dan kesehatan, kader juga mendapat pemahaman mengenai pengelolaan sampah. Mereka didorong mampu memilah sampah organik dan anorganik yang masih memiliki nilai ekonomis.

Detty berharap pengetahuan yang diperoleh dalam bimtek tidak berhenti pada kegiatan tersebut, tetapi diteruskan oleh para kader kepada warga di lingkungan masing-masing.

“Output-nya untuk kader Posyandu bisa mengimbaskan kepada warga masyarakat. Pola hidup sehat ternyata dapat dilakukan dengan mudah, seperti mencuci tangan dengan sabun, membersihkan lingkungan dan lebih peduli terhadap lingkungan,” ujar Detty. Dalam kegiatan tersebut, para kader juga mendapatkan polybag yang nantinya dimanfaatkan untuk menanam sayuran, seperti pakcoy dan kangkung.

Hasil budidaya sayuran tersebut direncanakan disalurkan ke sejumlah Posyandu, terutama yang berada di wilayah dengan kondisi rawan atau rentan stunting. Langkah tersebut diharapkan tidak hanya mendorong penerapan PHBS, tetapi juga mendukung pemenuhan kebutuhan pangan bergizi sekaligus memperkuat upaya pencegahan stunting di tingkat kelurahan.

Berita Lainnya

Screenshot 20261024 090052 Instagram
Data Warga Harus Akurat! Kota Sukabumi Dorong RT/RW Tertib Administrasi Kependudukan
IMG 20261023 WA0018
Krisis Air Bersih Belum Usai, PMI Kota Sukabumi Salurkan 5.000 Liter Air untuk 640 Warga Lembursitu
Screenshot 20261022 190232 Gallery
Konsolidasi di Rumah Inspirasi Anggota DPR RI drh Slamet, DPD PKS Kota Sukabumi Perkuat Soliditas dan Pelayanan Publik
IMG 20261022 WA0018
Tahun Depan, Ketua DPRD Kota Sukabumi Dorong Hari Santri Lebih Semarak
Screenshot 20261022 113245 Gallery
Hari Santri 2026 di Kota Sukabumi, Momen Perkuat Peran Santri dalam Pembangunan

Kategori Berita

Scroll to Top
Scroll to Top