Saat Air Bersih Mulai Langka, PMI Turun Tangan Pasok 5.000 Liter untuk Warga Sukabumi – SUKABUMI KINI

Rabu, 16 September 2026

Saat Air Bersih Mulai Langka, PMI Turun Tangan Pasok 5.000 Liter untuk Warga Sukabumi

SUKABUMIKINI.COM, Sukabumi—Jeriken, galon, dan ember berjajar di antara warga Kampung Cibuntu RW 01, Kelurahan Sindang Palay, Kecamatan Cibeureum, Kota Sukabumi, Kamis (20/8/2026). Mereka datang bukan untuk mengantre sembako. Yang ditunggu adalah sesuatu yang jauh lebih mendasar: air bersih.

Kemarau yang berlangsung cukup panjang membuat akses air bersih warga kian terbatas. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, sebagian masyarakat harus menunggu bantuan distribusi air. Harapan itu datang melalui mobil tangki Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Sukabumi bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi.

Sebanyak 5.000 liter air bersih didistribusikan untuk membantu sekitar 120 kepala keluarga atau 500 jiwa yang terdampak. Begitu air tiba, warga mulai membawa wadah dari rumah. Jeriken diisi, galon dipenuhi, sementara ember menjadi pilihan bagi warga lainnya. Air kemudian dibawa pulang untuk memenuhi kebutuhan dasar rumah tangga.

Bagi warga yang tengah menghadapi keterbatasan sumber air, setiap liter memiliki arti. Air bantuan tersebut digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari memasak, mencuci, mandi hingga keperluan rumah tangga lainnya.

Staf Pelayanan PMI Kota Sukabumi, Dinar Mochamad, mengatakan PMI terus merespons permintaan bantuan dari wilayah yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Menurut dia, distribusi dilakukan berdasarkan asesmen kondisi masyarakat dan kebutuhan air di lapangan agar bantuan dapat diberikan secara tepat sasaran.

PMI dengan dukungan air PDAM terus melakukan distribusi air bersih ke wilayah-wilayah yang membutuhkan. Kami melakukan asesmen untuk melihat kondisi masyarakat dan kebutuhan air di lapangan, sehingga bantuan dapat disalurkan secara tepat sasaran,” ujar Dinar. Bagi PMI, penanganan dampak kemarau tidak berhenti pada mendatangkan air menggunakan mobil tangki.

Edukasi mengenai kebersihan dan penggunaan air secara bijak juga menjadi bagian dari respons. “Selain distribusi air, kami juga melakukan promosi kebersihan dan mengajak masyarakat untuk menghemat penggunaan air. Harapannya, bantuan yang diberikan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar sekaligus menjaga kesehatan selama menghadapi kemarau,” katanya.

Distribusi air bersih menjadi pengingat bahwa kemarau bukan sekadar persoalan cuaca. Ketika sumber air mulai terbatas, aktivitas paling sederhana di rumah pun ikut terdampak. Karena itu, PMI Kota Sukabumi memastikan respons akan terus dilakukan dengan memantau perkembangan kondisi di lapangan.

Koordinasi dengan berbagai pihak juga diperkuat agar warga yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih dapat segera mendapatkan bantuan. Dalam distribusi air di Kampung Cibuntu tersebut, PMI Kota Sukabumi didampingi Tim Satgas BPBD Kota Sukabumi.
Di tengah kemarau yang belum sepenuhnya berakhir, kedatangan satu mobil tangki mungkin terlihat sederhana. Namun bagi ratusan warga yang menanti, 5.000 liter air bersih berarti kesempatan untuk kembali menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih tenang.

Berita Lainnya

Kategori Berita

Saat Air Bersih Mulai Langka, PMI Turun Tangan Pasok 5.000 Liter untuk Warga Sukabumi

SUKABUMIKINI.COM, Sukabumi—Jeriken, galon, dan ember berjajar di antara warga Kampung Cibuntu RW 01, Kelurahan Sindang Palay, Kecamatan Cibeureum, Kota Sukabumi, Kamis (20/8/2026). Mereka datang bukan untuk mengantre sembako. Yang ditunggu adalah sesuatu yang jauh lebih mendasar: air bersih.

Kemarau yang berlangsung cukup panjang membuat akses air bersih warga kian terbatas. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, sebagian masyarakat harus menunggu bantuan distribusi air. Harapan itu datang melalui mobil tangki Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Sukabumi bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi.

Sebanyak 5.000 liter air bersih didistribusikan untuk membantu sekitar 120 kepala keluarga atau 500 jiwa yang terdampak. Begitu air tiba, warga mulai membawa wadah dari rumah. Jeriken diisi, galon dipenuhi, sementara ember menjadi pilihan bagi warga lainnya. Air kemudian dibawa pulang untuk memenuhi kebutuhan dasar rumah tangga.

Bagi warga yang tengah menghadapi keterbatasan sumber air, setiap liter memiliki arti. Air bantuan tersebut digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari memasak, mencuci, mandi hingga keperluan rumah tangga lainnya.

Staf Pelayanan PMI Kota Sukabumi, Dinar Mochamad, mengatakan PMI terus merespons permintaan bantuan dari wilayah yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Menurut dia, distribusi dilakukan berdasarkan asesmen kondisi masyarakat dan kebutuhan air di lapangan agar bantuan dapat diberikan secara tepat sasaran.

PMI dengan dukungan air PDAM terus melakukan distribusi air bersih ke wilayah-wilayah yang membutuhkan. Kami melakukan asesmen untuk melihat kondisi masyarakat dan kebutuhan air di lapangan, sehingga bantuan dapat disalurkan secara tepat sasaran,” ujar Dinar. Bagi PMI, penanganan dampak kemarau tidak berhenti pada mendatangkan air menggunakan mobil tangki.

Edukasi mengenai kebersihan dan penggunaan air secara bijak juga menjadi bagian dari respons. “Selain distribusi air, kami juga melakukan promosi kebersihan dan mengajak masyarakat untuk menghemat penggunaan air. Harapannya, bantuan yang diberikan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar sekaligus menjaga kesehatan selama menghadapi kemarau,” katanya.

Distribusi air bersih menjadi pengingat bahwa kemarau bukan sekadar persoalan cuaca. Ketika sumber air mulai terbatas, aktivitas paling sederhana di rumah pun ikut terdampak. Karena itu, PMI Kota Sukabumi memastikan respons akan terus dilakukan dengan memantau perkembangan kondisi di lapangan.

Koordinasi dengan berbagai pihak juga diperkuat agar warga yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih dapat segera mendapatkan bantuan. Dalam distribusi air di Kampung Cibuntu tersebut, PMI Kota Sukabumi didampingi Tim Satgas BPBD Kota Sukabumi.
Di tengah kemarau yang belum sepenuhnya berakhir, kedatangan satu mobil tangki mungkin terlihat sederhana. Namun bagi ratusan warga yang menanti, 5.000 liter air bersih berarti kesempatan untuk kembali menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih tenang.

Berita Lainnya

Screenshot 20260915 182219 Instagram
Pemkot Sukabumi Ambil Langkah Strategis Pembiayaan Jaminan Kesehatan, Siapkan Program Bankesda demi Perlindungan Warga Rentan
Screenshot 20260915 174458 WhatsApp
Hearing dengan Pemkot, BPS dan BPJS, Anggota DPRD Kota Sukabumi Danny Ramdhani Soroti Data Desil Penerima Bansos
IMG 20260914 WA0001
Ketua DPRD Kota Sukabumi Bersama Forkopimda Bertemu Kapolda Jabar, Ini yang Dibahas
FB IMG 1789379715112
PMI Sukabumi Perkuat Sistem Peringatan Dini Bencana Berbasis Data Iklim
IMG 20260914 WA0020
Harga Kedelai Impor di Sukabumi Naik, Kini Rp 11.200 per Kilogram

Kategori Berita

Scroll to Top
Scroll to Top