Dari Pawai Budaya hingga UMKM, Gebyar Karnaval Lembursitu Sukabumi Hidupkan Potensi Warga – SUKABUMI KINI

Rabu, 14 Oktober 2026

Dari Pawai Budaya hingga UMKM, Gebyar Karnaval Lembursitu Sukabumi Hidupkan Potensi Warga

SUKABUMIKINI.COM, Sukabumi– Suasana halaman Pasar Jabar Juara Kelurahan Lembursitu, Kota Sukabumi, Sabtu (5/9/2026), tampak berbeda. Warga datang bukan sekadar untuk menyaksikan keramaian, tetapi membawa sesuatu untuk ditampilkan.

Ada seni, budaya, kreativitas, hingga produk usaha warga yang memenuhi rangkaian Gebyar Karnaval Kelurahan Lembursitu Tahun 2026. Pawai budaya menjadi salah satu bagian yang menarik perhatian.

Warga dari berbagai lingkungan RT dan RW ikut ambil bagian, berpadu dengan komunitas pemuda yang turut meramaikan kegiatan. Karnaval itu seolah menjadi panggung bersama.

Di sana, warga memiliki kesempatan menunjukkan potensi yang selama ini tumbuh di lingkungan mereka sendiri. Tak hanya pawai, suasana semakin semarak dengan pameran hasil karya warga, bazar UMKM kuliner dan kerajinan, serta penampilan seni tradisional.

Bagi masyarakat, kegiatan tersebut bukan sekadar hiburan. Karnaval menjadi ruang perjumpaan sekaligus kesempatan untuk memperkenalkan karya dan produk mereka kepada masyarakat yang lebih luas.

Dari makanan yang dibuat pelaku UMKM hingga kerajinan dan pertunjukan seni tradisional, semuanya berpadu dalam satu kegiatan yang digerakkan secara gotong royong. Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki mengapresiasi keterlibatan warga dalam penyelenggaraan Gebyar Karnaval tersebut.

Menurut dia, kekuatan utama kegiatan di tingkat kelurahan justru berada pada partisipasi masyarakat. Ketika warga terlibat sejak persiapan hingga pelaksanaan, potensi yang ada di lingkungan dapat lebih mudah dikembangkan.

“Gebyar Karnaval ini bukan sekadar ajang hiburan tahunan, melainkan wujud nyata kebersamaan dan kekompakan warga. Kegiatan ini sangat efektif untuk menggerakkan roda ekonomi lokal melalui UMKM sekaligus memelihara nilai-nilai kebudayaan yang ada di Sukabumi,” ujar Ayep Zaki. Ia melihat kegiatan semacam itu memiliki ruang yang luas untuk mempertemukan kebudayaan dengan aktivitas ekonomi masyarakat.

Produk UMKM, karya warga, seni tradisional, dan kreativitas anak muda tidak harus berjalan sendiri-sendiri. Semuanya dapat bertemu dalam sebuah kegiatan yang melibatkan banyak unsur masyarakat.

Di Lembursitu, semangat itu terlihat dari keterlibatan RT, RW, pelaku UMKM, komunitas pemuda, hingga masyarakat umum. Karnaval pun menjadi lebih dari sekadar perayaan. Ia menjadi gambaran kecil tentang bagaimana sebuah lingkungan dapat bergerak ketika warganya merasa memiliki ruang untuk berkarya.

Berita Lainnya

Kategori Berita

Dari Pawai Budaya hingga UMKM, Gebyar Karnaval Lembursitu Sukabumi Hidupkan Potensi Warga

SUKABUMIKINI.COM, Sukabumi– Suasana halaman Pasar Jabar Juara Kelurahan Lembursitu, Kota Sukabumi, Sabtu (5/9/2026), tampak berbeda. Warga datang bukan sekadar untuk menyaksikan keramaian, tetapi membawa sesuatu untuk ditampilkan.

Ada seni, budaya, kreativitas, hingga produk usaha warga yang memenuhi rangkaian Gebyar Karnaval Kelurahan Lembursitu Tahun 2026. Pawai budaya menjadi salah satu bagian yang menarik perhatian.

Warga dari berbagai lingkungan RT dan RW ikut ambil bagian, berpadu dengan komunitas pemuda yang turut meramaikan kegiatan. Karnaval itu seolah menjadi panggung bersama.

Di sana, warga memiliki kesempatan menunjukkan potensi yang selama ini tumbuh di lingkungan mereka sendiri. Tak hanya pawai, suasana semakin semarak dengan pameran hasil karya warga, bazar UMKM kuliner dan kerajinan, serta penampilan seni tradisional.

Bagi masyarakat, kegiatan tersebut bukan sekadar hiburan. Karnaval menjadi ruang perjumpaan sekaligus kesempatan untuk memperkenalkan karya dan produk mereka kepada masyarakat yang lebih luas.

Dari makanan yang dibuat pelaku UMKM hingga kerajinan dan pertunjukan seni tradisional, semuanya berpadu dalam satu kegiatan yang digerakkan secara gotong royong. Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki mengapresiasi keterlibatan warga dalam penyelenggaraan Gebyar Karnaval tersebut.

Menurut dia, kekuatan utama kegiatan di tingkat kelurahan justru berada pada partisipasi masyarakat. Ketika warga terlibat sejak persiapan hingga pelaksanaan, potensi yang ada di lingkungan dapat lebih mudah dikembangkan.

“Gebyar Karnaval ini bukan sekadar ajang hiburan tahunan, melainkan wujud nyata kebersamaan dan kekompakan warga. Kegiatan ini sangat efektif untuk menggerakkan roda ekonomi lokal melalui UMKM sekaligus memelihara nilai-nilai kebudayaan yang ada di Sukabumi,” ujar Ayep Zaki. Ia melihat kegiatan semacam itu memiliki ruang yang luas untuk mempertemukan kebudayaan dengan aktivitas ekonomi masyarakat.

Produk UMKM, karya warga, seni tradisional, dan kreativitas anak muda tidak harus berjalan sendiri-sendiri. Semuanya dapat bertemu dalam sebuah kegiatan yang melibatkan banyak unsur masyarakat.

Di Lembursitu, semangat itu terlihat dari keterlibatan RT, RW, pelaku UMKM, komunitas pemuda, hingga masyarakat umum. Karnaval pun menjadi lebih dari sekadar perayaan. Ia menjadi gambaran kecil tentang bagaimana sebuah lingkungan dapat bergerak ketika warganya merasa memiliki ruang untuk berkarya.

Berita Lainnya

IMG 20261013 WA0009
Dua Remaja Terseret Ombak di Pantai Cibuaya Sukabumi Ditemukan Meninggal
IMG 20261012 WA0022
Peringatan Bulan PRB 2026, PMI Kota Sukabumi Angkat Sistem Peringatan Dini melalui ORC dan AWS
Screenshot 20261012 163341 ChatGPT
Cabai Merah Makin Pedas di Sukabumi, Harga Beras Justru Turun
Screenshot 20261012 082213 ChatGPT
Waspada! Sukabumi Berpotensi Hujan Mulai Siang, Ini Prakiraan BMKG
Screenshot 20261011 185922 Instagram
Menaker Yassierli Buka Pelatihan Vokasi di Sukabumi, Penyandang Disabilitas Turut Dilibatkan

Kategori Berita

Scroll to Top
Scroll to Top