Dari Pawai Budaya hingga UMKM, Gebyar Karnaval Lembursitu Sukabumi Hidupkan Potensi Warga – SUKABUMI KINI

Jumat, 23 Oktober 2026

Dari Pawai Budaya hingga UMKM, Gebyar Karnaval Lembursitu Sukabumi Hidupkan Potensi Warga

SUKABUMIKINI.COM, Sukabumi– Suasana halaman Pasar Jabar Juara Kelurahan Lembursitu, Kota Sukabumi, Sabtu (5/9/2026), tampak berbeda. Warga datang bukan sekadar untuk menyaksikan keramaian, tetapi membawa sesuatu untuk ditampilkan.

Ada seni, budaya, kreativitas, hingga produk usaha warga yang memenuhi rangkaian Gebyar Karnaval Kelurahan Lembursitu Tahun 2026. Pawai budaya menjadi salah satu bagian yang menarik perhatian.

Warga dari berbagai lingkungan RT dan RW ikut ambil bagian, berpadu dengan komunitas pemuda yang turut meramaikan kegiatan. Karnaval itu seolah menjadi panggung bersama.

Di sana, warga memiliki kesempatan menunjukkan potensi yang selama ini tumbuh di lingkungan mereka sendiri. Tak hanya pawai, suasana semakin semarak dengan pameran hasil karya warga, bazar UMKM kuliner dan kerajinan, serta penampilan seni tradisional.

Bagi masyarakat, kegiatan tersebut bukan sekadar hiburan. Karnaval menjadi ruang perjumpaan sekaligus kesempatan untuk memperkenalkan karya dan produk mereka kepada masyarakat yang lebih luas.

Dari makanan yang dibuat pelaku UMKM hingga kerajinan dan pertunjukan seni tradisional, semuanya berpadu dalam satu kegiatan yang digerakkan secara gotong royong. Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki mengapresiasi keterlibatan warga dalam penyelenggaraan Gebyar Karnaval tersebut.

Menurut dia, kekuatan utama kegiatan di tingkat kelurahan justru berada pada partisipasi masyarakat. Ketika warga terlibat sejak persiapan hingga pelaksanaan, potensi yang ada di lingkungan dapat lebih mudah dikembangkan.

“Gebyar Karnaval ini bukan sekadar ajang hiburan tahunan, melainkan wujud nyata kebersamaan dan kekompakan warga. Kegiatan ini sangat efektif untuk menggerakkan roda ekonomi lokal melalui UMKM sekaligus memelihara nilai-nilai kebudayaan yang ada di Sukabumi,” ujar Ayep Zaki. Ia melihat kegiatan semacam itu memiliki ruang yang luas untuk mempertemukan kebudayaan dengan aktivitas ekonomi masyarakat.

Produk UMKM, karya warga, seni tradisional, dan kreativitas anak muda tidak harus berjalan sendiri-sendiri. Semuanya dapat bertemu dalam sebuah kegiatan yang melibatkan banyak unsur masyarakat.

Di Lembursitu, semangat itu terlihat dari keterlibatan RT, RW, pelaku UMKM, komunitas pemuda, hingga masyarakat umum. Karnaval pun menjadi lebih dari sekadar perayaan. Ia menjadi gambaran kecil tentang bagaimana sebuah lingkungan dapat bergerak ketika warganya merasa memiliki ruang untuk berkarya.

Berita Lainnya

Kategori Berita

Dari Pawai Budaya hingga UMKM, Gebyar Karnaval Lembursitu Sukabumi Hidupkan Potensi Warga

SUKABUMIKINI.COM, Sukabumi– Suasana halaman Pasar Jabar Juara Kelurahan Lembursitu, Kota Sukabumi, Sabtu (5/9/2026), tampak berbeda. Warga datang bukan sekadar untuk menyaksikan keramaian, tetapi membawa sesuatu untuk ditampilkan.

Ada seni, budaya, kreativitas, hingga produk usaha warga yang memenuhi rangkaian Gebyar Karnaval Kelurahan Lembursitu Tahun 2026. Pawai budaya menjadi salah satu bagian yang menarik perhatian.

Warga dari berbagai lingkungan RT dan RW ikut ambil bagian, berpadu dengan komunitas pemuda yang turut meramaikan kegiatan. Karnaval itu seolah menjadi panggung bersama.

Di sana, warga memiliki kesempatan menunjukkan potensi yang selama ini tumbuh di lingkungan mereka sendiri. Tak hanya pawai, suasana semakin semarak dengan pameran hasil karya warga, bazar UMKM kuliner dan kerajinan, serta penampilan seni tradisional.

Bagi masyarakat, kegiatan tersebut bukan sekadar hiburan. Karnaval menjadi ruang perjumpaan sekaligus kesempatan untuk memperkenalkan karya dan produk mereka kepada masyarakat yang lebih luas.

Dari makanan yang dibuat pelaku UMKM hingga kerajinan dan pertunjukan seni tradisional, semuanya berpadu dalam satu kegiatan yang digerakkan secara gotong royong. Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki mengapresiasi keterlibatan warga dalam penyelenggaraan Gebyar Karnaval tersebut.

Menurut dia, kekuatan utama kegiatan di tingkat kelurahan justru berada pada partisipasi masyarakat. Ketika warga terlibat sejak persiapan hingga pelaksanaan, potensi yang ada di lingkungan dapat lebih mudah dikembangkan.

“Gebyar Karnaval ini bukan sekadar ajang hiburan tahunan, melainkan wujud nyata kebersamaan dan kekompakan warga. Kegiatan ini sangat efektif untuk menggerakkan roda ekonomi lokal melalui UMKM sekaligus memelihara nilai-nilai kebudayaan yang ada di Sukabumi,” ujar Ayep Zaki. Ia melihat kegiatan semacam itu memiliki ruang yang luas untuk mempertemukan kebudayaan dengan aktivitas ekonomi masyarakat.

Produk UMKM, karya warga, seni tradisional, dan kreativitas anak muda tidak harus berjalan sendiri-sendiri. Semuanya dapat bertemu dalam sebuah kegiatan yang melibatkan banyak unsur masyarakat.

Di Lembursitu, semangat itu terlihat dari keterlibatan RT, RW, pelaku UMKM, komunitas pemuda, hingga masyarakat umum. Karnaval pun menjadi lebih dari sekadar perayaan. Ia menjadi gambaran kecil tentang bagaimana sebuah lingkungan dapat bergerak ketika warganya merasa memiliki ruang untuk berkarya.

Berita Lainnya

Screenshot 20261022 190232 Gallery
Konsolidasi di Rumah Inspirasi Anggota DPR RI drh Slamet, DPD PKS Kota Sukabumi Perkuat Soliditas dan Pelayanan Publik
IMG 20261022 WA0018
Tahun Depan, Ketua DPRD Kota Sukabumi Dorong Hari Santri Lebih Semarak
Screenshot 20261022 113245 Gallery
Hari Santri 2026 di Kota Sukabumi, Momen Perkuat Peran Santri dalam Pembangunan
Screenshot 20261021 172006 Instagram
Tutup Kembali TPS Sampah, Ini Harapan Pemkot Sukabumi
Screenshot 20261021 141022 WhatsApp
Fraksi PKS DPRD Kota Sukabumi Ikuti Bimteknas PKS di Jakarta

Kategori Berita

Scroll to Top
Scroll to Top