Kota Sukabumi Mampu Tekan Inflasi Agustus hingga Masuk 10 Besar Inflasi Terendah – SUKABUMI KINI

Rabu, 14 Oktober 2026

Kota Sukabumi Mampu Tekan Inflasi Agustus hingga Masuk 10 Besar Inflasi Terendah

SUKABUMIKINI.COM, Sukabumi–Kota Sukabumi sukses menekan laju inflasi untuk Periode Agustus 2026 tercatat sebesar 2,77% year on year (yoy) dan 0,22% month to month (mtm) yang lebih rendah dibandingkan rata-rata wilayah Jawa Barat dan Nasional. Tingkat inflasi di Kota Sukabumi tersebut masih berada dalam target inflasi nasional 2026 sebesar 2,5% dengan toleransi kurang lebih 1%.

“Angka ini jelas memberikan harapan ke depan untuk pertumbuhan ekonomi di Kota Sukabumi yang lebih baik. Di tengah dinamika global, laju inflasi Kota Sukabumi masih terhitung rendah,” ungkap Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki dalam keterangannya, Selasa (8.9/2026). Dengan laju inflasi yang berhasil ditekan hingga 2,77%, Kota Sukabumi masuk dalam 10 besar Kota dengan tingkat inflasi terendah.

Kota Sukabumi bahkan menduduki peringkat ke sembilan, di atas Kota Bogor yang laju inflasinya mencapai 2,87%. Sedangkan kota terendah nasional diduduki Kota Palopo dengan 1,73 %, Kota Gorontalo di posisi ke empat dengan 2,35% sedangkan Kota DKI Jakarta berada di posisi enam dengan 2,71%.

Adapun komoditas yang dinilai memiliki pengaruh dominan terhadap tingkat inflasi Kota Sukabumi pada Bulan Agustus, di antaranya adalah sektor transportasi serta pendidikan. Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah menerangkan adanya kenaikan tarif transportasi online, serta penyesuaian biaya pendidikan awal tahun ajaran baru baik SD maupun SMP, serta biaya bimbingan belajar, ikut mendorong tingkat inflasi pada Bulan Agustus.

Sebagai upaya untuk mengendalikan laju inflasi, Pemerintah Kota Sukabumi bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah melakukan sejumlah langkah, seperti mengadakan gerakan pangan murah di Kecamatan Gunung Puyuh, Lembursitu dan Cibeureum.

Kemudian juga membuka komunikasi dengan Pemerintah Kabupaten Sukabumi dalam rangka kerja sama bidang pangan. Hal ini perlu dilakukan, sebab urusan pangan masih menjadi salah satu komoditas utama yang sangat mempengaruhi laju inflasi.

Catatan prestasi Kota Sukabumi bukan hanya itu. Untuk pertumbuhan ekonomi, Kota Sukabumi bahkan masuk 20 besar pertumbuhan ekonomi tertinggi triwulan II tahun 2026 (yoy) dengan capaian 5,94%.

Sedangkan tiga besar pertumbuhan ekonomi tertinggi triwulan II tahun 2026 diduduki Kota Pekanbaru dengan 7,39%, Kota Batam dengan 7,28% dan Kota Surabaya dengan pertumbuhan 7,20%.

“Catatan ini mengindikasikan Kota Sukabumi sudah berjalan di rel yang benar. Tinggal bagaimana meningkatkan pertumbuhan dan menekan laju inflasi dengan kreatifitas dan keberanian mengambil kebijakan untuk Kota Sukabumi. Semoga ke depan ekonomi Kota Sukabumi semakin baik,” pungkas Ayep Zaki.(*)

Berita Lainnya

Kategori Berita

Kota Sukabumi Mampu Tekan Inflasi Agustus hingga Masuk 10 Besar Inflasi Terendah

SUKABUMIKINI.COM, Sukabumi–Kota Sukabumi sukses menekan laju inflasi untuk Periode Agustus 2026 tercatat sebesar 2,77% year on year (yoy) dan 0,22% month to month (mtm) yang lebih rendah dibandingkan rata-rata wilayah Jawa Barat dan Nasional. Tingkat inflasi di Kota Sukabumi tersebut masih berada dalam target inflasi nasional 2026 sebesar 2,5% dengan toleransi kurang lebih 1%.

“Angka ini jelas memberikan harapan ke depan untuk pertumbuhan ekonomi di Kota Sukabumi yang lebih baik. Di tengah dinamika global, laju inflasi Kota Sukabumi masih terhitung rendah,” ungkap Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki dalam keterangannya, Selasa (8.9/2026). Dengan laju inflasi yang berhasil ditekan hingga 2,77%, Kota Sukabumi masuk dalam 10 besar Kota dengan tingkat inflasi terendah.

Kota Sukabumi bahkan menduduki peringkat ke sembilan, di atas Kota Bogor yang laju inflasinya mencapai 2,87%. Sedangkan kota terendah nasional diduduki Kota Palopo dengan 1,73 %, Kota Gorontalo di posisi ke empat dengan 2,35% sedangkan Kota DKI Jakarta berada di posisi enam dengan 2,71%.

Adapun komoditas yang dinilai memiliki pengaruh dominan terhadap tingkat inflasi Kota Sukabumi pada Bulan Agustus, di antaranya adalah sektor transportasi serta pendidikan. Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah menerangkan adanya kenaikan tarif transportasi online, serta penyesuaian biaya pendidikan awal tahun ajaran baru baik SD maupun SMP, serta biaya bimbingan belajar, ikut mendorong tingkat inflasi pada Bulan Agustus.

Sebagai upaya untuk mengendalikan laju inflasi, Pemerintah Kota Sukabumi bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah melakukan sejumlah langkah, seperti mengadakan gerakan pangan murah di Kecamatan Gunung Puyuh, Lembursitu dan Cibeureum.

Kemudian juga membuka komunikasi dengan Pemerintah Kabupaten Sukabumi dalam rangka kerja sama bidang pangan. Hal ini perlu dilakukan, sebab urusan pangan masih menjadi salah satu komoditas utama yang sangat mempengaruhi laju inflasi.

Catatan prestasi Kota Sukabumi bukan hanya itu. Untuk pertumbuhan ekonomi, Kota Sukabumi bahkan masuk 20 besar pertumbuhan ekonomi tertinggi triwulan II tahun 2026 (yoy) dengan capaian 5,94%.

Sedangkan tiga besar pertumbuhan ekonomi tertinggi triwulan II tahun 2026 diduduki Kota Pekanbaru dengan 7,39%, Kota Batam dengan 7,28% dan Kota Surabaya dengan pertumbuhan 7,20%.

“Catatan ini mengindikasikan Kota Sukabumi sudah berjalan di rel yang benar. Tinggal bagaimana meningkatkan pertumbuhan dan menekan laju inflasi dengan kreatifitas dan keberanian mengambil kebijakan untuk Kota Sukabumi. Semoga ke depan ekonomi Kota Sukabumi semakin baik,” pungkas Ayep Zaki.(*)

Berita Lainnya

IMG 20261013 WA0009
Dua Remaja Terseret Ombak di Pantai Cibuaya Sukabumi Ditemukan Meninggal
IMG 20261012 WA0022
Peringatan Bulan PRB 2026, PMI Kota Sukabumi Angkat Sistem Peringatan Dini melalui ORC dan AWS
Screenshot 20261012 163341 ChatGPT
Cabai Merah Makin Pedas di Sukabumi, Harga Beras Justru Turun
Screenshot 20261012 082213 ChatGPT
Waspada! Sukabumi Berpotensi Hujan Mulai Siang, Ini Prakiraan BMKG
Screenshot 20261011 185922 Instagram
Menaker Yassierli Buka Pelatihan Vokasi di Sukabumi, Penyandang Disabilitas Turut Dilibatkan

Kategori Berita

Scroll to Top
Scroll to Top