Tabebuya Sukabumi, Simbol Harapan yang Tumbuh dari Masa Sulit – SUKABUMI KINI

Minggu, 25 Oktober 2026

Tabebuya Sukabumi, Simbol Harapan yang Tumbuh dari Masa Sulit

SUKABUMIKINI.COM, Sukabumi– Deretan pohon tabebuya yang kini menghiasi sejumlah ruas jalan di Kota Sukabumi bukan sekadar tanaman penghias kota. Di balik bunga yang bermekaran, tersimpan cerita tentang harapan dan upaya untuk bangkit setelah melewati masa sulit pandemi Covid-19.

Kisah itu kembali dibagikan Wali Kota Sukabumi periode 2018–2023, Achmad Fahmi, melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Rabu (9/9/2026). Dalam unggahannya, Fahmi mengenang akhir 2022 ketika Kota Sukabumi mulai memasuki fase pemulihan setelah pandemi Covid-19 memberikan dampak besar terhadap berbagai sendi kehidupan masyarakat.

Semangat untuk bangkit kemudian diwujudkan melalui percepatan pembangunan dan penataan sejumlah kawasan di pusat kota, meski pemerintah daerah menghadapi keterbatasan anggaran. Penataan itu antara lain dilakukan terhadap enam ruas jalan yang selama puluhan tahun dinilai semrawut. Pemerintah juga membangun pedestrian yang terintegrasi di sejumlah titik serta menata kawasan Alun-Alun Kota Sukabumi, Lapang Merdeka, Gedung Juang, hingga kawasan Balai Kota.

Untuk memperkuat penghijauan sekaligus mempercantik wajah kota, tabebuya dipilih sebagai salah satu pohon penghias. Fahmi mengatakan, pemilihan tabebuya bukan tanpa alasan. Ia menemukan filosofi yang dianggap sejalan dengan kondisi Sukabumi saat itu, yakni tentang harapan dan pembaruan.

Tabebuya umumnya berbunga setelah melewati musim kering atau masa sulit. Kemunculan bunganya kemudian dapat dimaknai sebagai simbol kembalinya kehidupan, kesuburan, dan harapan akan datangnya awal yang lebih baik.


Filosofi tersebut, menurut Fahmi, terasa begitu relevan dengan situasi Kota Sukabumi setelah melewati pandemi. “Harapan dan pembaruan” menjadi pesan yang ingin ditanamkan bersamaan dengan pohon-pohon tersebut.

Kini, beberapa tahun berlalu. Pohon-pohon tabebuya yang dahulu ditanam mulai tumbuh lebih besar dan tegak. Keberadaannya tidak hanya menghadirkan ruang hijau, tetapi juga menjadi bagian dari lanskap dan wajah Kota Sukabumi.

Bagi Fahmi, pertumbuhan pohon itu sekaligus menjadi pengingat bahwa sesuatu yang baik membutuhkan waktu untuk tumbuh dan memberikan hasil. Melalui unggahannya, Fahmi mengajak masyarakat melihat penghijauan bukan semata-mata sebagai proyek mempercantik kota. Lebih dari itu, menanam pohon merupakan investasi yang hasilnya mungkin baru dapat dinikmati beberapa tahun kemudian.

“Mari menanam sesuatu yang baik hari ini, agar kelak kita dapat memanen keindahannya di hari mendatang,” tulis Fahmi. Pesan tersebut menjadi refleksi bahwa pembangunan kota tidak selalu harus diukur dari sesuatu yang langsung terlihat atau dirasakan.

Ada pula jejak pembangunan yang tumbuh perlahan seperti pohon tabebuya yang kelak menjadi bagian dari kehidupan dan ingatan warga.Tabebuya pun tak lagi sekadar bunga yang mempercantik jalan. Ia menjadi simbol bahwa setelah melewati masa sulit, selalu ada kesempatan untuk tumbuh, memperbarui diri, dan menatap masa depan dengan harapan.

Berita Lainnya

Kategori Berita

Tabebuya Sukabumi, Simbol Harapan yang Tumbuh dari Masa Sulit

SUKABUMIKINI.COM, Sukabumi– Deretan pohon tabebuya yang kini menghiasi sejumlah ruas jalan di Kota Sukabumi bukan sekadar tanaman penghias kota. Di balik bunga yang bermekaran, tersimpan cerita tentang harapan dan upaya untuk bangkit setelah melewati masa sulit pandemi Covid-19.

Kisah itu kembali dibagikan Wali Kota Sukabumi periode 2018–2023, Achmad Fahmi, melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Rabu (9/9/2026). Dalam unggahannya, Fahmi mengenang akhir 2022 ketika Kota Sukabumi mulai memasuki fase pemulihan setelah pandemi Covid-19 memberikan dampak besar terhadap berbagai sendi kehidupan masyarakat.

Semangat untuk bangkit kemudian diwujudkan melalui percepatan pembangunan dan penataan sejumlah kawasan di pusat kota, meski pemerintah daerah menghadapi keterbatasan anggaran. Penataan itu antara lain dilakukan terhadap enam ruas jalan yang selama puluhan tahun dinilai semrawut. Pemerintah juga membangun pedestrian yang terintegrasi di sejumlah titik serta menata kawasan Alun-Alun Kota Sukabumi, Lapang Merdeka, Gedung Juang, hingga kawasan Balai Kota.

Untuk memperkuat penghijauan sekaligus mempercantik wajah kota, tabebuya dipilih sebagai salah satu pohon penghias. Fahmi mengatakan, pemilihan tabebuya bukan tanpa alasan. Ia menemukan filosofi yang dianggap sejalan dengan kondisi Sukabumi saat itu, yakni tentang harapan dan pembaruan.

Tabebuya umumnya berbunga setelah melewati musim kering atau masa sulit. Kemunculan bunganya kemudian dapat dimaknai sebagai simbol kembalinya kehidupan, kesuburan, dan harapan akan datangnya awal yang lebih baik.


Filosofi tersebut, menurut Fahmi, terasa begitu relevan dengan situasi Kota Sukabumi setelah melewati pandemi. “Harapan dan pembaruan” menjadi pesan yang ingin ditanamkan bersamaan dengan pohon-pohon tersebut.

Kini, beberapa tahun berlalu. Pohon-pohon tabebuya yang dahulu ditanam mulai tumbuh lebih besar dan tegak. Keberadaannya tidak hanya menghadirkan ruang hijau, tetapi juga menjadi bagian dari lanskap dan wajah Kota Sukabumi.

Bagi Fahmi, pertumbuhan pohon itu sekaligus menjadi pengingat bahwa sesuatu yang baik membutuhkan waktu untuk tumbuh dan memberikan hasil. Melalui unggahannya, Fahmi mengajak masyarakat melihat penghijauan bukan semata-mata sebagai proyek mempercantik kota. Lebih dari itu, menanam pohon merupakan investasi yang hasilnya mungkin baru dapat dinikmati beberapa tahun kemudian.

“Mari menanam sesuatu yang baik hari ini, agar kelak kita dapat memanen keindahannya di hari mendatang,” tulis Fahmi. Pesan tersebut menjadi refleksi bahwa pembangunan kota tidak selalu harus diukur dari sesuatu yang langsung terlihat atau dirasakan.

Ada pula jejak pembangunan yang tumbuh perlahan seperti pohon tabebuya yang kelak menjadi bagian dari kehidupan dan ingatan warga.Tabebuya pun tak lagi sekadar bunga yang mempercantik jalan. Ia menjadi simbol bahwa setelah melewati masa sulit, selalu ada kesempatan untuk tumbuh, memperbarui diri, dan menatap masa depan dengan harapan.

Berita Lainnya

Screenshot 20261024 144531 Instagram
STIKes Sukabumi Siapkan Lulusan Tembus Pasar Kerja Global, Kuasai Tiga Bahasa Asing
Screenshot 20261024 090052 Instagram
Data Warga Harus Akurat! Kota Sukabumi Dorong RT/RW Tertib Administrasi Kependudukan
IMG 20261023 WA0018
Krisis Air Bersih Belum Usai, PMI Kota Sukabumi Salurkan 5.000 Liter Air untuk 640 Warga Lembursitu
Screenshot 20261022 190232 Gallery
Konsolidasi di Rumah Inspirasi Anggota DPR RI drh Slamet, DPD PKS Kota Sukabumi Perkuat Soliditas dan Pelayanan Publik
IMG 20261022 WA0018
Tahun Depan, Ketua DPRD Kota Sukabumi Dorong Hari Santri Lebih Semarak

Kategori Berita

Scroll to Top
Scroll to Top