Ketua DPRD Sukabumi : Museum Rumah Pengasingan Hatta-Sjahrir Jadi Ruang Edukasi Sejarah – SUKABUMI KINI

Rabu, 14 Oktober 2026

Ketua DPRD Sukabumi : Museum Rumah Pengasingan Hatta-Sjahrir Jadi Ruang Edukasi Sejarah

SUKABUMIKINI.COM, Sukabumi– Peresmian Museum Rumah Pengasingan Mohammad Hatta dan Sutan Sjahrir di Kota Sukabumi menjadi momentum untuk kembali menghidupkan jejak sejarah perjuangan bangsa. Hal ini disampaikan Ketua DPRD Kota Sukabumi Wawan Juanda saat turut menghadiri peresmian museum yang berlokasi di Jalan Bhayangkara, Kota Sukabumi, Sabtu (12/9/2026).

Peresmian dilakukan Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Fadli Zon dan dihadiri keluarga Mohammad Hatta dan Sutan Sjahrir serta Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki. Wawan mengatakan, keberadaan museum tersebut bukan sekadar upaya mempertahankan sebuah bangunan bersejarah.

Lebih dari itu, rumah pengasingan tersebut menjadi saksi perjalanan dua tokoh penting dalam sejarah perjuangan Indonesia. “Rumah pengasingan ini bukan sekadar bangunan bersejarah, tetapi menjadi saksi perjalanan dua tokoh bangsa, Mohammad Hatta dan Sutan Sjahrir, yang pernah menjalani masa pengasingan di Sukabumi,” kata Wawan.

Menurut dia, keberadaan museum dapat menjadi sarana bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat pemikiran, semangat perjuangan, serta nilai-nilai kebangsaan yang diwariskan Hatta dan Sjahrir.

Wawan menilai museum tersebut memiliki peran penting, terutama dalam memberikan edukasi sejarah kepada generasi muda. Dengan mengunjungi dan mempelajari sejarah di lokasi tersebut, generasi penerus diharapkan tidak hanya mengenal nama para tokoh bangsa, tetapi juga memahami proses panjang di balik lahirnya kemerdekaan Indonesia.

” Dari tempat ini, kita dapat mengenang semangat perjuangan, pemikiran, serta nilai-nilai kebangsaan yang mereka wariskan kepada generasi penerus,” ujarnya. Ia berharap Museum Rumah Pengasingan Mohammad Hatta dan Sutan Sjahrir dapat menjadi ruang edukasi yang terbuka bagi masyarakat sekaligus memperkuat kesadaran generasi muda terhadap sejarah bangsa.

“Sejarah bukan hanya untuk dikenang, tetapi untuk menjadi pelajaran dalam melangkah ke masa depan,” tutur Wawan. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keberadaan museum sebagai bagian dari warisan sejarah Kota Sukabumi.

Menurutnya, merawat bangunan bersejarah juga berarti menjaga ingatan kolektif mengenai perjuangan para pendiri bangsa. Nilai-nilai tersebut, kata dia, dapat menjadi inspirasi dalam membangun Kota Sukabumi yang maju, berkarakter, dan berdaya saing.

“Semoga museum ini menjadi ruang untuk merawat ingatan kolektif dan menjadikan nilai-nilai perjuangan para pahlawan sebagai inspirasi dalam membangun Kota Sukabumi yang maju, berkarakter, dan berdaya saing,” katanya.

Berita Lainnya

Kategori Berita

Ketua DPRD Sukabumi : Museum Rumah Pengasingan Hatta-Sjahrir Jadi Ruang Edukasi Sejarah

SUKABUMIKINI.COM, Sukabumi– Peresmian Museum Rumah Pengasingan Mohammad Hatta dan Sutan Sjahrir di Kota Sukabumi menjadi momentum untuk kembali menghidupkan jejak sejarah perjuangan bangsa. Hal ini disampaikan Ketua DPRD Kota Sukabumi Wawan Juanda saat turut menghadiri peresmian museum yang berlokasi di Jalan Bhayangkara, Kota Sukabumi, Sabtu (12/9/2026).

Peresmian dilakukan Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Fadli Zon dan dihadiri keluarga Mohammad Hatta dan Sutan Sjahrir serta Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki. Wawan mengatakan, keberadaan museum tersebut bukan sekadar upaya mempertahankan sebuah bangunan bersejarah.

Lebih dari itu, rumah pengasingan tersebut menjadi saksi perjalanan dua tokoh penting dalam sejarah perjuangan Indonesia. “Rumah pengasingan ini bukan sekadar bangunan bersejarah, tetapi menjadi saksi perjalanan dua tokoh bangsa, Mohammad Hatta dan Sutan Sjahrir, yang pernah menjalani masa pengasingan di Sukabumi,” kata Wawan.

Menurut dia, keberadaan museum dapat menjadi sarana bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat pemikiran, semangat perjuangan, serta nilai-nilai kebangsaan yang diwariskan Hatta dan Sjahrir.

Wawan menilai museum tersebut memiliki peran penting, terutama dalam memberikan edukasi sejarah kepada generasi muda. Dengan mengunjungi dan mempelajari sejarah di lokasi tersebut, generasi penerus diharapkan tidak hanya mengenal nama para tokoh bangsa, tetapi juga memahami proses panjang di balik lahirnya kemerdekaan Indonesia.

” Dari tempat ini, kita dapat mengenang semangat perjuangan, pemikiran, serta nilai-nilai kebangsaan yang mereka wariskan kepada generasi penerus,” ujarnya. Ia berharap Museum Rumah Pengasingan Mohammad Hatta dan Sutan Sjahrir dapat menjadi ruang edukasi yang terbuka bagi masyarakat sekaligus memperkuat kesadaran generasi muda terhadap sejarah bangsa.

“Sejarah bukan hanya untuk dikenang, tetapi untuk menjadi pelajaran dalam melangkah ke masa depan,” tutur Wawan. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keberadaan museum sebagai bagian dari warisan sejarah Kota Sukabumi.

Menurutnya, merawat bangunan bersejarah juga berarti menjaga ingatan kolektif mengenai perjuangan para pendiri bangsa. Nilai-nilai tersebut, kata dia, dapat menjadi inspirasi dalam membangun Kota Sukabumi yang maju, berkarakter, dan berdaya saing.

“Semoga museum ini menjadi ruang untuk merawat ingatan kolektif dan menjadikan nilai-nilai perjuangan para pahlawan sebagai inspirasi dalam membangun Kota Sukabumi yang maju, berkarakter, dan berdaya saing,” katanya.

Berita Lainnya

IMG 20261013 WA0009
Dua Remaja Terseret Ombak di Pantai Cibuaya Sukabumi Ditemukan Meninggal
IMG 20261012 WA0022
Peringatan Bulan PRB 2026, PMI Kota Sukabumi Angkat Sistem Peringatan Dini melalui ORC dan AWS
Screenshot 20261012 163341 ChatGPT
Cabai Merah Makin Pedas di Sukabumi, Harga Beras Justru Turun
Screenshot 20261012 082213 ChatGPT
Waspada! Sukabumi Berpotensi Hujan Mulai Siang, Ini Prakiraan BMKG
Screenshot 20261011 185922 Instagram
Menaker Yassierli Buka Pelatihan Vokasi di Sukabumi, Penyandang Disabilitas Turut Dilibatkan

Kategori Berita

Scroll to Top
Scroll to Top