Kebiasaan Anak Gunakan HP Jadi Sorotan di Momen HUT Himpaudi Sukabumi – SUKABUMI KINI

Rabu, 14 Oktober 2026

Kebiasaan Anak Gunakan HP Jadi Sorotan di Momen HUT Himpaudi Sukabumi

SUKABUMIKINI.COM, Sukabumi—Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki meminta orang tua dan pendidik tidak membiasakan anak usia dini menggunakan gawai atau menonton televisi. Menurut dia, usia 0–6 tahun merupakan masa penting dalam pembentukan karakter dan kemampuan anak.

Pesan tersebut disampaikan Ayep saat menghadiri kegiatan HUT ke-21 Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi), Workshop Creative Learning dan Fun Camp Himpaudi Kota Sukabumi di Villa Aku Cantik, Kota Sukabumi, Sabtu (19/9/2026).

Ayep mengatakan, tingginya penggunaan media sosial dan gadget saat ini menjadi tantangan tersendiri dalam pendidikan anak usia dini. Ia mendorong agar anak lebih banyak melakukan aktivitas yang merangsang kreativitas dan interaksi langsung, seperti menulis, menggambar, bermain lego, hingga permainan sederhana lainnya.

“Bagaimana ketergantungan gadget-nya bisa dihindari. Anak dari usia dini diperkenalkan kembali kepada pendidikan seperti sebelumnya, menulis, menggambar, kemudian lego atau mainan-mainan,” kata Ayep. Ia bahkan meminta penggunaan televisi dan telepon seluler untuk anak usia 0–6 tahun dibatasi secara ketat.

“Di usia 0 tahun sampai 6 tahun tidak boleh nonton TV, tidak boleh handphone. Biarkan dia bermain,” ujarnya.

Menurut Ayep, pengenalan teknologi informasi dan media sosial dapat dilakukan ketika anak sudah memasuki jenjang pendidikan dasar dan melewati usia enam tahun. Pada tahap tersebut, anak dinilai mulai perlu diperkenalkan dengan cara menggunakan teknologi secara tepat.

“Biarkan media sosial, media belajar daripada IT itu di usia pendidikan dia ketika SD, SMP, dan SMA, setelah melewati usia enam tahun,” katanya.

Ayep menyebut masa usia dini sebagai periode emas yang perlu dimanfaatkan untuk membangun kemampuan dasar anak melalui permainan, interaksi dan kegiatan belajar secara langsung. Ia juga mencontohkan pola tersebut diterapkan kepada anaknya yang masih berusia sekitar dua tahun.

Menurut dia, anak tersebut hingga kini tidak dibiasakan menonton televisi maupun menggunakan media sosial. “Dia tidak perlu mendapatkan informasi ini karena sedang pembentukan usia dini. Itu usia emas,” ujar Ayep.

Dalam kesempatan tersebut, Ayep juga meminta satuan pendidikan PAUD di Kota Sukabumi mengusulkan kebutuhan revitalisasi kepada pemerintah daerah melalui dinas terkait. Ia menyebut pada 2025 baru terdapat satu PAUD yang mendapatkan revitalisasi. Sementara pada 2026, jumlahnya telah meningkat menjadi tujuh PAUD dan masih berpeluang bertambah.

“Silakan PAUD-PAUD yang ada di Kota Sukabumi mengajukan untuk revitalisasi ke dinas. Yang penting diusulkan,” katanya. Kegiatan HUT ke-21 HIMPAUDI tersebut mengusung tema “Nyalakan Asa, Wujudkan Pengakuan dan Kesetaraan Guru PAUD”.

Acara turut dihadiri Ketua TP PKK sekaligus Bunda PAUD Kota Sukabumi Ranty Rachmatilah, jajaran pengurus dan panitia HIMPAUDI, serta para pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini se-Kota Sukabumi.

Berita Lainnya

Kategori Berita

Kebiasaan Anak Gunakan HP Jadi Sorotan di Momen HUT Himpaudi Sukabumi

SUKABUMIKINI.COM, Sukabumi—Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki meminta orang tua dan pendidik tidak membiasakan anak usia dini menggunakan gawai atau menonton televisi. Menurut dia, usia 0–6 tahun merupakan masa penting dalam pembentukan karakter dan kemampuan anak.

Pesan tersebut disampaikan Ayep saat menghadiri kegiatan HUT ke-21 Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi), Workshop Creative Learning dan Fun Camp Himpaudi Kota Sukabumi di Villa Aku Cantik, Kota Sukabumi, Sabtu (19/9/2026).

Ayep mengatakan, tingginya penggunaan media sosial dan gadget saat ini menjadi tantangan tersendiri dalam pendidikan anak usia dini. Ia mendorong agar anak lebih banyak melakukan aktivitas yang merangsang kreativitas dan interaksi langsung, seperti menulis, menggambar, bermain lego, hingga permainan sederhana lainnya.

“Bagaimana ketergantungan gadget-nya bisa dihindari. Anak dari usia dini diperkenalkan kembali kepada pendidikan seperti sebelumnya, menulis, menggambar, kemudian lego atau mainan-mainan,” kata Ayep. Ia bahkan meminta penggunaan televisi dan telepon seluler untuk anak usia 0–6 tahun dibatasi secara ketat.

“Di usia 0 tahun sampai 6 tahun tidak boleh nonton TV, tidak boleh handphone. Biarkan dia bermain,” ujarnya.

Menurut Ayep, pengenalan teknologi informasi dan media sosial dapat dilakukan ketika anak sudah memasuki jenjang pendidikan dasar dan melewati usia enam tahun. Pada tahap tersebut, anak dinilai mulai perlu diperkenalkan dengan cara menggunakan teknologi secara tepat.

“Biarkan media sosial, media belajar daripada IT itu di usia pendidikan dia ketika SD, SMP, dan SMA, setelah melewati usia enam tahun,” katanya.

Ayep menyebut masa usia dini sebagai periode emas yang perlu dimanfaatkan untuk membangun kemampuan dasar anak melalui permainan, interaksi dan kegiatan belajar secara langsung. Ia juga mencontohkan pola tersebut diterapkan kepada anaknya yang masih berusia sekitar dua tahun.

Menurut dia, anak tersebut hingga kini tidak dibiasakan menonton televisi maupun menggunakan media sosial. “Dia tidak perlu mendapatkan informasi ini karena sedang pembentukan usia dini. Itu usia emas,” ujar Ayep.

Dalam kesempatan tersebut, Ayep juga meminta satuan pendidikan PAUD di Kota Sukabumi mengusulkan kebutuhan revitalisasi kepada pemerintah daerah melalui dinas terkait. Ia menyebut pada 2025 baru terdapat satu PAUD yang mendapatkan revitalisasi. Sementara pada 2026, jumlahnya telah meningkat menjadi tujuh PAUD dan masih berpeluang bertambah.

“Silakan PAUD-PAUD yang ada di Kota Sukabumi mengajukan untuk revitalisasi ke dinas. Yang penting diusulkan,” katanya. Kegiatan HUT ke-21 HIMPAUDI tersebut mengusung tema “Nyalakan Asa, Wujudkan Pengakuan dan Kesetaraan Guru PAUD”.

Acara turut dihadiri Ketua TP PKK sekaligus Bunda PAUD Kota Sukabumi Ranty Rachmatilah, jajaran pengurus dan panitia HIMPAUDI, serta para pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini se-Kota Sukabumi.

Berita Lainnya

IMG 20261013 WA0009
Dua Remaja Terseret Ombak di Pantai Cibuaya Sukabumi Ditemukan Meninggal
IMG 20261012 WA0022
Peringatan Bulan PRB 2026, PMI Kota Sukabumi Angkat Sistem Peringatan Dini melalui ORC dan AWS
Screenshot 20261012 163341 ChatGPT
Cabai Merah Makin Pedas di Sukabumi, Harga Beras Justru Turun
Screenshot 20261012 082213 ChatGPT
Waspada! Sukabumi Berpotensi Hujan Mulai Siang, Ini Prakiraan BMKG
Screenshot 20261011 185922 Instagram
Menaker Yassierli Buka Pelatihan Vokasi di Sukabumi, Penyandang Disabilitas Turut Dilibatkan

Kategori Berita

Scroll to Top
Scroll to Top