SUKABUMIKINI.COM, Sukabumi– Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Sukabumi memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) PMI ke-81 dengan berbagai kegiatan yang berfokus pada penguatan relawan, pelayanan kemanusiaan, hingga kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana. Hal ini tergambar dalam puncak peringatan HUT PMI sekaligus pembukaan Latihan Gabungan (Latgab) Relawan Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAT) digelar di Villa Yustik, Kabupaten Sukabumi, Jumat (25/9/2026).
Momen tersebut dihadiri Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki, Ketua TP PKK sekaligus Ketua Gerakan Pramuka Kota Sukabumi Ranty Rachmatillah, dan Ketua PMI Kota Sukabumi Suranto Sumowiryo.
Ketua PMI Kota Sukabumi Suranto Sumowiryo mengatakan, rangkaian peringatan HUT PMI yang semestinya dilaksanakan pada 17 September baru digelar pada 25-26 September karena adanya sejumlah agenda organisasi di tingkat provinsi. “Ulang tahun PMI yang ke-78 mestinya jatuh tanggal 17 September. Tapi kita undur karena sesuatu hal, di antaranya ada pemilihan ketua tingkat provinsi yang ternyata juga mundur. Akhirnya kita tetapkan tanggal 25 dan 26,” jelasnya.
Dalam peringatan HUT kali ini, PMI Kota Sukabumi menggelar berbagai kegiatan yang berkaitan dengan pelayanan kemanusiaan dan peningkatan kapasitas relawan. Salah satunya adalah Latgab SIBAT yang menjadi sarana meningkatkan kemampuan relawan dalam menghadapi potensi bencana di lingkungan masyarakat.
Menurut Suranto, penguatan SIBAT menjadi bagian penting dari kegiatan PMI karena relawan berbasis masyarakat berada di garis terdepan dalam membantu warga ketika terjadi bencana. Selain kegiatan pelatihan relawan, PMI Kota Sukabumi juga mencatat sejumlah kegiatan kemanusiaan sepanjang periode terakhir.

Salah satunya distribusi air bersih untuk masyarakat yang terdampak kekeringan. Dalam hampir dua bulan, PMI telah menyalurkan sekitar 500.000 liter air bersih ke sejumlah wilayah yang membutuhkan. Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk respons PMI terhadap kondisi masyarakat sekaligus wujud pelayanan kemanusiaan yang dilakukan organisasi.
“Suplai air bersih sampai 500.000 liter selama hampir dua bulan ini,” ujar Suranto. PMI juga terus menjalankan kegiatan donor darah.
Suranto mengatakan, partisipasi masyarakat Kota Sukabumi dalam donor darah meningkat sehingga kebutuhan darah selama sekitar dua bulan terakhir dapat dipenuhi dari masyarakat setempat. “Biasanya kita mengambil dari luar kota. Sekarang dua bulan ini alhamdulillah dicukupi oleh masyarakat Kota Sukabumi,” katanya.
Rangkaian kegiatan PMI juga menyasar kalangan pelajar melalui pembinaan Palang Merah Remaja (PMR). PMI Kota Sukabumi memberikan pelatihan kepada pembina dan pelatih PMR untuk meningkatkan serta menyamakan pemahaman mengenai kepalangmerahan.
Suranto mengatakan, pembinaan tersebut penting agar pengetahuan dan keterampilan kepalangmerahan dapat diberikan secara seragam kepada anggota PMR. Pada momentum HUT PMI tersebut, PMI Kota Sukabumi juga mendapat dukungan berupa satu unit mobil operasional dari PMI Pusat.
Kendaraan tersebut diberikan sebagai apresiasi terhadap pembinaan SIBAT PMI Kota Sukabumi yang dinilai memiliki capaian baik di tingkat nasional. Suranto mengatakan, kendaraan itu akan digunakan untuk mendukung kegiatan operasional PMI, baik di markas maupun Unit Donor Darah (UDD).
“Rencananya untuk operasional pengurus dan kebutuhan lainnya. Kita ada unit markas dan unit donor darah. Nanti dipakai untuk operasional,” ujarnya.
Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki mengapresiasi kiprah PMI Kota Sukabumi dalam berbagai kegiatan kemanusiaan. Menurutnya, kolaborasi PMI dengan Pemerintah Kota Sukabumi telah memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, termasuk dalam penanganan kekeringan melalui distribusi air bersih.
Ayep berharap momentum HUT PMI menjadi penguat komitmen organisasi dalam menghadapi tantangan kebencanaan yang semakin kompleks. Ia menilai penanganan bencana tidak cukup hanya dilakukan ketika bencana terjadi, tetapi harus diperkuat melalui pencegahan, edukasi, mitigasi dan kesiapsiagaan masyarakat.
“Orientasi kita tidak boleh hanya pada respons bencana. Kita harus memperkuat pencegahan, edukasi, mitigasi serta penguatan kesiapsiagaan berbasis masyarakat melalui program SIBAT,” kata Ayep. Ia juga berpesan kepada para relawan PMI agar terus meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, bekerja dengan ketulusan, serta memberikan pelayanan kepada seluruh masyarakat tanpa membeda-bedakan.
“Teruslah bekerja dengan ketulusan, meningkatkan ilmu dan keterampilan, serta melayani masyarakat tanpa membeda-bedakan,” ujarnya. Ayep berharap kolaborasi antara PMI, pemerintah, instansi terkait dan masyarakat dapat terus diperkuat sehingga pelayanan kemanusiaan di Kota Sukabumi berjalan secara berkelanjutan.
