Di Musrenbang RKPD 2027, Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki Tekankan Sinkronisasi Arah Pembangunan – SUKABUMI KINI

Rabu, 26 Agustus 2026

Di Musrenbang RKPD 2027, Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki Tekankan Sinkronisasi Arah Pembangunan

SUKABUMIKINI.COM, Sukabumi–Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027 menjadi titik krusial dalam menentukan arah pembangunan kota ke depan. Hal tersebut disampaikan Wali Kota Sukabumi Ayep ZAki saat membuka Musrenbang RKPD 2027 di Gedung Juang 45, Kota Sukabumi, Rabu (8/4/2026).

“Forum ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan ruang strategis untuk menyatukan visi dan memastikan kebijakan yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” ujar Ayep. Musrenbang harus menjadi momentum untuk menyelaraskan arah pembangunan agar lebih tepat sasaran dan berdampak langsung.

Keberhasilan pembangunan kata Ayep tidak bisa hanya bertumpu pada pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen, mulai dari akademisi, pelaku usaha, hingga masyarakat. Kolaborasi ini menjadi fondasi dalam mewujudkan Kota Sukabumi yang inovatif, mandiri, agamis, dan nasionalis.

“Sejumlah indikator makro pembangunan tahun 2025 menunjukkan tren menggembirakan. Pertumbuhan ekonomi Kota Sukabumi tercatat mencapai 5,32 persen, melampaui rata-rata provinsi maupun nasional,” terang Ayep. Ia menambahkan, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) juga meningkat menjadi 78,23. Angka kemiskinan berhasil ditekan hingga 6,90 persen, sementara tingkat pengangguran terbuka turun menjadi 8,19 persen.

Dari sisi keuangan daerah, Pendapatan Asli Daerah (PAD) naik Rp54,5 miliar atau 12,47 persen pada 2025, dengan target kenaikan Rp44,14 miliar atau 8,98 persen pada 2026. “Kapasitas fiskal kita semakin kuat. Ini penting untuk menjaga kesinambungan pembangunan, apalagi di tengah potensi berkurangnya dana transfer dari pusat,” jelasnya.

Sepanjang 2025, lanjut Ayep, Pemkot Sukabumi mencatatkan 131 penghargaan dari berbagai level. Namun, Ayep mengingatkan tantangan ke depan tidak ringan, mulai dari ketidakpastian global hingga isu lokal seperti dampak operasional Tol Bocimi Seksi 3, pengembangan kawasan industri, penciptaan lapangan kerja, hingga penguatan sektor ekonomi kreatif.

Menjawab tantangan tersebut lanjut Ayep, Pemkot Sukabumi menetapkan sejumlah prioritas pembangunan tahun 2027, antara lain penurunan pengangguran melalui penciptaan lapangan kerja, pengurangan kemiskinan, peningkatan kualitas infrastruktur, serta pengelolaan sampah berbasis teknologi modern. “Pengembangan pusat pertumbuhan ekonomi baru, terutama di wilayah selatan, juga menjadi prioritas agar pembangunan lebih merata,” ujarnya.(*)

Berita Lainnya

Kategori Berita

Di Musrenbang RKPD 2027, Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki Tekankan Sinkronisasi Arah Pembangunan

SUKABUMIKINI.COM, Sukabumi–Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027 menjadi titik krusial dalam menentukan arah pembangunan kota ke depan. Hal tersebut disampaikan Wali Kota Sukabumi Ayep ZAki saat membuka Musrenbang RKPD 2027 di Gedung Juang 45, Kota Sukabumi, Rabu (8/4/2026).

“Forum ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan ruang strategis untuk menyatukan visi dan memastikan kebijakan yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” ujar Ayep. Musrenbang harus menjadi momentum untuk menyelaraskan arah pembangunan agar lebih tepat sasaran dan berdampak langsung.

Keberhasilan pembangunan kata Ayep tidak bisa hanya bertumpu pada pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen, mulai dari akademisi, pelaku usaha, hingga masyarakat. Kolaborasi ini menjadi fondasi dalam mewujudkan Kota Sukabumi yang inovatif, mandiri, agamis, dan nasionalis.

“Sejumlah indikator makro pembangunan tahun 2025 menunjukkan tren menggembirakan. Pertumbuhan ekonomi Kota Sukabumi tercatat mencapai 5,32 persen, melampaui rata-rata provinsi maupun nasional,” terang Ayep. Ia menambahkan, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) juga meningkat menjadi 78,23. Angka kemiskinan berhasil ditekan hingga 6,90 persen, sementara tingkat pengangguran terbuka turun menjadi 8,19 persen.

Dari sisi keuangan daerah, Pendapatan Asli Daerah (PAD) naik Rp54,5 miliar atau 12,47 persen pada 2025, dengan target kenaikan Rp44,14 miliar atau 8,98 persen pada 2026. “Kapasitas fiskal kita semakin kuat. Ini penting untuk menjaga kesinambungan pembangunan, apalagi di tengah potensi berkurangnya dana transfer dari pusat,” jelasnya.

Sepanjang 2025, lanjut Ayep, Pemkot Sukabumi mencatatkan 131 penghargaan dari berbagai level. Namun, Ayep mengingatkan tantangan ke depan tidak ringan, mulai dari ketidakpastian global hingga isu lokal seperti dampak operasional Tol Bocimi Seksi 3, pengembangan kawasan industri, penciptaan lapangan kerja, hingga penguatan sektor ekonomi kreatif.

Menjawab tantangan tersebut lanjut Ayep, Pemkot Sukabumi menetapkan sejumlah prioritas pembangunan tahun 2027, antara lain penurunan pengangguran melalui penciptaan lapangan kerja, pengurangan kemiskinan, peningkatan kualitas infrastruktur, serta pengelolaan sampah berbasis teknologi modern. “Pengembangan pusat pertumbuhan ekonomi baru, terutama di wilayah selatan, juga menjadi prioritas agar pembangunan lebih merata,” ujarnya.(*)

Berita Lainnya

IMG 20260826 WA0006
Tak Hanya Jaga Keamanan, Satlinmas Tipar Sukabumi Diminta Aktif Dorong Pajak dan Kepedulian Sosial
Screenshot 20260825 190032 Instagram
PMI dan BPBD Kota Sukabumi Salurkan Air Bersih ke Tiga Wilayah Terdampak Krisis Air
Image1787629348
Dua TPSS di Kecamatan Lembursitu Kota Sukabumi Ditutup, Warga Didorong Kelola Sampah Berbasis RW
IMG 20260824 WA0026
9 Finalis Duta Baca Kota Sukabumi 2026 Adu Inovasi Literasi, Siapa Terpilih?
IMG 20260824 WA0017
LPK Politeknik Sukabumi Dibuka, Wali Kota Sukabumi Dorong Warga Siap Kerja hingga Jepang

Kategori Berita

Scroll to Top
Scroll to Top