Di Musrenbang RKPD 2027, Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki Tekankan Sinkronisasi Arah Pembangunan – SUKABUMI KINI

Senin, 25 Mei 2026

Di Musrenbang RKPD 2027, Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki Tekankan Sinkronisasi Arah Pembangunan

SUKABUMIKINI.COM, Sukabumi–Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027 menjadi titik krusial dalam menentukan arah pembangunan kota ke depan. Hal tersebut disampaikan Wali Kota Sukabumi Ayep ZAki saat membuka Musrenbang RKPD 2027 di Gedung Juang 45, Kota Sukabumi, Rabu (8/4/2026).

“Forum ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan ruang strategis untuk menyatukan visi dan memastikan kebijakan yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” ujar Ayep. Musrenbang harus menjadi momentum untuk menyelaraskan arah pembangunan agar lebih tepat sasaran dan berdampak langsung.

Keberhasilan pembangunan kata Ayep tidak bisa hanya bertumpu pada pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen, mulai dari akademisi, pelaku usaha, hingga masyarakat. Kolaborasi ini menjadi fondasi dalam mewujudkan Kota Sukabumi yang inovatif, mandiri, agamis, dan nasionalis.

“Sejumlah indikator makro pembangunan tahun 2025 menunjukkan tren menggembirakan. Pertumbuhan ekonomi Kota Sukabumi tercatat mencapai 5,32 persen, melampaui rata-rata provinsi maupun nasional,” terang Ayep. Ia menambahkan, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) juga meningkat menjadi 78,23. Angka kemiskinan berhasil ditekan hingga 6,90 persen, sementara tingkat pengangguran terbuka turun menjadi 8,19 persen.

Dari sisi keuangan daerah, Pendapatan Asli Daerah (PAD) naik Rp54,5 miliar atau 12,47 persen pada 2025, dengan target kenaikan Rp44,14 miliar atau 8,98 persen pada 2026. “Kapasitas fiskal kita semakin kuat. Ini penting untuk menjaga kesinambungan pembangunan, apalagi di tengah potensi berkurangnya dana transfer dari pusat,” jelasnya.

Sepanjang 2025, lanjut Ayep, Pemkot Sukabumi mencatatkan 131 penghargaan dari berbagai level. Namun, Ayep mengingatkan tantangan ke depan tidak ringan, mulai dari ketidakpastian global hingga isu lokal seperti dampak operasional Tol Bocimi Seksi 3, pengembangan kawasan industri, penciptaan lapangan kerja, hingga penguatan sektor ekonomi kreatif.

Menjawab tantangan tersebut lanjut Ayep, Pemkot Sukabumi menetapkan sejumlah prioritas pembangunan tahun 2027, antara lain penurunan pengangguran melalui penciptaan lapangan kerja, pengurangan kemiskinan, peningkatan kualitas infrastruktur, serta pengelolaan sampah berbasis teknologi modern. “Pengembangan pusat pertumbuhan ekonomi baru, terutama di wilayah selatan, juga menjadi prioritas agar pembangunan lebih merata,” ujarnya.(*)

Berita Lainnya

Kategori Berita

Di Musrenbang RKPD 2027, Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki Tekankan Sinkronisasi Arah Pembangunan

SUKABUMIKINI.COM, Sukabumi–Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027 menjadi titik krusial dalam menentukan arah pembangunan kota ke depan. Hal tersebut disampaikan Wali Kota Sukabumi Ayep ZAki saat membuka Musrenbang RKPD 2027 di Gedung Juang 45, Kota Sukabumi, Rabu (8/4/2026).

“Forum ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan ruang strategis untuk menyatukan visi dan memastikan kebijakan yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” ujar Ayep. Musrenbang harus menjadi momentum untuk menyelaraskan arah pembangunan agar lebih tepat sasaran dan berdampak langsung.

Keberhasilan pembangunan kata Ayep tidak bisa hanya bertumpu pada pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen, mulai dari akademisi, pelaku usaha, hingga masyarakat. Kolaborasi ini menjadi fondasi dalam mewujudkan Kota Sukabumi yang inovatif, mandiri, agamis, dan nasionalis.

“Sejumlah indikator makro pembangunan tahun 2025 menunjukkan tren menggembirakan. Pertumbuhan ekonomi Kota Sukabumi tercatat mencapai 5,32 persen, melampaui rata-rata provinsi maupun nasional,” terang Ayep. Ia menambahkan, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) juga meningkat menjadi 78,23. Angka kemiskinan berhasil ditekan hingga 6,90 persen, sementara tingkat pengangguran terbuka turun menjadi 8,19 persen.

Dari sisi keuangan daerah, Pendapatan Asli Daerah (PAD) naik Rp54,5 miliar atau 12,47 persen pada 2025, dengan target kenaikan Rp44,14 miliar atau 8,98 persen pada 2026. “Kapasitas fiskal kita semakin kuat. Ini penting untuk menjaga kesinambungan pembangunan, apalagi di tengah potensi berkurangnya dana transfer dari pusat,” jelasnya.

Sepanjang 2025, lanjut Ayep, Pemkot Sukabumi mencatatkan 131 penghargaan dari berbagai level. Namun, Ayep mengingatkan tantangan ke depan tidak ringan, mulai dari ketidakpastian global hingga isu lokal seperti dampak operasional Tol Bocimi Seksi 3, pengembangan kawasan industri, penciptaan lapangan kerja, hingga penguatan sektor ekonomi kreatif.

Menjawab tantangan tersebut lanjut Ayep, Pemkot Sukabumi menetapkan sejumlah prioritas pembangunan tahun 2027, antara lain penurunan pengangguran melalui penciptaan lapangan kerja, pengurangan kemiskinan, peningkatan kualitas infrastruktur, serta pengelolaan sampah berbasis teknologi modern. “Pengembangan pusat pertumbuhan ekonomi baru, terutama di wilayah selatan, juga menjadi prioritas agar pembangunan lebih merata,” ujarnya.(*)

Berita Lainnya

WhatsApp Image 2026 05 25 At 10.40
Hari Lansia Nasional, Wakil Wali Kota Sukabumi Ajak Warga Sukabumi Aktif Bergerak dan Jaga Kesehatan
IMG 20260525 WA0010
Jelang Iduladha, Harga Daging Ayam dan Cabai Merah di Kota Sukabumi Merangkak Naik
IMG 20260524 WA0047
Saat Reses, Anggota DPRD Kota Sukabumi Danny Ramdhani Ajak Warga Perkuat Ketahanan Pangan dari Rumah
IMG 20260524 WA0026
Milad ke-24 PKS di Sukabumi, Pasar Tani dan Senam Sehat Jadi Ajang Perkuat Ekonomi Rakyat
IMG 20260524 WA0020
Di Masa Reses, Anggota DPRD Kota Sukabumi Agus Samsul Serap Aspirasi Warga soal P2RW dan Bansos

Kategori Berita

Scroll to Top
Scroll to Top