Tak Sekadar Silaturahmi, Halalbihalal IDI Kota Sukabumi Diwarnai Seminar Kesehatan – SUKABUMI KINI

Jumat, 28 Agustus 2026

Tak Sekadar Silaturahmi, Halalbihalal IDI Kota Sukabumi Diwarnai Seminar Kesehatan

SUKABUMIKINI.COM, Sukabumi— Keluarga besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kota Sukabumi menggelar halalbihalal yang dikemas berbeda di Ballroom Hotel Horison, Sabtu (11/4/2026). Selain menjadi ajang silaturahmi pasca-Idul Fitri, kegiatan ini juga diisi dengan seminar kesehatan yang menitikberatkan pada penguatan etika profesi dan pembaruan ilmu kedokteran.

Ketua IDI Kota Sukabumi, Asep Tajul Mutaqin, mengatakan, halalbihalal tahun ini sengaja dirancang tidak hanya berisi tausiyah keagamaan. Tetapi juga pembekalan keilmuan bagi para dokter.

“Ini merupakan momen yang berbeda. Biasanya halalbihalal identik dengan ceramah keagamaan, tapi kali ini kami angkat tema keilmuan, khususnya di bidang kedokteran,” ujar Asep.
Ia menjelaskan, salah satu fokus utama kegiatan adalah peningkatan pemahaman dokter terhadap etika profesi serta regulasi terbaru di sektor kesehatan.

Menurut Asep, perubahan regulasi yang kini terintegrasi dalam skema omnibus law menuntut tenaga medis untuk lebih mendalami berbagai pasal yang semakin kompleks.

“Pemahaman terhadap undang-undang kesehatan yang terbaru ini penting, karena sekarang pengaturannya tidak berdiri sendiri, melainkan sudah terintegrasi. Ini tentu perlu pendalaman yang serius,” kata dia.

Selain itu, kegiatan ini juga menghadirkan pembaruan ilmu kedokteran melalui sejumlah narasumber, di antaranya Prof Achmad Fauzi Kamal, Joko Hendarto, dan Nurul Aida Fathya.

Asep menyoroti kontribusi Prof Achmad Fauzi Kamal, yang merupakan putra daerah Sukabumi, dalam bidang ortopedi onkologi. Ia menyebut, inovasi yang dikembangkan memungkinkan pasien kanker tulang, khususnya anak-anak, untuk mempertahankan anggota tubuh tanpa harus menjalani amputasi.

“Dulu pasien kanker tulang, terutama anak-anak, sering harus diamputasi. Sekarang dengan metode yang ditemukan beliau, anggota tubuh bisa dipertahankan,” ujar Asep. Selain isu etika dan inovasi medis, seminar juga mengangkat topik tuberkulosis (TBC) yang masih menjadi perhatian serius. Para dokter diingatkan kembali mengenai penanganan kasus TBC yang tepat, mengingat angka kasus yang masih cukup tinggi.

Asep menambahkan, perubahan kebijakan kesehatan juga berdampak pada relasi antara dokter dan pasien. Saat ini, pasien memiliki peran lebih aktif dalam menentukan pilihan layanan kesehatan.

“Kalau dulu pasien cenderung mengikuti arahan dokter, sekarang pasien punya hak untuk memilih dokter maupun metode pengobatan. Bahkan bisa menolak pendekatan yang dianggap tidak sesuai,” kata Asep.

Melalui kegiatan ini, IDI Kota Sukabumi berharap para dokter tidak hanya mempererat kebersamaan. Akan tetapi juga terus meningkatkan kompetensi dan adaptif terhadap perubahan regulasi serta dinamika pelayanan kesehatan.

Berita Lainnya

Kategori Berita

Tak Sekadar Silaturahmi, Halalbihalal IDI Kota Sukabumi Diwarnai Seminar Kesehatan

SUKABUMIKINI.COM, Sukabumi— Keluarga besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kota Sukabumi menggelar halalbihalal yang dikemas berbeda di Ballroom Hotel Horison, Sabtu (11/4/2026). Selain menjadi ajang silaturahmi pasca-Idul Fitri, kegiatan ini juga diisi dengan seminar kesehatan yang menitikberatkan pada penguatan etika profesi dan pembaruan ilmu kedokteran.

Ketua IDI Kota Sukabumi, Asep Tajul Mutaqin, mengatakan, halalbihalal tahun ini sengaja dirancang tidak hanya berisi tausiyah keagamaan. Tetapi juga pembekalan keilmuan bagi para dokter.

“Ini merupakan momen yang berbeda. Biasanya halalbihalal identik dengan ceramah keagamaan, tapi kali ini kami angkat tema keilmuan, khususnya di bidang kedokteran,” ujar Asep.
Ia menjelaskan, salah satu fokus utama kegiatan adalah peningkatan pemahaman dokter terhadap etika profesi serta regulasi terbaru di sektor kesehatan.

Menurut Asep, perubahan regulasi yang kini terintegrasi dalam skema omnibus law menuntut tenaga medis untuk lebih mendalami berbagai pasal yang semakin kompleks.

“Pemahaman terhadap undang-undang kesehatan yang terbaru ini penting, karena sekarang pengaturannya tidak berdiri sendiri, melainkan sudah terintegrasi. Ini tentu perlu pendalaman yang serius,” kata dia.

Selain itu, kegiatan ini juga menghadirkan pembaruan ilmu kedokteran melalui sejumlah narasumber, di antaranya Prof Achmad Fauzi Kamal, Joko Hendarto, dan Nurul Aida Fathya.

Asep menyoroti kontribusi Prof Achmad Fauzi Kamal, yang merupakan putra daerah Sukabumi, dalam bidang ortopedi onkologi. Ia menyebut, inovasi yang dikembangkan memungkinkan pasien kanker tulang, khususnya anak-anak, untuk mempertahankan anggota tubuh tanpa harus menjalani amputasi.

“Dulu pasien kanker tulang, terutama anak-anak, sering harus diamputasi. Sekarang dengan metode yang ditemukan beliau, anggota tubuh bisa dipertahankan,” ujar Asep. Selain isu etika dan inovasi medis, seminar juga mengangkat topik tuberkulosis (TBC) yang masih menjadi perhatian serius. Para dokter diingatkan kembali mengenai penanganan kasus TBC yang tepat, mengingat angka kasus yang masih cukup tinggi.

Asep menambahkan, perubahan kebijakan kesehatan juga berdampak pada relasi antara dokter dan pasien. Saat ini, pasien memiliki peran lebih aktif dalam menentukan pilihan layanan kesehatan.

“Kalau dulu pasien cenderung mengikuti arahan dokter, sekarang pasien punya hak untuk memilih dokter maupun metode pengobatan. Bahkan bisa menolak pendekatan yang dianggap tidak sesuai,” kata Asep.

Melalui kegiatan ini, IDI Kota Sukabumi berharap para dokter tidak hanya mempererat kebersamaan. Akan tetapi juga terus meningkatkan kompetensi dan adaptif terhadap perubahan regulasi serta dinamika pelayanan kesehatan.

Berita Lainnya

Screenshot 20260828 125808 Instagram
Kemarau, Debit Air PDAM Kota Sukabumi Menyusut
Screenshot 20260827 173541 Instagram
Mojang Jajaka Didorong Promosikan Potensi Kota Sukabumi
Screenshot 20260827 164459 Instagram
Duta Baca Kota Sukabumi 2026 Terpilih, Jadi Garda Depan Gerakan Literasi Generasi Muda
IMG 20260827 WA0005
Susuri Lorong Waktu Soekaboemi Tempo Dulu Tata Kelola Wisata Kekinian
IMG 20260827 WA0014
Forum Konsultasi Publik Standar Pelayanan Disdukcapil Kota Sukabumi, Layanan Adminduk Didorong Makin Cepat dan Mudah

Kategori Berita

Scroll to Top
Scroll to Top