SCG Bangun 4 Waste Station di Sukabumi, Dorong Budaya Kelola Sampah Berbasis Warga – SUKABUMI KINI

Rabu, 21 Oktober 2026

SCG Bangun 4 Waste Station di Sukabumi, Dorong Budaya Kelola Sampah Berbasis Warga

SUKABUMIKINI.COM, Jakarta – SCG, melalui anak perusahaannya, PT Semen Jawa dan PT Tambang Semen Sukabumi, selaku produsen Semen SCG, terus memperkuat komitmennya dalam pengelolaan lingkungan berkelanjutan. Dengan membangun 4 SCG Mentari Waste Station yang berlokasi di Desa Kebonmanggu, Wangunreja, dan Sukamaju, menyediakan 1 unit mobil pick-up operasional, serta mendistribusikan 5.000 karung untuk mendukung aktivitas pemilahan sampah di masyarakat.

Perusahaan juga membangun bak pengumpulan sampah organik di Desa Kebonmanggu dan Sirnaresmi. Pengadaan berbagai fasilitas pengelolaan sampah ini merupakan wujud komitmen perusahaan dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan berkelanjutan, yang mampu untuk mendukung peningkatan kualitas kesehatan, menjaga kelestarian lingkungan serta mendorong kesejahteraan masyarakat.

Presiden Direktur PT Semen Jawa dan PT Tambang Semen Sukabumi Peramas Wajananawat menyebutkan, “Sejalan dengan prinsip “Inclusive Green Growth”, Melalui SCG Mentari, perusahaan ingin mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah. Sekaligus menciptakan sistem waste management berbasis komunitas yang berkelanjutan.

SCG Mentari Waste Station beserta peralatan dan fasilitas pendukungnya diharapkan dapat mendorong terbentuknya budaya pengelolaan sampah terpadu di tengah masyarakat Kabupaten Sukabumi. Fasilitas ini dirancang untuk mengakomodasi seluruh tahapan pengelolaan sampah secara terpadu, mulai dari pengumpulan, pemilahan, hingga pendistribusian ke pabrik PT Semen Jawa, untuk kemudian dijadikan bahan bakar alternatif.

Pengadaan mobil pick-up juga diharapkan mampu membantu memperkuat efisiensi pengangkutan sampah, sehingga operasional di lapangan menjadi lebih optimal. Selain itu, distribusi 5.000 karung kepada masyarakat menjadi bentuk dukungan untuk membangun kebiasaan memilah sampah sejak dari rumah.

Dengan fasilitas ini, SCG berkomitmen untuk meningkatkan kesadaran terhadap masyarakat untuk berpartisipasi dalam menjaga kebersihan lingkungan secara aktif. SCG juga telah membangun bak sampah komunal di Desa Kebonmanggu dan Sirnaresmi sebagai titik pengumpulan sampah organik masyarakat, yang selanjutnya akan dikelola oleh SCG Mentari Warrior guna memastikan proses pengelolaan berjalan secara berkelanjutan.

Selain berfungsi sebagai pusat pengelolaan sampah masyarakat, SCG Mentari Waste Station juga dihadirkan sebagai sarana edukasi publik berbasis seni untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pelestarian lingkungan. SCG berkolaborasi dengan seniman asal Sukabumi, Edwin Do, untuk menghadirkan artwork atau lukisan di area waste station. Karya ini mengusung karakter visual yang ceria untuk mengubah persepsi ruang pengumpulan sampah menjadi area yang inspiratif, bernilai estetika, sekaligus bermanfaat bagi masyarakat.

Lebih dari itu, lukisan tersebut merepresentasikan filosofi siklus hidup berkelanjutan yang dimulai dari langkah kecil setiap individu, dengan mengajak masyarakat melihat sampah bukan sebagai akhir, melainkan awal dari sesuatu yang baru menuju gaya hidup zero waste. Melalui sentuhan seni ini, pesan tentang kepedulian terhadap lingkungan dan pentingnya pengelolaan sampah disampaikan secara kreatif dan lebih interaktif bagi masyarakat.

“Kami melihat langsung perubahan di masyarakat sejak SCG Mentari berjalan. Warga kini lebih aktif memilah dan mengelola sampah,” ujar Ketua SCG Warrior Mentari, Hadi Permana. Dukungan fasilitas dari SCG membuat pihaknya semakin percaya diri untuk menjalankan pengelolaan sampah secara mandiri, dan bangga bisa menjadi bagian dari perubahan ini.

Sejak berjalan pada tahun 2024, program SCG Mentari berhasil mengelola lebih dari 11 ton sampah, dengan rata-rata pengumpulan mencapai 2 ton sampah per bulan. Capaian ini menunjukkan peran penting kolaborasi antara perusahaan dan masyarakat dalam mengatasi permasalahan sampah dari sumbernya.

Hingga saat ini, program SCG Mentari telah melibatkan lebih dari 1.000 warga dari lima desa Kabupaten Sukabumi untuk serta mempromosikan budaya pelestarian alam dengan mengadakan berbagai aktivitas pemilahan dan pengumpulan sampah.

Berbagai upaya pelestarian lingkungan yang dijalankan melalui program SCG Mentari berlandaskan prinsip bisnis “Inclusive Green Growth”, yang menegaskan komitmen SCG dalam mendorong terwujudnya Low Carbon Society melalui pertumbuhan berkelanjutan berbasis inovasi hijau bersama seluruh pemangku kepentingan, sejalan dengan target Net Zero 2050.

Melalui kolaborasi erat dengan masyarakat Kabupaten Sukabumi, SCG terus memperkuat budaya pelestarian lingkungan yang inklusif sekaligus menghadirkan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Berita Lainnya

Kategori Berita

SCG Bangun 4 Waste Station di Sukabumi, Dorong Budaya Kelola Sampah Berbasis Warga

SUKABUMIKINI.COM, Jakarta – SCG, melalui anak perusahaannya, PT Semen Jawa dan PT Tambang Semen Sukabumi, selaku produsen Semen SCG, terus memperkuat komitmennya dalam pengelolaan lingkungan berkelanjutan. Dengan membangun 4 SCG Mentari Waste Station yang berlokasi di Desa Kebonmanggu, Wangunreja, dan Sukamaju, menyediakan 1 unit mobil pick-up operasional, serta mendistribusikan 5.000 karung untuk mendukung aktivitas pemilahan sampah di masyarakat.

Perusahaan juga membangun bak pengumpulan sampah organik di Desa Kebonmanggu dan Sirnaresmi. Pengadaan berbagai fasilitas pengelolaan sampah ini merupakan wujud komitmen perusahaan dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan berkelanjutan, yang mampu untuk mendukung peningkatan kualitas kesehatan, menjaga kelestarian lingkungan serta mendorong kesejahteraan masyarakat.

Presiden Direktur PT Semen Jawa dan PT Tambang Semen Sukabumi Peramas Wajananawat menyebutkan, “Sejalan dengan prinsip “Inclusive Green Growth”, Melalui SCG Mentari, perusahaan ingin mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah. Sekaligus menciptakan sistem waste management berbasis komunitas yang berkelanjutan.

SCG Mentari Waste Station beserta peralatan dan fasilitas pendukungnya diharapkan dapat mendorong terbentuknya budaya pengelolaan sampah terpadu di tengah masyarakat Kabupaten Sukabumi. Fasilitas ini dirancang untuk mengakomodasi seluruh tahapan pengelolaan sampah secara terpadu, mulai dari pengumpulan, pemilahan, hingga pendistribusian ke pabrik PT Semen Jawa, untuk kemudian dijadikan bahan bakar alternatif.

Pengadaan mobil pick-up juga diharapkan mampu membantu memperkuat efisiensi pengangkutan sampah, sehingga operasional di lapangan menjadi lebih optimal. Selain itu, distribusi 5.000 karung kepada masyarakat menjadi bentuk dukungan untuk membangun kebiasaan memilah sampah sejak dari rumah.

Dengan fasilitas ini, SCG berkomitmen untuk meningkatkan kesadaran terhadap masyarakat untuk berpartisipasi dalam menjaga kebersihan lingkungan secara aktif. SCG juga telah membangun bak sampah komunal di Desa Kebonmanggu dan Sirnaresmi sebagai titik pengumpulan sampah organik masyarakat, yang selanjutnya akan dikelola oleh SCG Mentari Warrior guna memastikan proses pengelolaan berjalan secara berkelanjutan.

Selain berfungsi sebagai pusat pengelolaan sampah masyarakat, SCG Mentari Waste Station juga dihadirkan sebagai sarana edukasi publik berbasis seni untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pelestarian lingkungan. SCG berkolaborasi dengan seniman asal Sukabumi, Edwin Do, untuk menghadirkan artwork atau lukisan di area waste station. Karya ini mengusung karakter visual yang ceria untuk mengubah persepsi ruang pengumpulan sampah menjadi area yang inspiratif, bernilai estetika, sekaligus bermanfaat bagi masyarakat.

Lebih dari itu, lukisan tersebut merepresentasikan filosofi siklus hidup berkelanjutan yang dimulai dari langkah kecil setiap individu, dengan mengajak masyarakat melihat sampah bukan sebagai akhir, melainkan awal dari sesuatu yang baru menuju gaya hidup zero waste. Melalui sentuhan seni ini, pesan tentang kepedulian terhadap lingkungan dan pentingnya pengelolaan sampah disampaikan secara kreatif dan lebih interaktif bagi masyarakat.

“Kami melihat langsung perubahan di masyarakat sejak SCG Mentari berjalan. Warga kini lebih aktif memilah dan mengelola sampah,” ujar Ketua SCG Warrior Mentari, Hadi Permana. Dukungan fasilitas dari SCG membuat pihaknya semakin percaya diri untuk menjalankan pengelolaan sampah secara mandiri, dan bangga bisa menjadi bagian dari perubahan ini.

Sejak berjalan pada tahun 2024, program SCG Mentari berhasil mengelola lebih dari 11 ton sampah, dengan rata-rata pengumpulan mencapai 2 ton sampah per bulan. Capaian ini menunjukkan peran penting kolaborasi antara perusahaan dan masyarakat dalam mengatasi permasalahan sampah dari sumbernya.

Hingga saat ini, program SCG Mentari telah melibatkan lebih dari 1.000 warga dari lima desa Kabupaten Sukabumi untuk serta mempromosikan budaya pelestarian alam dengan mengadakan berbagai aktivitas pemilahan dan pengumpulan sampah.

Berbagai upaya pelestarian lingkungan yang dijalankan melalui program SCG Mentari berlandaskan prinsip bisnis “Inclusive Green Growth”, yang menegaskan komitmen SCG dalam mendorong terwujudnya Low Carbon Society melalui pertumbuhan berkelanjutan berbasis inovasi hijau bersama seluruh pemangku kepentingan, sejalan dengan target Net Zero 2050.

Melalui kolaborasi erat dengan masyarakat Kabupaten Sukabumi, SCG terus memperkuat budaya pelestarian lingkungan yang inklusif sekaligus menghadirkan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Berita Lainnya

IMG 20261020 WA0021
PMI Kota Bandung Tingkatkan Standar Pertolongan Pertama Lewat Sertifikasi Kompetensi BNSP
Screenshot 20261020 172114 Instagram
Waspada Penularan TBC, Puskesmas Tipar Sukabumi Telusuri 100 Kontak Erat
Screenshot 20261020 140327 Gallery
Baru 4.000 dari Target 9.300 Orang, Tracing TBC di Sukabumi Terus Diperluas
IMG 20261019 WA0008
Perkuat Kompetensi Relawan, PMI Kota Sukabumi Gelar Uji Sertifikasi BNSP Pertolongan Pertama
Screenshot 20261019 113609 Instagram
Atasi Pengangguran, 44 Warga Sukabumi Siap Menembus Pasar Kerja Jepang hingga Turki

Kategori Berita

Scroll to Top
Scroll to Top