Primaya Hospital Sukabumi Jadi Official Medical Partner Pertama KONI Kota Sukabumi ​ – SUKABUMI KINI

Minggu, 10 Mei 2026

Primaya Hospital Sukabumi Jadi Official Medical Partner Pertama KONI Kota Sukabumi ​

SUKABUMIKINI.COM, SukabumiPrimaya Hospital Sukabumi resmi menjalin kerjasama strategis dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Sukabumi melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) terkait penguatan layanan kesehatan olahraga dan ortopedi bagi atlet. Kolaborasi ini menjadikan Primaya Hospital Sukabumi sebagai official medical partner pertama KONI Kota Sukabumi.

Penandatanganan kerjasama antara Primaya Hospital Sukabumi dan KONI Kota Sukabumi digelar di Aula Lantau 7 Primaya Hospital Sukabumi, Ahad (10/5/2026). Dalam momen itu hadir Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki, Ketua KONI Kota Sukabumi, Yoseph Mahdi Yunansyah, S.E., M.Si, dan Direktur Primaya Hospital Sukabumi, dr. Hans Widjaja Putra, MARS.

Momen ini, sekaligus memastikan atlet daerah mendapat pendampingan kesehatan yang lebih cepat, terintegrasi, dan profesional menjelang agenda Babak Kualifikasi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat 2026. Saat ini, KONI Kota Sukabumi membina sedikitnya 254 atlet dari 50 cabang olahraga, dengan sejumlah cabang seperti sepak bola, badminton, pencak silat, judo, taekwondo, hingga padel menjadi kelompok olahraga dengan risiko cedera yang cukup tinggi.

Melalui kerja sama tersebut, atlet KONI Kota Sukabumi dapat melakukan medical check-up dan wellness screening, layanan sport injury dan ortopedi, fisioterapi dan rehabilitasi medis, edukasi pencegahan cedera, hingga pendampingan medis saat pertandingan maupun ajang olahraga. Atlet juga akan memperoleh priority access card untuk mempermudah akses layanan medis di Primaya Hospital Sukabumi.

Cedera seperti ACL tear, robekan meniskus, dislokasi, dan overuse injury menjadi kasus yang paling sering ditemukan pada atlet. Tanpa penanganan yang optimal, proses pemulihan dapat berlangsung dalam 6–9 bulan dan berisiko mengganggu performa maupun karier atlet.

” Saya mengapresiasi terhadap kolaborasi ini sebagai langkah nyata dalam mendukung peningkatan kualitas atlet daerah,” ujar Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki, S.E., M.M. Sebab, prestasi di bidang olahraga tidak hanya dibangun melalui latihan yang konsisten dan kompetisi, tetapi juga dukungan kesehatan yang mumpuni secara berkelanjutan.

Kolaborasi antara Primaya Hospital Sukabumi dan KONI Kota Sukabumi ini menjadi komitmen untuk memastikan para atlet mendapat pendampingan medis yang cepat, tepat, dan profesional. Sehingga dapat tampil optimal membawa nama baik Sukabumi.

Ketua KONI Kota Sukabumi, Yoseph Mahdi Yunansyah, S.E., M.Si mengatakan, kebutuhan pelayanan kesehatan atlet saat ini tak lagi sebatas pengobatan cedera. “Pembinaan atlet modern membutuhkan dukungan kesehatan yang menyeluruh, mulai dari pencegahan cedera, penanganan cepat, rehabilitasi, hingga pemulihan performa atlet,” katanya.

Primaya Hospital Sukabumi kata Yoseph dpilih karena memiliki layanan Sport Clinic & Orthopedic Center dengan fasilitas medis yang lengkap serta pendekatan rehabilitasi olahraga terintegrasi. Pihaknya berharap kerjasama ini dapat meningkatkan kesiapan atlet menuju Porprov Jawa Barat 2026.

Primaya Hospital Group menjadikan Sport Clinic & Orthopedic sebagai salah satu Center of Excellence atau layanan unggulannya. Salah satunya di Primaya Hospital Sukabumi yang menyediakan berbagai layanan komprehensif, mulai dari arthroscopy, ACL reconstruction, minimally invasive surgery, sport rehabilitation, fisioterapi olahraga, hingga layanan diagnostik penunjang seperti MRI dan CT Scan 128 Slice untuk mendukung akurasi diagnosis cedera atlet.

Seluruh layanan tersebut didukung oleh dokter spesialis ortopedi, dokter rehabilitasi medis, dokter saraf, serta tim fisioterapi profesional yang berpengalaman dalam penanganan cedera olahraga.

Direktur Primaya Hospital Sukabumi, dr. Hans Widjaja Putra MARS menegaskan, peran rumah sakit dalam dunia olahraga tidak hanya berfokus pada pemulihan cedera. “Kami percaya dukungan rumah sakit terhadap dunia olahraga bukan sekadar membantu proses penyembuhan, tetapi juga mendukung optimalisasi performa dan kualitas hidup atlet secara menyeluruh.

Karena itu lanjut Hans, Primaya ingin menghadirkan layanan kesehatan olahraga yang tidak hanya kuratif. Ttmetapi juga preventif dan rehabilitatif agar atlet dapat bertanding dengan lebih aman dan optimal.

Kerja sama ini diharapkan menjadi langkah awal penguatan sistem sport medicine daerah. Targetnya, atlet Sukabumi dapat bertanding dengan performa optimal dan perlindungan kesehatan yang lebih baik sehingga mampu mencetak prestasi secara berkelanjutan.

Berita Lainnya

Kategori Berita

Primaya Hospital Sukabumi Jadi Official Medical Partner Pertama KONI Kota Sukabumi ​

SUKABUMIKINI.COM, SukabumiPrimaya Hospital Sukabumi resmi menjalin kerjasama strategis dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Sukabumi melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) terkait penguatan layanan kesehatan olahraga dan ortopedi bagi atlet. Kolaborasi ini menjadikan Primaya Hospital Sukabumi sebagai official medical partner pertama KONI Kota Sukabumi.

Penandatanganan kerjasama antara Primaya Hospital Sukabumi dan KONI Kota Sukabumi digelar di Aula Lantau 7 Primaya Hospital Sukabumi, Ahad (10/5/2026). Dalam momen itu hadir Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki, Ketua KONI Kota Sukabumi, Yoseph Mahdi Yunansyah, S.E., M.Si, dan Direktur Primaya Hospital Sukabumi, dr. Hans Widjaja Putra, MARS.

Momen ini, sekaligus memastikan atlet daerah mendapat pendampingan kesehatan yang lebih cepat, terintegrasi, dan profesional menjelang agenda Babak Kualifikasi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat 2026. Saat ini, KONI Kota Sukabumi membina sedikitnya 254 atlet dari 50 cabang olahraga, dengan sejumlah cabang seperti sepak bola, badminton, pencak silat, judo, taekwondo, hingga padel menjadi kelompok olahraga dengan risiko cedera yang cukup tinggi.

Melalui kerja sama tersebut, atlet KONI Kota Sukabumi dapat melakukan medical check-up dan wellness screening, layanan sport injury dan ortopedi, fisioterapi dan rehabilitasi medis, edukasi pencegahan cedera, hingga pendampingan medis saat pertandingan maupun ajang olahraga. Atlet juga akan memperoleh priority access card untuk mempermudah akses layanan medis di Primaya Hospital Sukabumi.

Cedera seperti ACL tear, robekan meniskus, dislokasi, dan overuse injury menjadi kasus yang paling sering ditemukan pada atlet. Tanpa penanganan yang optimal, proses pemulihan dapat berlangsung dalam 6–9 bulan dan berisiko mengganggu performa maupun karier atlet.

” Saya mengapresiasi terhadap kolaborasi ini sebagai langkah nyata dalam mendukung peningkatan kualitas atlet daerah,” ujar Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki, S.E., M.M. Sebab, prestasi di bidang olahraga tidak hanya dibangun melalui latihan yang konsisten dan kompetisi, tetapi juga dukungan kesehatan yang mumpuni secara berkelanjutan.

Kolaborasi antara Primaya Hospital Sukabumi dan KONI Kota Sukabumi ini menjadi komitmen untuk memastikan para atlet mendapat pendampingan medis yang cepat, tepat, dan profesional. Sehingga dapat tampil optimal membawa nama baik Sukabumi.

Ketua KONI Kota Sukabumi, Yoseph Mahdi Yunansyah, S.E., M.Si mengatakan, kebutuhan pelayanan kesehatan atlet saat ini tak lagi sebatas pengobatan cedera. “Pembinaan atlet modern membutuhkan dukungan kesehatan yang menyeluruh, mulai dari pencegahan cedera, penanganan cepat, rehabilitasi, hingga pemulihan performa atlet,” katanya.

Primaya Hospital Sukabumi kata Yoseph dpilih karena memiliki layanan Sport Clinic & Orthopedic Center dengan fasilitas medis yang lengkap serta pendekatan rehabilitasi olahraga terintegrasi. Pihaknya berharap kerjasama ini dapat meningkatkan kesiapan atlet menuju Porprov Jawa Barat 2026.

Primaya Hospital Group menjadikan Sport Clinic & Orthopedic sebagai salah satu Center of Excellence atau layanan unggulannya. Salah satunya di Primaya Hospital Sukabumi yang menyediakan berbagai layanan komprehensif, mulai dari arthroscopy, ACL reconstruction, minimally invasive surgery, sport rehabilitation, fisioterapi olahraga, hingga layanan diagnostik penunjang seperti MRI dan CT Scan 128 Slice untuk mendukung akurasi diagnosis cedera atlet.

Seluruh layanan tersebut didukung oleh dokter spesialis ortopedi, dokter rehabilitasi medis, dokter saraf, serta tim fisioterapi profesional yang berpengalaman dalam penanganan cedera olahraga.

Direktur Primaya Hospital Sukabumi, dr. Hans Widjaja Putra MARS menegaskan, peran rumah sakit dalam dunia olahraga tidak hanya berfokus pada pemulihan cedera. “Kami percaya dukungan rumah sakit terhadap dunia olahraga bukan sekadar membantu proses penyembuhan, tetapi juga mendukung optimalisasi performa dan kualitas hidup atlet secara menyeluruh.

Karena itu lanjut Hans, Primaya ingin menghadirkan layanan kesehatan olahraga yang tidak hanya kuratif. Ttmetapi juga preventif dan rehabilitatif agar atlet dapat bertanding dengan lebih aman dan optimal.

Kerja sama ini diharapkan menjadi langkah awal penguatan sistem sport medicine daerah. Targetnya, atlet Sukabumi dapat bertanding dengan performa optimal dan perlindungan kesehatan yang lebih baik sehingga mampu mencetak prestasi secara berkelanjutan.

Berita Lainnya

IMG 20260510 WA0020
Primaya Hospital Sukabumi Jadi Official Medical Partner Pertama KONI Kota Sukabumi ​
IMG 20260510 WA0005
Libur Akhir Pekan di Sukabumi Didominasi Cuaca Cerah Berawan, Hujan Diperkirakan Turun Sore Hari
WhatsApp Image 2026 05 09 At 15.27
RCRC Day 2026: Dari Edukasi hingga Simulasi, PMI dan JRCS Siapkan Warga Hadapi Bencana
Eaca53a3 Ed86 4f56 8f5a 1751f1f83672 1778216098209
Kemenhaj Perketat Pengawasan Haji, 80 WNI Dicegah Berangkat Nonprosedural
Screenshot 20260509 114446 Instagram
MoU P3MI dengan SMK di Kota Sukabumi Jadi Langkah Baru Kurangi Pengangguran

Kategori Berita

Scroll to Top
Scroll to Top