Inflasi Kota Sukabumi April 2026 Lebih Tinggi dari Jawa Barat dan Nasional, Capai 2,57 Persen – SUKABUMI KINI

Kamis, 20 Agustus 2026

Inflasi Kota Sukabumi April 2026 Lebih Tinggi dari Jawa Barat dan Nasional, Capai 2,57 Persen

SUKABUMIKINI.COM, Sukabumi—Inflasi di Kota Sukabumi pada April 2026 tercatat masih dalam kategori terkendali. Berdasarkan rilis resmi Badan Pusat Statistik (BPS) yang diumumkan Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Kota Sukabumi melalui situs resmi pemerintah daerah pada 6 Mei 2026, inflasi month to month (mtm) Kota Sukabumi berada di angka 0,04 persen.

Angka tersebut lebih rendah dibandingkan tingkat inflasi nasional yang mencapai 0,13 persen pada periode yang sama. Kondisi ini menunjukkan stabilitas harga kebutuhan masyarakat di Kota Sukabumi relatif masih terjaga.

Sementara itu, berdasarkan perhitungan year on year (yoy), inflasi Kota Sukabumi mencapai 2,57 persen. Angka tersebut sedikit lebih tinggi dibandingkan inflasi Provinsi Jawa Barat sebesar 2,49 persen dan nasional sebesar 2,42 persen.

Sejumlah komoditas tercatat menjadi penyumbang inflasi bulanan pada April 2026. Di antaranya minyak goreng, tahu mentah, telepon seluler, daging sapi, kopi bubuk, serta air kemasan.

Adapun komoditas yang memberikan andil terhadap inflasi tahunan antara lain emas perhiasan, daging ayam ras, minyak goreng, telur ayam ras, sigaret kretek mesin, dan beras.

Bagian Perekonomian Setda Kota Sukabumi juga mencatat sejumlah faktor yang mempengaruhi kondisi perekonomian pada April lalu. Beberapa di antaranya yakni harga emas global yang mengalami penurunan, turunnya harga sejumlah komoditas pangan seperti daging ayam, telur, dan cabai rawit pasca Idul Fitri, serta tarif angkutan yang kembali normal setelah periode mudik Lebaran.

Di sisi lain, kenaikan harga energi akibat pengaruh kondisi geopolitik global turut memberi dampak terhadap perkembangan harga di daerah.

Untuk menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi, Pemerintah Kota Sukabumi terus melakukan berbagai langkah strategis. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan koordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, pelaksanaan gerakan pasar murah, hingga pemantauan rutin harga bahan pokok penting di lapangan.

Secara umum, tingkat inflasi Kota Sukabumi masih berada dalam rentang sasaran inflasi nasional sebesar 2,5 persen dengan deviasi kurang lebih 1 persen.

Berita Lainnya

Kategori Berita

Inflasi Kota Sukabumi April 2026 Lebih Tinggi dari Jawa Barat dan Nasional, Capai 2,57 Persen

SUKABUMIKINI.COM, Sukabumi—Inflasi di Kota Sukabumi pada April 2026 tercatat masih dalam kategori terkendali. Berdasarkan rilis resmi Badan Pusat Statistik (BPS) yang diumumkan Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Kota Sukabumi melalui situs resmi pemerintah daerah pada 6 Mei 2026, inflasi month to month (mtm) Kota Sukabumi berada di angka 0,04 persen.

Angka tersebut lebih rendah dibandingkan tingkat inflasi nasional yang mencapai 0,13 persen pada periode yang sama. Kondisi ini menunjukkan stabilitas harga kebutuhan masyarakat di Kota Sukabumi relatif masih terjaga.

Sementara itu, berdasarkan perhitungan year on year (yoy), inflasi Kota Sukabumi mencapai 2,57 persen. Angka tersebut sedikit lebih tinggi dibandingkan inflasi Provinsi Jawa Barat sebesar 2,49 persen dan nasional sebesar 2,42 persen.

Sejumlah komoditas tercatat menjadi penyumbang inflasi bulanan pada April 2026. Di antaranya minyak goreng, tahu mentah, telepon seluler, daging sapi, kopi bubuk, serta air kemasan.

Adapun komoditas yang memberikan andil terhadap inflasi tahunan antara lain emas perhiasan, daging ayam ras, minyak goreng, telur ayam ras, sigaret kretek mesin, dan beras.

Bagian Perekonomian Setda Kota Sukabumi juga mencatat sejumlah faktor yang mempengaruhi kondisi perekonomian pada April lalu. Beberapa di antaranya yakni harga emas global yang mengalami penurunan, turunnya harga sejumlah komoditas pangan seperti daging ayam, telur, dan cabai rawit pasca Idul Fitri, serta tarif angkutan yang kembali normal setelah periode mudik Lebaran.

Di sisi lain, kenaikan harga energi akibat pengaruh kondisi geopolitik global turut memberi dampak terhadap perkembangan harga di daerah.

Untuk menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi, Pemerintah Kota Sukabumi terus melakukan berbagai langkah strategis. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan koordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, pelaksanaan gerakan pasar murah, hingga pemantauan rutin harga bahan pokok penting di lapangan.

Secara umum, tingkat inflasi Kota Sukabumi masih berada dalam rentang sasaran inflasi nasional sebesar 2,5 persen dengan deviasi kurang lebih 1 persen.

Berita Lainnya

Screenshot 20260819 204341 Instagram
Posyandu Sukabumi Bertransformasi, Tak Lagi Sekadar Timbang Balita
IMG 20260819 WA0006
Korban Tenggelam di Pantai Karangnaya Sukabumi Ditemukan Meninggal Dunia
Image1787114404
Pemkot Sukabumi Raih Penghargaan Kementerian Hukum Jabar, Berkat Konsisten Harmonisasi Perda dan Perwal
IMG 20260818 WA0038
Basarnas Lanjutkan Pencarian Pemuda Hilang Tenggelam di Pantai Karangnaya Sukabumi
WhatsApp Image 2026 08 18 At 17.12
Melihat Persiapan 60 Siswa Terpilih Masuk Sekolah Rakyat Sukabumi, Ini Pesan Sekda

Kategori Berita

Scroll to Top
Scroll to Top