Inflasi di Mei 2026 Terkendali, Kota Sukabumi Mulai Lebih Rendah dari Provinsi Jabar dan Nasional – SUKABUMI KINI

Rabu, 22 Juli 2026

Inflasi di Mei 2026 Terkendali, Kota Sukabumi Mulai Lebih Rendah dari Provinsi Jabar dan Nasional

SUKABUMIKINI.COM, Sukabumi–Memasuki bulan Juni, inflasi Kota Sukabumi (year on year) memasuki kondisi ideal di Bulan Mei dengan angka 2,88 persen. Ini menjadikan Kota Sukabumi menempatkan posisi inflasi lebih rendah dari Provinsi Jawa Barat di angka 3,07 persen dan inflasi nasional sebesar 3,08 persen.

Seperti diketahui, perjalanan inflasi Kota Sukabumi pada Februari 2026 sempat melonjak cukup tinggi di angka 3,74 persen, walaupun mengikuti tren provinsi dan nasional tetapi berada di atas niai inflasi Provinsi dan nasional dan diatas range inflasi yaitu 2.5 plus minus 1.

Penurunan angka inflasi Kota Sukabumi tidak lepas berkat langkah cepat pemerintah daerah, hingga inflasi mengalami penurunan di Bulan April namun masih berada di atas nilai inflasi provinsi dan nasional. Pada bulan Mei 2026 ini, target penurunan inflasi Kota Sukabumi tercapai dengan nilai inflasi yang lebih rendah dari Provinsi dan Nasional.

“Ini bukti kerja sama yang solid antara pemerintah daerah, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID)  bersama masyarakat,” ujar Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki dalam keterangan pers, Kamis (4/6/2026). Meski sempat naik di awal tahun, kini berhasil menekan inflasi hingga lebih rendah dari provinsi dan nasional dan stabilitas harga ini penting agar warga tetap nyaman berbelanja dan daya beli terjaga.

Kenaikan inflasi di Kota Sukabumi tidak lepas dari lonjakan permintaan bahan pokok jelang hari raya. Hal lain yang memengaruhi kenaikan inflasi juga diakibatkan oleh gangguan distribusi akibat cuasa dan biaya logistik serta dampak kenaikan harga energi dan pangan dunia.

“Situasi ekonomi dan energi global saat ini tidak bisa dipungkiri memang akhirnya memengaruhi laju inflasi hingga ke Kota Sukabumi,” kata Ayep. Untuk mengendalikan agar kenaikan inflasi tidak melambung tinggi, Pemkot Sukabumi melalui TPID mengambil langkah operasi pasar.

Hal ini bertujuan agar harga bahan pokok bisa terjaga. Begitu juga melakukan pemantauan harga harian di pasar tradisional dan modern serta terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pusat.

 

“Pemkot juga terus melakukan edukasi masyarakat agar melakukan konsumsi bijak. Yang jelas, Pemerintah Kota Sukabumi akan selalu berkomitmen menjaga stabilitas ekonomi daerah, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan memastikan harga kebutuhan tetap terjangkau,” pungkas Ayep.(*)

Berita Lainnya

Kategori Berita

Inflasi di Mei 2026 Terkendali, Kota Sukabumi Mulai Lebih Rendah dari Provinsi Jabar dan Nasional

SUKABUMIKINI.COM, Sukabumi–Memasuki bulan Juni, inflasi Kota Sukabumi (year on year) memasuki kondisi ideal di Bulan Mei dengan angka 2,88 persen. Ini menjadikan Kota Sukabumi menempatkan posisi inflasi lebih rendah dari Provinsi Jawa Barat di angka 3,07 persen dan inflasi nasional sebesar 3,08 persen.

Seperti diketahui, perjalanan inflasi Kota Sukabumi pada Februari 2026 sempat melonjak cukup tinggi di angka 3,74 persen, walaupun mengikuti tren provinsi dan nasional tetapi berada di atas niai inflasi Provinsi dan nasional dan diatas range inflasi yaitu 2.5 plus minus 1.

Penurunan angka inflasi Kota Sukabumi tidak lepas berkat langkah cepat pemerintah daerah, hingga inflasi mengalami penurunan di Bulan April namun masih berada di atas nilai inflasi provinsi dan nasional. Pada bulan Mei 2026 ini, target penurunan inflasi Kota Sukabumi tercapai dengan nilai inflasi yang lebih rendah dari Provinsi dan Nasional.

“Ini bukti kerja sama yang solid antara pemerintah daerah, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID)  bersama masyarakat,” ujar Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki dalam keterangan pers, Kamis (4/6/2026). Meski sempat naik di awal tahun, kini berhasil menekan inflasi hingga lebih rendah dari provinsi dan nasional dan stabilitas harga ini penting agar warga tetap nyaman berbelanja dan daya beli terjaga.

Kenaikan inflasi di Kota Sukabumi tidak lepas dari lonjakan permintaan bahan pokok jelang hari raya. Hal lain yang memengaruhi kenaikan inflasi juga diakibatkan oleh gangguan distribusi akibat cuasa dan biaya logistik serta dampak kenaikan harga energi dan pangan dunia.

“Situasi ekonomi dan energi global saat ini tidak bisa dipungkiri memang akhirnya memengaruhi laju inflasi hingga ke Kota Sukabumi,” kata Ayep. Untuk mengendalikan agar kenaikan inflasi tidak melambung tinggi, Pemkot Sukabumi melalui TPID mengambil langkah operasi pasar.

Hal ini bertujuan agar harga bahan pokok bisa terjaga. Begitu juga melakukan pemantauan harga harian di pasar tradisional dan modern serta terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pusat.

 

“Pemkot juga terus melakukan edukasi masyarakat agar melakukan konsumsi bijak. Yang jelas, Pemerintah Kota Sukabumi akan selalu berkomitmen menjaga stabilitas ekonomi daerah, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan memastikan harga kebutuhan tetap terjangkau,” pungkas Ayep.(*)

Berita Lainnya

Screenshot 20260721 195016 Instagram
DPRD Kota Sukabumi Sahkan LPJ APBD 2025, Raih WTP ke-12 tetapi Ketergantungan pada Dana Pusat Masih Disorot
IMG 20260721 WA0032
Di Forum KUA-PPAS 2027, Anggota Fraksi PKS DPRD Kabupaten Sukabumi Iwan Ridwan Kawal Tiga Aspirasi Strategis
IMG 20260721 WA0031
Benteng Karakter di Era Digital : FPK Kota Sukabumi Mantap Suntikkan Mental Murid melalui Wawasan Kebangsaan
WhatsApp Image 2026 07 21 At 11.36
Kemensos Gelar Monitoring dan Evaluasi ASN PPPK di Sukabumi, Ini Harapannya
Screenshot 20260721 120021 Instagram
Bappeda Kota Sukabumi Perkuat Kolaborasi Inovasi dengan Bandung Barat dan Subang

Kategori Berita

Scroll to Top
Scroll to Top