Tekanan Global Masih Membayangi, Rupiah Bergerak di Kisaran Rp 18.000 per Dolar – SUKABUMI KINI

Sabtu, 5 September 2026

Tekanan Global Masih Membayangi, Rupiah Bergerak di Kisaran Rp 18.000 per Dolar

SUKABUMIKINI.COM, Sukabumi —Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali bergerak di kisaran Rp18.000 per USD pada perdagangan hari ini, Kamis (5/6/2026). Tekanan terhadap mata uang Garuda masih dipengaruhi oleh penguatan dolar AS di pasar global serta sentimen suku bunga acuan The Federal Reserve yang masih bertahan di level tinggi.

Berdasarkan pantauan pasar, rupiah bergerak dalam rentang sekitar Rp18.038 hingga Rp18.047 per dolar AS, dengan kecenderungan stabil namun tetap berada pada level psikologis yang cukup tinggi. Kondisi ini mencerminkan masih kuatnya permintaan terhadap aset safe haven di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Sejumlah analis menilai, pelemahan rupiah bukan semata disebabkan faktor domestik, melainkan lebih dominan dipengaruhi dinamika eksternal, terutama ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan moneter Amerika Serikat.

Di sisi lain, Bank Indonesia diperkirakan masih akan menjaga stabilitas nilai tukar melalui intervensi terukur di pasar valuta asing guna menahan volatilitas yang berlebihan.

Meski demikian, pelaku pasar tetap mencermati perkembangan indikator makroekonomi dalam negeri, termasuk inflasi dan neraca perdagangan, yang berpotensi menjadi penopang rupiah dalam jangka menengah.

Dengan kondisi tersebut, rupiah diperkirakan masih akan bergerak fluktuatif dalam rentang terbatas selama pasar menunggu kepastian arah kebijakan The Fed berikutnya.

Berita Lainnya

Kategori Berita

Tekanan Global Masih Membayangi, Rupiah Bergerak di Kisaran Rp 18.000 per Dolar

SUKABUMIKINI.COM, Sukabumi —Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali bergerak di kisaran Rp18.000 per USD pada perdagangan hari ini, Kamis (5/6/2026). Tekanan terhadap mata uang Garuda masih dipengaruhi oleh penguatan dolar AS di pasar global serta sentimen suku bunga acuan The Federal Reserve yang masih bertahan di level tinggi.

Berdasarkan pantauan pasar, rupiah bergerak dalam rentang sekitar Rp18.038 hingga Rp18.047 per dolar AS, dengan kecenderungan stabil namun tetap berada pada level psikologis yang cukup tinggi. Kondisi ini mencerminkan masih kuatnya permintaan terhadap aset safe haven di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Sejumlah analis menilai, pelemahan rupiah bukan semata disebabkan faktor domestik, melainkan lebih dominan dipengaruhi dinamika eksternal, terutama ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan moneter Amerika Serikat.

Di sisi lain, Bank Indonesia diperkirakan masih akan menjaga stabilitas nilai tukar melalui intervensi terukur di pasar valuta asing guna menahan volatilitas yang berlebihan.

Meski demikian, pelaku pasar tetap mencermati perkembangan indikator makroekonomi dalam negeri, termasuk inflasi dan neraca perdagangan, yang berpotensi menjadi penopang rupiah dalam jangka menengah.

Dengan kondisi tersebut, rupiah diperkirakan masih akan bergerak fluktuatif dalam rentang terbatas selama pasar menunggu kepastian arah kebijakan The Fed berikutnya.

Berita Lainnya

IMG 20260904 WA0035
Kebakaran Lahan Bambu di Belakang SMAN 2 Sukabumi, Api Nyaris Merembet ke Gedung Sekolah
IMG 20260904 WA0025
Di Rapat Paripurna Perubahan APBD 2026, Fraksi PKS Perjuangkan Kenaikan Anggaran Desa Kabupaten Sukabumi
IMG 20260904 WA0014
Pascagempa di NTT, PMI Bangun Tenda Belajar dan Dukung Rumah Sakit Lapangan
IMG 20260904 WA0022
PKK dan Posyandu Gunungparang Sukabumi Dorong Pemberdayaan UMKM Hingga Penanganan Stunting
Screenshot 20260901 162249 Instagram
Wali Kota Sukabumi Tegas Soal Judi Online ASN: PPPK Tak Diperpanjang, PNS Terancam Turun Pangkat

Kategori Berita

Scroll to Top
Scroll to Top