Bayar Belanja Pakai Sampah, Sukabumi Dorong Warga Ubah Sampah Jadi Nilai Ekonomi – SUKABUMI KINI

Minggu, 1 November 2026

Bayar Belanja Pakai Sampah, Sukabumi Dorong Warga Ubah Sampah Jadi Nilai Ekonomi

SUKABUMIKINI.COM, Sukabumi–Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat kolaborasi dalam mewujudkan pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Menurutnya, perubahan pola pikir masyarakat menjadi kunci agar sampah tidak lagi dipandang sebagai persoalan, melainkan memiliki nilai ekonomi yang dapat meningkatkan kesejahteraan warga.

Ajakan tersebut disampaikan Bobby saat menghadiri kegiatan Bazaar Bayar Pakai Sampah yang dirangkaikan dengan pemeriksaan kesehatan gratis dan donor darah di Lapangan Merdeka, Kota Sukabumi, Sabtu (1/8/2026). Kegiatan yang diinisiasi Yayasan Roempi Cahaya Indonesia melalui Bank Sampah Cahaya itu dihadiri Ketua Restoe Boemi Kia Florita, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup, komunitas peduli lingkungan, pengelola bank sampah, pelaku UMKM, relawan, serta masyarakat.

Selain menjadi media edukasi pengelolaan sampah, bazar tersebut menghadirkan puluhan stan UMKM yang menawarkan produk makanan dan minuman, kebutuhan rumah tangga, hingga fesyen. Uniknya, masyarakat dapat berbelanja menggunakan sampah anorganik yang telah dipilah.

Sampah yang dibawa pengunjung ditimbang, dikonversi menjadi nilai ekonomi, kemudian digunakan sebagai alat pembayaran di stan yang telah bekerja sama. Bobby mengapresiasi konsep kegiatan yang memadukan kepedulian terhadap lingkungan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, dan aksi kemanusiaan dalam satu gerakan.

“Kegiatan ini bukan sekadar bazar biasa. Ini adalah jembatan kreatif yang menghubungkan kepedulian lingkungan dengan nilai ekonomi, sekaligus memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat. Sampah yang selama ini sering dipandang sebagai masalah, hari ini diolah menjadi peluang, menjadi alat tukar, bahkan menjadi simbol perubahan pola pikir kita bersama,” ujar Bobby.

Ia menegaskan, perubahan harus dimulai dari rumah melalui kebiasaan memilah sampah. Dengan mengusung semangat “Sampah Berkah, Buang Sampah Rugi”, Bobby mengajak masyarakat meninggalkan kebiasaan membakar sampah di pekarangan atau lubang pembakaran (jarian) karena berdampak buruk bagi kesehatan.

“Sudah saatnya kita tinggalkan kebiasaan lama membakar sampah di jarian. Secara medis dan ilmiah, asap pembakaran sampah menghasilkan senyawa dioksin dan furan yang mengandung mikropartikel berbahaya bagi paru-paru dalam jangka panjang. Sekarang, sampah harus kita pilah dari rumah karena punya nilai ekonomi nyata yang memudahkan urusan hidup kita semua,” katanya.

Menurut Bobby, pemilahan sampah sejak dari sumber akan mempermudah proses pengelolaan sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Sampah anorganik yang telah dipilah dapat disalurkan ke berbagai bank sampah maupun mitra swasta sehingga memiliki nilai jual.

Di Kota Sukabumi, kata dia, telah tersedia berbagai jejaring pengelola sampah, seperti Bank Sampah Cahaya, Point Trash, Bank Sampah Unit Mandiri (Bank Sami), hingga Bank Sampah Induk. “Pilah sampah dari rumah. Itu akan memudahkan semua pihak dan memudahkan urusan hidup kita. Sampah yang dipilah dapat memiliki nilai ekonomi, bahkan hasilnya bisa mencapai ratusan ribu hingga jutaan rupiah,” ujarnya.

Sementara itu, sampah organik juga dapat dimanfaatkan menjadi kompos, biopori, maupun diolah melalui rumah maggot sehingga mampu mengurangi volume sampah yang berakhir di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Bobby menegaskan, Pemkot Sukabumi akan terus mendorong berbagai inovasi dan kolaborasi dalam pengelolaan sampah melalui keterlibatan pemerintah, komunitas, dunia usaha, serta masyarakat.

Upaya tersebut diharapkan dapat membangun budaya baru, yakni menjadikan sampah sebagai sumber daya yang bernilai sekaligus memperkuat ekonomi sirkular di Kota Sukabumi.

Berita Lainnya

Kategori Berita

Bayar Belanja Pakai Sampah, Sukabumi Dorong Warga Ubah Sampah Jadi Nilai Ekonomi

SUKABUMIKINI.COM, Sukabumi–Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat kolaborasi dalam mewujudkan pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Menurutnya, perubahan pola pikir masyarakat menjadi kunci agar sampah tidak lagi dipandang sebagai persoalan, melainkan memiliki nilai ekonomi yang dapat meningkatkan kesejahteraan warga.

Ajakan tersebut disampaikan Bobby saat menghadiri kegiatan Bazaar Bayar Pakai Sampah yang dirangkaikan dengan pemeriksaan kesehatan gratis dan donor darah di Lapangan Merdeka, Kota Sukabumi, Sabtu (1/8/2026). Kegiatan yang diinisiasi Yayasan Roempi Cahaya Indonesia melalui Bank Sampah Cahaya itu dihadiri Ketua Restoe Boemi Kia Florita, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup, komunitas peduli lingkungan, pengelola bank sampah, pelaku UMKM, relawan, serta masyarakat.

Selain menjadi media edukasi pengelolaan sampah, bazar tersebut menghadirkan puluhan stan UMKM yang menawarkan produk makanan dan minuman, kebutuhan rumah tangga, hingga fesyen. Uniknya, masyarakat dapat berbelanja menggunakan sampah anorganik yang telah dipilah.

Sampah yang dibawa pengunjung ditimbang, dikonversi menjadi nilai ekonomi, kemudian digunakan sebagai alat pembayaran di stan yang telah bekerja sama. Bobby mengapresiasi konsep kegiatan yang memadukan kepedulian terhadap lingkungan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, dan aksi kemanusiaan dalam satu gerakan.

“Kegiatan ini bukan sekadar bazar biasa. Ini adalah jembatan kreatif yang menghubungkan kepedulian lingkungan dengan nilai ekonomi, sekaligus memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat. Sampah yang selama ini sering dipandang sebagai masalah, hari ini diolah menjadi peluang, menjadi alat tukar, bahkan menjadi simbol perubahan pola pikir kita bersama,” ujar Bobby.

Ia menegaskan, perubahan harus dimulai dari rumah melalui kebiasaan memilah sampah. Dengan mengusung semangat “Sampah Berkah, Buang Sampah Rugi”, Bobby mengajak masyarakat meninggalkan kebiasaan membakar sampah di pekarangan atau lubang pembakaran (jarian) karena berdampak buruk bagi kesehatan.

“Sudah saatnya kita tinggalkan kebiasaan lama membakar sampah di jarian. Secara medis dan ilmiah, asap pembakaran sampah menghasilkan senyawa dioksin dan furan yang mengandung mikropartikel berbahaya bagi paru-paru dalam jangka panjang. Sekarang, sampah harus kita pilah dari rumah karena punya nilai ekonomi nyata yang memudahkan urusan hidup kita semua,” katanya.

Menurut Bobby, pemilahan sampah sejak dari sumber akan mempermudah proses pengelolaan sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Sampah anorganik yang telah dipilah dapat disalurkan ke berbagai bank sampah maupun mitra swasta sehingga memiliki nilai jual.

Di Kota Sukabumi, kata dia, telah tersedia berbagai jejaring pengelola sampah, seperti Bank Sampah Cahaya, Point Trash, Bank Sampah Unit Mandiri (Bank Sami), hingga Bank Sampah Induk. “Pilah sampah dari rumah. Itu akan memudahkan semua pihak dan memudahkan urusan hidup kita. Sampah yang dipilah dapat memiliki nilai ekonomi, bahkan hasilnya bisa mencapai ratusan ribu hingga jutaan rupiah,” ujarnya.

Sementara itu, sampah organik juga dapat dimanfaatkan menjadi kompos, biopori, maupun diolah melalui rumah maggot sehingga mampu mengurangi volume sampah yang berakhir di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Bobby menegaskan, Pemkot Sukabumi akan terus mendorong berbagai inovasi dan kolaborasi dalam pengelolaan sampah melalui keterlibatan pemerintah, komunitas, dunia usaha, serta masyarakat.

Upaya tersebut diharapkan dapat membangun budaya baru, yakni menjadikan sampah sebagai sumber daya yang bernilai sekaligus memperkuat ekonomi sirkular di Kota Sukabumi.

Berita Lainnya

IMG 20261101 WA0047
Anggota DPRD Kota Sukabumi Abdul Kohar Serap Aspirasi Warga di Reses, dari Pemekaran RW hingga Nasib Guru Ngaji
IMG 20261101 WA0042
Kebakaran Lahan di Cikundul Sukabumi, Damkar dan BPBD Berhasil Padamkan Api dalam Satu Jam
Screenshot 20261101 123956 Gallery
Anggota DPRD Kota Sukabumi Ahmad Farid Soroti BPJS Nonaktif Saat Reses, Tegaskan Negara Harus Hadir untuk Kesehatan Warga
Screenshot 20261031 153036 Gallery
Museum Pegadaian Jadi Ruang Belajar Sejarah, Anak-anak Tipar Mengisi Waktu Senggang dengan Wisata Edukasi
Screenshot 20261031 122751 Google
Anggota DPRD Kota Sukabumi Danny Ramdhani Serap Aspirasi Warga di Reses, Data Desil dan Infrastruktur Jadi Sorotan

Kategori Berita

Scroll to Top
Scroll to Top