SUKABUMIKINI.COM, Sukabumi—Posyandu di Kota Sukabumi terus didorong bertransformasi menjadi pusat pelayanan masyarakat yang lebih luas. Tak hanya berfokus pada kesehatan ibu dan anak, Posyandu kini diarahkan untuk mendukung pemenuhan enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM).
Penguatan peran tersebut menjadi salah satu strategi Pemerintah Kota Sukabumi dalam membangun masyarakat yang sehat, mandiri, dan sejahtera sekaligus menyiapkan generasi unggul. Komitmen itu mengemuka dalam Pertemuan Advokasi dan Koordinasi Tim Pembina Posyandu Kota Sukabumi Tahun 2026 di Hotel Permata Hijau Kota Sukabumi, Rabu (19/8/2026).
Ketua Tim Pembina Posyandu Kota Sukabumi, Ranty Rachmatilah, mengapresiasi para kader dan seluruh Tim Pembina Posyandu yang selama ini konsisten memberikan pelayanan kepada masyarakat. Menurut dia, kontribusi kader terlihat dari beragam pelayanan, mulai dari pemantauan tumbuh kembang anak, pendampingan ibu hamil, pelayanan bagi lanjut usia, hingga meningkatkan kesadaran keluarga mengenai pola hidup sehat.
“Di balik anak yang tumbuh sehat, ibu hamil yang terpantau dengan baik, lansia yang mendapatkan pelayanan, dan keluarga yang semakin sadar pentingnya hidup sehat, ada kerja keras para kader dan seluruh Tim Pembina Posyandu,” ujar Ranty. Ia menegaskan, paradigma Posyandu kini telah berubah. Posyandu tidak lagi sekadar tempat penimbangan balita, melainkan berkembang menjadi pusat pelayanan masyarakat yang mendukung enam bidang SPM.
Transformasi tersebut, kata Ranty, membutuhkan penguatan koordinasi, peningkatan kapasitas kader, serta dukungan lintas sektor agar pelayanan Posyandu semakin sesuai dengan kebutuhan masyarakat. “Kesehatan tetap menjadi fondasi utama pembangunan. Tidak akan lahir generasi yang cerdas tanpa anak yang sehat. Tidak akan tercipta keluarga yang sejahtera tanpa masyarakat yang sehat,” tegasnya.
Dalam penguatan Posyandu, kolaborasi antarpihak menjadi kunci. Perangkat daerah, pemerintah kecamatan dan kelurahan, TP PKK, Puskesmas, kader, hingga masyarakat memiliki peran yang saling berkaitan. Koordinasi yang kuat diperlukan agar berbagai program pelayanan dapat berjalan terpadu dan tidak dilakukan secara parsial.
“Keberhasilan Posyandu adalah keberhasilan kita semua. Ketika semua pihak bergerak dalam satu tujuan, tidak ada tantangan yang terlalu besar untuk kita hadapi,” kata Ranty. Pertemuan tersebut sekaligus menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi antara unsur pembina dan pelaksana Posyandu di berbagai tingkatan.
Kehadiran 14 Posyandu Percontohan 6 SPM dari tujuh kecamatan menjadi bagian dari upaya memperkuat praktik pelayanan yang dapat dikembangkan di wilayah lain. Dengan transformasi tersebut, Posyandu diharapkan semakin dekat dengan kebutuhan warga dan mampu menjadi salah satu ujung tombak pelayanan publik di tingkat masyarakat.
