Kota Sukabumi Mampu Tekan Inflasi Agustus hingga Masuk 10 Besar Inflasi Terendah – SUKABUMI KINI

Minggu, 25 Oktober 2026

Kota Sukabumi Mampu Tekan Inflasi Agustus hingga Masuk 10 Besar Inflasi Terendah

SUKABUMIKINI.COM, Sukabumi–Kota Sukabumi sukses menekan laju inflasi untuk Periode Agustus 2026 tercatat sebesar 2,77% year on year (yoy) dan 0,22% month to month (mtm) yang lebih rendah dibandingkan rata-rata wilayah Jawa Barat dan Nasional. Tingkat inflasi di Kota Sukabumi tersebut masih berada dalam target inflasi nasional 2026 sebesar 2,5% dengan toleransi kurang lebih 1%.

“Angka ini jelas memberikan harapan ke depan untuk pertumbuhan ekonomi di Kota Sukabumi yang lebih baik. Di tengah dinamika global, laju inflasi Kota Sukabumi masih terhitung rendah,” ungkap Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki dalam keterangannya, Selasa (8.9/2026). Dengan laju inflasi yang berhasil ditekan hingga 2,77%, Kota Sukabumi masuk dalam 10 besar Kota dengan tingkat inflasi terendah.

Kota Sukabumi bahkan menduduki peringkat ke sembilan, di atas Kota Bogor yang laju inflasinya mencapai 2,87%. Sedangkan kota terendah nasional diduduki Kota Palopo dengan 1,73 %, Kota Gorontalo di posisi ke empat dengan 2,35% sedangkan Kota DKI Jakarta berada di posisi enam dengan 2,71%.

Adapun komoditas yang dinilai memiliki pengaruh dominan terhadap tingkat inflasi Kota Sukabumi pada Bulan Agustus, di antaranya adalah sektor transportasi serta pendidikan. Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah menerangkan adanya kenaikan tarif transportasi online, serta penyesuaian biaya pendidikan awal tahun ajaran baru baik SD maupun SMP, serta biaya bimbingan belajar, ikut mendorong tingkat inflasi pada Bulan Agustus.

Sebagai upaya untuk mengendalikan laju inflasi, Pemerintah Kota Sukabumi bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah melakukan sejumlah langkah, seperti mengadakan gerakan pangan murah di Kecamatan Gunung Puyuh, Lembursitu dan Cibeureum.

Kemudian juga membuka komunikasi dengan Pemerintah Kabupaten Sukabumi dalam rangka kerja sama bidang pangan. Hal ini perlu dilakukan, sebab urusan pangan masih menjadi salah satu komoditas utama yang sangat mempengaruhi laju inflasi.

Catatan prestasi Kota Sukabumi bukan hanya itu. Untuk pertumbuhan ekonomi, Kota Sukabumi bahkan masuk 20 besar pertumbuhan ekonomi tertinggi triwulan II tahun 2026 (yoy) dengan capaian 5,94%.

Sedangkan tiga besar pertumbuhan ekonomi tertinggi triwulan II tahun 2026 diduduki Kota Pekanbaru dengan 7,39%, Kota Batam dengan 7,28% dan Kota Surabaya dengan pertumbuhan 7,20%.

“Catatan ini mengindikasikan Kota Sukabumi sudah berjalan di rel yang benar. Tinggal bagaimana meningkatkan pertumbuhan dan menekan laju inflasi dengan kreatifitas dan keberanian mengambil kebijakan untuk Kota Sukabumi. Semoga ke depan ekonomi Kota Sukabumi semakin baik,” pungkas Ayep Zaki.(*)

Berita Lainnya

Kategori Berita

Kota Sukabumi Mampu Tekan Inflasi Agustus hingga Masuk 10 Besar Inflasi Terendah

SUKABUMIKINI.COM, Sukabumi–Kota Sukabumi sukses menekan laju inflasi untuk Periode Agustus 2026 tercatat sebesar 2,77% year on year (yoy) dan 0,22% month to month (mtm) yang lebih rendah dibandingkan rata-rata wilayah Jawa Barat dan Nasional. Tingkat inflasi di Kota Sukabumi tersebut masih berada dalam target inflasi nasional 2026 sebesar 2,5% dengan toleransi kurang lebih 1%.

“Angka ini jelas memberikan harapan ke depan untuk pertumbuhan ekonomi di Kota Sukabumi yang lebih baik. Di tengah dinamika global, laju inflasi Kota Sukabumi masih terhitung rendah,” ungkap Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki dalam keterangannya, Selasa (8.9/2026). Dengan laju inflasi yang berhasil ditekan hingga 2,77%, Kota Sukabumi masuk dalam 10 besar Kota dengan tingkat inflasi terendah.

Kota Sukabumi bahkan menduduki peringkat ke sembilan, di atas Kota Bogor yang laju inflasinya mencapai 2,87%. Sedangkan kota terendah nasional diduduki Kota Palopo dengan 1,73 %, Kota Gorontalo di posisi ke empat dengan 2,35% sedangkan Kota DKI Jakarta berada di posisi enam dengan 2,71%.

Adapun komoditas yang dinilai memiliki pengaruh dominan terhadap tingkat inflasi Kota Sukabumi pada Bulan Agustus, di antaranya adalah sektor transportasi serta pendidikan. Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah menerangkan adanya kenaikan tarif transportasi online, serta penyesuaian biaya pendidikan awal tahun ajaran baru baik SD maupun SMP, serta biaya bimbingan belajar, ikut mendorong tingkat inflasi pada Bulan Agustus.

Sebagai upaya untuk mengendalikan laju inflasi, Pemerintah Kota Sukabumi bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah melakukan sejumlah langkah, seperti mengadakan gerakan pangan murah di Kecamatan Gunung Puyuh, Lembursitu dan Cibeureum.

Kemudian juga membuka komunikasi dengan Pemerintah Kabupaten Sukabumi dalam rangka kerja sama bidang pangan. Hal ini perlu dilakukan, sebab urusan pangan masih menjadi salah satu komoditas utama yang sangat mempengaruhi laju inflasi.

Catatan prestasi Kota Sukabumi bukan hanya itu. Untuk pertumbuhan ekonomi, Kota Sukabumi bahkan masuk 20 besar pertumbuhan ekonomi tertinggi triwulan II tahun 2026 (yoy) dengan capaian 5,94%.

Sedangkan tiga besar pertumbuhan ekonomi tertinggi triwulan II tahun 2026 diduduki Kota Pekanbaru dengan 7,39%, Kota Batam dengan 7,28% dan Kota Surabaya dengan pertumbuhan 7,20%.

“Catatan ini mengindikasikan Kota Sukabumi sudah berjalan di rel yang benar. Tinggal bagaimana meningkatkan pertumbuhan dan menekan laju inflasi dengan kreatifitas dan keberanian mengambil kebijakan untuk Kota Sukabumi. Semoga ke depan ekonomi Kota Sukabumi semakin baik,” pungkas Ayep Zaki.(*)

Berita Lainnya

Screenshot 20261024 144531 Instagram
STIKes Sukabumi Siapkan Lulusan Tembus Pasar Kerja Global, Kuasai Tiga Bahasa Asing
Screenshot 20261024 090052 Instagram
Data Warga Harus Akurat! Kota Sukabumi Dorong RT/RW Tertib Administrasi Kependudukan
IMG 20261023 WA0018
Krisis Air Bersih Belum Usai, PMI Kota Sukabumi Salurkan 5.000 Liter Air untuk 640 Warga Lembursitu
Screenshot 20261022 190232 Gallery
Konsolidasi di Rumah Inspirasi Anggota DPR RI drh Slamet, DPD PKS Kota Sukabumi Perkuat Soliditas dan Pelayanan Publik
IMG 20261022 WA0018
Tahun Depan, Ketua DPRD Kota Sukabumi Dorong Hari Santri Lebih Semarak

Kategori Berita

Scroll to Top
Scroll to Top