SUKABUMIKINI.COM, Sukabumi— Sabtu (26/9/2026), Lapang Sepak Bola sederhana di Benteng, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi, menjadi ruang bagi anak-anak untuk mengejar bola. Tidak ada kesan bahwa sepak bola harus selalu dimainkan di stadion megah.
Di lapangan yang dekat dengan permukiman warga itu, teriakan pemain, sorakan dari pinggir lapangan, dan semangat anak-anak justru menghadirkan suasana yang akrab.
Di sanalah Liga Maenbal hadir. Maenbal bukan sekadar kompetisi sepak bola. Ia membawa gagasan sederhana: mengembalikan sepak bola ke tempat asalnya, yakni dekat dengan masyarakat.
Nama Maenbal sendiri berangkat dari dua kata sederhana. Maen berarti bermain, sedangkan bal dikenal sebagai kata dalam bahasa Belanda yang berarti bola. Dari perpaduan tersebut lahir sebuah gerakan yang ingin menghidupkan kembali budaya bermain sepak bola di lingkungan masyarakat.
Bagi anak-anak, mungkin sepak bola hanya soal mengejar bola, mencetak gol, dan bermain bersama teman. Namun bagi masyarakat, lapangan juga menjadi tempat bertemu, bercengkerama, sekaligus menyaksikan anak-anak menghabiskan waktu dengan kegiatan positif.
Founder HITS Sukabumi, Fajar F Wijaya, mengatakan Maenbal sengaja dibangun bukan hanya sebagai sebuah event olahraga. Menurut dia, sepak bola memiliki kekuatan untuk melahirkan cerita dan kenangan dari tempat-tempat sederhana.
“Maenbal hadir bukan sekadar sebagai sebuah event sepak bola, tetapi sebagai upaya untuk menumbuhkan cerita baru dan menciptakan kenangan yang akan dibawa pulang oleh setiap orang yang terlibat,” ujar Fajar. Ia meyakini banyak cerita besar dalam sepak bola justru bermula dari lapangan sederhana, lingkungan tempat tinggal, teman sebaya, dan dukungan masyarakat sekitar.

Karena itu, Liga Maenbal ingin menghadirkan sepak bola yang sederhana, dekat dengan masyarakat, sekaligus terbuka bagi anak-anak. “Sepak bola tidak melihat siapa kamu, dari mana kamu berasal, bagaimana kondisi ekonomimu, maupun warna kulitmu. Selama ada kemauan untuk bermain, semua orang memiliki tempat di lapangan,” katanya.
Liga Maenbal digagas HITS Society bersama HITS Sukabumi sebagai bentuk kepedulian terhadap perkembangan olahraga, khususnya sepak bola. Namun, konsep yang dibawa tidak berhenti pada pertandingan.
Maenbal juga membuka ruang kolaborasi dengan berbagai elemen lokal. Musisi, seniman, pemuda, hingga karang taruna dapat menjadi bagian dari kegiatan di setiap wilayah yang disinggahi.
Intinya tutur Fajar, lapangan sepak bola tidak hanya menjadi tempat pemain bertanding. Ia berubah menjadi ruang perjumpaan antara olahraga, kreativitas, dan masyarakat. Di tengah semakin banyaknya pilihan aktivitas bagi anak dan remaja, kehadiran ruang bermain yang sederhana tetapi positif menjadi penting.
Lapangan kampung dapat menjadi tempat anak-anak belajar bekerja sama, mengenal sportivitas, menerima kekalahan, dan merayakan kemenangan bersama. Itulah semangat yang ingin dibangun melalui Liga Maenbal.
Maenbal memiliki sejumlah tujuan, mulai dari memberikan kesempatan bermain bagi anak-anak yang memiliki keterbatasan akses terhadap fasilitas olahraga, menghidupkan kembali budaya bermain sepak bola di lingkungan masyarakat, hingga mendorong pemanfaatan ruang terbuka sebagai tempat aktivitas positif.

Gerakan ini juga diarahkan untuk menjauhkan anak dan remaja dari aktivitas negatif sekaligus membangun ekosistem sepak bola akar rumput yang tumbuh bersama masyarakat. Sebab, sepak bola akar rumput tidak selalu membutuhkan fasilitas mewah.
Terkadang, yang dibutuhkan hanyalah sebidang lapangan, sebuah bola, teman bermain, dan kesempatan untuk memulai. Dari tempat seperti itulah mimpi seorang anak pesepak bola bisa tumbuh.
Lapangan kemudian menjadi lebih dari sekadar garis putih dan dua gawang. Ia menjadi ruang belajar, ruang berekspresi, ruang bertemu, dan ruang bagi anak-anak untuk tumbuh.
Melalui Liga Maenbal, semangat itu ingin terus dibawa dari satu ruang ke ruang lainnya. Dari lapangan sederhana di Sukabumi, cerita tentang sepak bola kembali dimulai bukan tentang siapa yang paling terkenal, melainkan tentang siapa yang mau bermain, bertemu, dan tumbuh bersama.
Karena pada akhirnya, sepak bola memang bukan hanya tentang pertandingan. Sepak bola adalah tentang manusia dan cerita yang lahir di sekelilingnya.
