Atasi Pengangguran, 44 Warga Sukabumi Siap Menembus Pasar Kerja Jepang hingga Turki – SUKABUMI KINI

Senin, 19 Oktober 2026

Atasi Pengangguran, 44 Warga Sukabumi Siap Menembus Pasar Kerja Jepang hingga Turki

SUKABUMIKINI.COM, Sukabumi—Pemkot Sukabumi terus mendorong penurunan angka pengangguran melalui pembukaan akses kerja, salah satunya dengan memfasilitasi penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke luar negeri. Sebanyak 44 calon pekerja migran hasil didikan Pasim Go Migrant Center dilepas untuk bekerja di Jepang, Turki, dan Malaysia.

Pelepasan dilakukan dalam apel pagi di Balai Kota Sukabumi, Senin (19/10/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki, Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana, Sekretaris Daerah Kota Sukabumi Andang Tjahjandi, serta Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Sukabumi Punjul Saepul Hayat. Direktur Akademik Pasim Go Migrant Center, Jajat Sudrajat, mengatakan, dari total 44 pekerja migran yang dilepas, sebanyak 25 orang akan bekerja di Jepang, 15 orang ke Turki, dan empat orang ke Malaysia.

Menurut Jajat, Pasim Go Migrant Center juga tengah menyiapkan calon pekerja migran untuk keberangkatan berikutnya. Sebanyak 93 siswa dipersiapkan untuk bekerja di Turki, sedangkan sekitar 300 siswa lainnya disiapkan untuk penempatan di Jepang.

Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki mengapresiasi kontribusi Pasim Go Migrant Center dalam membantu pemerintah daerah menekan angka pengangguran melalui program pendidikan dan penempatan pekerja migran. Menurutnya, upaya mengatasi pengangguran perlu diarahkan pada dua jalur utama, yakni bekerja dan berbisnis.

Karena itu, pemerintah tidak cukup hanya menyediakan lapangan pekerjaan, tetapi juga harus mendorong terciptanya peluang kerja dan usaha baru bagi masyarakat. “Mengatasi pengangguran itu hanya ada dua: bekerja dan berbisnis. Tidak ada cara lain,” kata Ayep.

Ia menjelaskan, Pemkot Sukabumi saat ini juga berkonsentrasi pada pemanfaatan lahan-lahan kosong yang selama ini belum produktif untuk dikembangkan menjadi kawasan yang memiliki nilai ekonomi. Langkah tersebut diharapkan dapat membuka ekosistem kerja baru dan menciptakan peluang usaha bagi masyarakat.

Ayep menegaskan, pemerintah daerah tidak mungkin menampung seluruh pencari kerja sebagai pegawai. Oleh karena itu, peran pemerintah lebih diarahkan pada penciptaan iklim yang mendukung masyarakat untuk mendapatkan pekerjaan layak maupun merintis usaha mandiri.

“Pemerintah kota bukanlah tempat untuk menampung lowongan pekerjaan. Pemkot tidak bisa menampung semua pencari kerja,” ujar Ayep. Ia menambahkan, pengelolaan pemerintahan harus dilakukan secara profesional dan berintegritas agar program-program yang dijalankan benar-benar menjawab persoalan ketenagakerjaan.

Ayep mengibaratkan pemerintah daerah sebagai orang tua dalam sebuah keluarga besar. Pemerintah, menurut dia, bukan sekadar memberikan bantuan, melainkan memfasilitasi masyarakat agar mampu memperoleh pekerjaan dan membangun usaha secara mandiri.

Melalui kolaborasi dengan lembaga pendidikan dan pelatihan tenaga kerja seperti Pasim Go Migrant Center, Pemkot Sukabumi berharap semakin banyak warga yang memiliki keterampilan, akses terhadap pasar kerja, serta kesempatan meningkatkan kesejahteraan melalui pekerjaan di dalam maupun luar negeri.

Berita Lainnya

Kategori Berita

Atasi Pengangguran, 44 Warga Sukabumi Siap Menembus Pasar Kerja Jepang hingga Turki

SUKABUMIKINI.COM, Sukabumi—Pemkot Sukabumi terus mendorong penurunan angka pengangguran melalui pembukaan akses kerja, salah satunya dengan memfasilitasi penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke luar negeri. Sebanyak 44 calon pekerja migran hasil didikan Pasim Go Migrant Center dilepas untuk bekerja di Jepang, Turki, dan Malaysia.

Pelepasan dilakukan dalam apel pagi di Balai Kota Sukabumi, Senin (19/10/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki, Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana, Sekretaris Daerah Kota Sukabumi Andang Tjahjandi, serta Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Sukabumi Punjul Saepul Hayat. Direktur Akademik Pasim Go Migrant Center, Jajat Sudrajat, mengatakan, dari total 44 pekerja migran yang dilepas, sebanyak 25 orang akan bekerja di Jepang, 15 orang ke Turki, dan empat orang ke Malaysia.

Menurut Jajat, Pasim Go Migrant Center juga tengah menyiapkan calon pekerja migran untuk keberangkatan berikutnya. Sebanyak 93 siswa dipersiapkan untuk bekerja di Turki, sedangkan sekitar 300 siswa lainnya disiapkan untuk penempatan di Jepang.

Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki mengapresiasi kontribusi Pasim Go Migrant Center dalam membantu pemerintah daerah menekan angka pengangguran melalui program pendidikan dan penempatan pekerja migran. Menurutnya, upaya mengatasi pengangguran perlu diarahkan pada dua jalur utama, yakni bekerja dan berbisnis.

Karena itu, pemerintah tidak cukup hanya menyediakan lapangan pekerjaan, tetapi juga harus mendorong terciptanya peluang kerja dan usaha baru bagi masyarakat. “Mengatasi pengangguran itu hanya ada dua: bekerja dan berbisnis. Tidak ada cara lain,” kata Ayep.

Ia menjelaskan, Pemkot Sukabumi saat ini juga berkonsentrasi pada pemanfaatan lahan-lahan kosong yang selama ini belum produktif untuk dikembangkan menjadi kawasan yang memiliki nilai ekonomi. Langkah tersebut diharapkan dapat membuka ekosistem kerja baru dan menciptakan peluang usaha bagi masyarakat.

Ayep menegaskan, pemerintah daerah tidak mungkin menampung seluruh pencari kerja sebagai pegawai. Oleh karena itu, peran pemerintah lebih diarahkan pada penciptaan iklim yang mendukung masyarakat untuk mendapatkan pekerjaan layak maupun merintis usaha mandiri.

“Pemerintah kota bukanlah tempat untuk menampung lowongan pekerjaan. Pemkot tidak bisa menampung semua pencari kerja,” ujar Ayep. Ia menambahkan, pengelolaan pemerintahan harus dilakukan secara profesional dan berintegritas agar program-program yang dijalankan benar-benar menjawab persoalan ketenagakerjaan.

Ayep mengibaratkan pemerintah daerah sebagai orang tua dalam sebuah keluarga besar. Pemerintah, menurut dia, bukan sekadar memberikan bantuan, melainkan memfasilitasi masyarakat agar mampu memperoleh pekerjaan dan membangun usaha secara mandiri.

Melalui kolaborasi dengan lembaga pendidikan dan pelatihan tenaga kerja seperti Pasim Go Migrant Center, Pemkot Sukabumi berharap semakin banyak warga yang memiliki keterampilan, akses terhadap pasar kerja, serta kesempatan meningkatkan kesejahteraan melalui pekerjaan di dalam maupun luar negeri.

Berita Lainnya

Screenshot 20261019 113609 Instagram
Atasi Pengangguran, 44 Warga Sukabumi Siap Menembus Pasar Kerja Jepang hingga Turki
Screenshot 20261018 142345 Gallery
Bantuan Becak Listrik dari Presiden Prabowo, Dorong Penguatan Ekonomi Rakyat di Sukabumi
IMG 20261017 WA0004
PMI Kota Sukabumi Gelar Pelatihan Inklusi Digital, Tunanetra Belajar Akses Pertemuan Daring
IMG 20261017 WA0001
Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Bencana, PMI Kota Sukabumi Dorong Pembentukan Pokja Peringatan Dini Banjir
Screenshot 20261016 203933 Instagram
Kirab Pamit di Sukabumi, 1.161 Siswa SIP Angkatan ke-56 Akhiri Pendidikan dan Siap Jadi Perwira Polri

Kategori Berita

Scroll to Top
Scroll to Top