Menjaga Kesehatan Ramadhan, Dosen UM Bandung Bahas Penggunaan Vitamin Injeksi – SUKABUMI KINI

Rabu, 16 September 2026

Menjaga Kesehatan Ramadhan, Dosen UM Bandung Bahas Penggunaan Vitamin Injeksi

Ketua Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker (PSPPA) Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung Adam Aulia Rahman memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai penggunaan vitamin injeksi sebagai salah satu upaya menjaga kesehatan selama bulan Ramadhan.

Adam menjelaskan bahwa vitamin injeksi merupakan metode pemberian vitamin yang dilakukan dengan cara disuntikkan langsung ke dalam pembuluh darah. Cara tersebut menurtunya memungkinkan vitamin terserap lebih cepat oleh tubuh karena tidak melalui proses pencernaan di lambung seperti halnya vitamin yang dikonsumsi secara oral.

Menurutnya, keunggulan utama vitamin injeksi terletak pada kecepatan distribusi dan respons tubuh dalam menerima manfaat vitamin tersebut. Meski demikian, ia mengingatkan bahwa penggunaannya tidak boleh sekadar mengikuti tren, melainkan harus didasarkan pada kebutuhan medis yang jelas.

“Keunggulan utama vitamin injeksi adalah kecepatan distribusi dan respons tubuh yang lebih singkat dalam menerima manfaatnya. Namun, penggunaannya tidak boleh hanya mengikuti tren, melainkan harus didasari kebutuhan medis,” ujarnya dalam Program Kajian Ramadhan di kanal YouTube UM Bandung, Kamis (12/03/2026).

Ia menambahkan bahwa vitamin injeksi umumnya direkomendasikan bagi individu dengan kondisi tertentu. Misalnya, mereka yang mengalami defisiensi vitamin secara signifikan atau pasien yang tidak mampu memenuhi kebutuhan nutrisi melalui konsumsi makanan atau obat secara oral. “Terkait penggunaannya saat berpuasa, Adam menjelaskan bahwa secara medis maupun agama tindakan tersebut diperbolehkan apabila terdapat uzur atau kondisi yang mendesak,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa suntikan vitamin tidak membatalkan puasa selama dilakukan atas indikasi medis dan tidak dimaksudkan untuk menimbulkan efek kenyang yang menghilangkan rasa lapar. Adam juga menekankan, niat menjadi faktor penting dalam menentukan status hukum penggunaan vitamin injeksi saat berpuasa.

Jika tujuannya untuk menjaga kesehatan agar ibadah dapat dijalankan dengan baik, maka hal tersebut dinilai aman dan diperbolehkan secara syariat. Sebaliknya, ia mengingatkan agar penggunaan vitamin injeksi yang bersifat estetis atau tanpa alasan medis yang kuat sebaiknya dihindari selama waktu berpuasa. “Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tetap bijak dalam mempersiapkan kondisi kesehatan, khususnya selama menjalankan ibadah di bulan Ramadhan,” imbuh Adam.

Menurutnya, konsumsi multivitamin memang dapat membantu menjaga daya tahan tubuh, tetapi penggunaannya tetap harus berada dalam koridor aturan medis dan pertimbangan keagamaan. “Vitamin injeksi dapat menjadi salah satu solusi untuk menjaga kesehatan sehingga ibadah Ramadhan tetap berkualitas. Namun, jangan sampai penggunaannya dijadikan alasan untuk menghindari rasa lapar secara sengaja,” pungkasnya.

Sebagai tambahan informasi, Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung saat ini telah membuka pendaftaran mahasiswa baru untuk berbagai jenjang pendidikan, mulai dari program strata satu (S1), strata dua (S2), hingga program profesi apoteker.

Kampus yang telah meraih akreditasi “Baik Sekali” dari BAN-PT ini berlokasi di Jalan Soekarno-Hatta Nomor 752 Kota Bandung. UM Bandung memiliki lima fakultas dengan total 20 program studi yang dapat menjadi pilihan bagi calon mahasiswa untuk mengembangkan potensi akademik dan profesionalnya.***

Berita Lainnya

Kategori Berita

Menjaga Kesehatan Ramadhan, Dosen UM Bandung Bahas Penggunaan Vitamin Injeksi

Ketua Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker (PSPPA) Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung Adam Aulia Rahman memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai penggunaan vitamin injeksi sebagai salah satu upaya menjaga kesehatan selama bulan Ramadhan.

Adam menjelaskan bahwa vitamin injeksi merupakan metode pemberian vitamin yang dilakukan dengan cara disuntikkan langsung ke dalam pembuluh darah. Cara tersebut menurtunya memungkinkan vitamin terserap lebih cepat oleh tubuh karena tidak melalui proses pencernaan di lambung seperti halnya vitamin yang dikonsumsi secara oral.

Menurutnya, keunggulan utama vitamin injeksi terletak pada kecepatan distribusi dan respons tubuh dalam menerima manfaat vitamin tersebut. Meski demikian, ia mengingatkan bahwa penggunaannya tidak boleh sekadar mengikuti tren, melainkan harus didasarkan pada kebutuhan medis yang jelas.

“Keunggulan utama vitamin injeksi adalah kecepatan distribusi dan respons tubuh yang lebih singkat dalam menerima manfaatnya. Namun, penggunaannya tidak boleh hanya mengikuti tren, melainkan harus didasari kebutuhan medis,” ujarnya dalam Program Kajian Ramadhan di kanal YouTube UM Bandung, Kamis (12/03/2026).

Ia menambahkan bahwa vitamin injeksi umumnya direkomendasikan bagi individu dengan kondisi tertentu. Misalnya, mereka yang mengalami defisiensi vitamin secara signifikan atau pasien yang tidak mampu memenuhi kebutuhan nutrisi melalui konsumsi makanan atau obat secara oral. “Terkait penggunaannya saat berpuasa, Adam menjelaskan bahwa secara medis maupun agama tindakan tersebut diperbolehkan apabila terdapat uzur atau kondisi yang mendesak,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa suntikan vitamin tidak membatalkan puasa selama dilakukan atas indikasi medis dan tidak dimaksudkan untuk menimbulkan efek kenyang yang menghilangkan rasa lapar. Adam juga menekankan, niat menjadi faktor penting dalam menentukan status hukum penggunaan vitamin injeksi saat berpuasa.

Jika tujuannya untuk menjaga kesehatan agar ibadah dapat dijalankan dengan baik, maka hal tersebut dinilai aman dan diperbolehkan secara syariat. Sebaliknya, ia mengingatkan agar penggunaan vitamin injeksi yang bersifat estetis atau tanpa alasan medis yang kuat sebaiknya dihindari selama waktu berpuasa. “Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tetap bijak dalam mempersiapkan kondisi kesehatan, khususnya selama menjalankan ibadah di bulan Ramadhan,” imbuh Adam.

Menurutnya, konsumsi multivitamin memang dapat membantu menjaga daya tahan tubuh, tetapi penggunaannya tetap harus berada dalam koridor aturan medis dan pertimbangan keagamaan. “Vitamin injeksi dapat menjadi salah satu solusi untuk menjaga kesehatan sehingga ibadah Ramadhan tetap berkualitas. Namun, jangan sampai penggunaannya dijadikan alasan untuk menghindari rasa lapar secara sengaja,” pungkasnya.

Sebagai tambahan informasi, Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung saat ini telah membuka pendaftaran mahasiswa baru untuk berbagai jenjang pendidikan, mulai dari program strata satu (S1), strata dua (S2), hingga program profesi apoteker.

Kampus yang telah meraih akreditasi “Baik Sekali” dari BAN-PT ini berlokasi di Jalan Soekarno-Hatta Nomor 752 Kota Bandung. UM Bandung memiliki lima fakultas dengan total 20 program studi yang dapat menjadi pilihan bagi calon mahasiswa untuk mengembangkan potensi akademik dan profesionalnya.***

Berita Lainnya

Screenshot 20260915 182219 Instagram
Pemkot Sukabumi Ambil Langkah Strategis Pembiayaan Jaminan Kesehatan, Siapkan Program Bankesda demi Perlindungan Warga Rentan
Screenshot 20260915 174458 WhatsApp
Hearing dengan Pemkot, BPS dan BPJS, Anggota DPRD Kota Sukabumi Danny Ramdhani Soroti Data Desil Penerima Bansos
IMG 20260914 WA0001
Ketua DPRD Kota Sukabumi Bersama Forkopimda Bertemu Kapolda Jabar, Ini yang Dibahas
FB IMG 1789379715112
PMI Sukabumi Perkuat Sistem Peringatan Dini Bencana Berbasis Data Iklim
IMG 20260914 WA0020
Harga Kedelai Impor di Sukabumi Naik, Kini Rp 11.200 per Kilogram

Kategori Berita

Scroll to Top
Scroll to Top