Sabtu, 4 April 2026

Di Momen Halal Bihalal Pemkot Sukabumi, Wali Kota Tekankan Efisiensi Anggaran Hingga Terapkan WFH

SUKABUMI—Pemkot Sukabumi menggelar apel pagi gabungan yang dirangkaikan dengan Halal Bihalal Idul Fitri 1447 Hijriah di Lapang Apel Setda Kota Sukabumi, Selasa (31/3/2026). Momentum ini dimanfaatkan untuk memperkuat komitmen aparatur sipil negara (ASN) dalam meningkatkan kinerja pelayanan publik.

Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, dalam arahannya menekankan pentingnya kembali kepada nilai-nilai fitrah sebagai pijakan dalam menjalankan pemerintahan. Menurut dia, Idul Fitri menjadi momentum untuk kembali kepada kebaikan dan kebenaran.

“Fitrah itu seperti manusia yang baru lahir, bersih. Maka kita maknai sebagai ajakan untuk kembali ke jalan kebaikan dan kebenaran,” ujar Ayep di hadapan peserta apel. Dalam konteks penyelenggaraan pemerintahan, ia menegaskan bahwa nilai tersebut harus diwujudkan melalui langkah konkret, salah satunya dengan mendorong efisiensi anggaran secara menyeluruh.

Ayep menjelaskan, efisiensi tidak hanya terbatas pada pengurangan perjalanan dinas, tetapi juga mencakup belanja barang dan jasa. Pemkot tengah mengkaji kemungkinan pengadaan langsung ke pabrikan guna memangkas biaya yang selama ini melalui pihak ketiga.

“Saya minta Inspektorat dan Sekda berkonsultasi dengan BBPK dan BPKP, apakah memungkinkan belanja langsung ke pabrikan. Efisiensinya bisa mencapai 20 hingga 30 persen,” kata Ayep. Ia mencontohkan, rumah sakit milik daerah seperti RSUD R Syamsudin SH (Bunut) berpotensi melakukan pembelian obat langsung ke produsen tanpa melalui distributor.

Langkah tersebut dinilai dapat menghemat anggaran sekaligus meningkatkan efektivitas pelayanan kepada masyarakat. Lebih lanjut, ia menyebutkan target efisiensi anggaran secara keseluruhan berada pada kisaran 15 hingga 30 persen.

Dengan asumsi belanja daerah mencapai Rp 500 miliar, efisiensi 10 persen saja sudah menghasilkan penghematan Rp 50 miliar.“Ini sangat berarti bagi Kota Sukabumi, karena bisa dialihkan untuk kebutuhan yang lebih prioritas,” ujarnya.

Selain itu, Pemkot Sukabumi juga membuka opsi penerapan work from home (WFH) secara terbatas, khususnya pada hari Jumat. Skema ini dinilai dapat menjadi bagian dari upaya efisiensi sekaligus menjaga produktivitas ASN.

Dalam kesempatan tersebut, Ayep juga menyinggung persiapan menjelang Hari Ulang Tahun Kota Sukabumi. Ia menyatakan, dalam tiga tahun ke depan, yakni 2026 hingga 2028, Pemkot akan memfokuskan pembangunan pada sektor infrastruktur.

“Kita siapkan pembangunan infrastruktur untuk tiga tahun ke depan sebagai bagian dari penguatan layanan publik,” kata dia. Apel dan Halal Bihalal ini turut dihadiri Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana, Sekretaris Daerah Andang Tjahjandi, serta para kepala perangkat daerah di lingkungan Pemkot Sukabumi.

Berita Lainnya

Kategori Berita

Di Momen Halal Bihalal Pemkot Sukabumi, Wali Kota Tekankan Efisiensi Anggaran Hingga Terapkan WFH

SUKABUMI—Pemkot Sukabumi menggelar apel pagi gabungan yang dirangkaikan dengan Halal Bihalal Idul Fitri 1447 Hijriah di Lapang Apel Setda Kota Sukabumi, Selasa (31/3/2026). Momentum ini dimanfaatkan untuk memperkuat komitmen aparatur sipil negara (ASN) dalam meningkatkan kinerja pelayanan publik.

Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, dalam arahannya menekankan pentingnya kembali kepada nilai-nilai fitrah sebagai pijakan dalam menjalankan pemerintahan. Menurut dia, Idul Fitri menjadi momentum untuk kembali kepada kebaikan dan kebenaran.

“Fitrah itu seperti manusia yang baru lahir, bersih. Maka kita maknai sebagai ajakan untuk kembali ke jalan kebaikan dan kebenaran,” ujar Ayep di hadapan peserta apel. Dalam konteks penyelenggaraan pemerintahan, ia menegaskan bahwa nilai tersebut harus diwujudkan melalui langkah konkret, salah satunya dengan mendorong efisiensi anggaran secara menyeluruh.

Ayep menjelaskan, efisiensi tidak hanya terbatas pada pengurangan perjalanan dinas, tetapi juga mencakup belanja barang dan jasa. Pemkot tengah mengkaji kemungkinan pengadaan langsung ke pabrikan guna memangkas biaya yang selama ini melalui pihak ketiga.

“Saya minta Inspektorat dan Sekda berkonsultasi dengan BBPK dan BPKP, apakah memungkinkan belanja langsung ke pabrikan. Efisiensinya bisa mencapai 20 hingga 30 persen,” kata Ayep. Ia mencontohkan, rumah sakit milik daerah seperti RSUD R Syamsudin SH (Bunut) berpotensi melakukan pembelian obat langsung ke produsen tanpa melalui distributor.

Langkah tersebut dinilai dapat menghemat anggaran sekaligus meningkatkan efektivitas pelayanan kepada masyarakat. Lebih lanjut, ia menyebutkan target efisiensi anggaran secara keseluruhan berada pada kisaran 15 hingga 30 persen.

Dengan asumsi belanja daerah mencapai Rp 500 miliar, efisiensi 10 persen saja sudah menghasilkan penghematan Rp 50 miliar.“Ini sangat berarti bagi Kota Sukabumi, karena bisa dialihkan untuk kebutuhan yang lebih prioritas,” ujarnya.

Selain itu, Pemkot Sukabumi juga membuka opsi penerapan work from home (WFH) secara terbatas, khususnya pada hari Jumat. Skema ini dinilai dapat menjadi bagian dari upaya efisiensi sekaligus menjaga produktivitas ASN.

Dalam kesempatan tersebut, Ayep juga menyinggung persiapan menjelang Hari Ulang Tahun Kota Sukabumi. Ia menyatakan, dalam tiga tahun ke depan, yakni 2026 hingga 2028, Pemkot akan memfokuskan pembangunan pada sektor infrastruktur.

“Kita siapkan pembangunan infrastruktur untuk tiga tahun ke depan sebagai bagian dari penguatan layanan publik,” kata dia. Apel dan Halal Bihalal ini turut dihadiri Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana, Sekretaris Daerah Andang Tjahjandi, serta para kepala perangkat daerah di lingkungan Pemkot Sukabumi.

Berita Lainnya

Muraz
Refleksi HUT ke-112, Wali Kota Sukabumi Periode 2013-2018 Mohamad Muraz Sampaikan 16 Catatan Kritis untuk Pemkot Sukabumi
Paripurna HUT
Rapat Paripurna DPRD Warnai HUT ke-112 Kota Sukabumi, Tekankan Refleksi Total dan Kolaborasi Pembangunan
HUT Kota
Hari Jadi ke-112, Kota Sukabumi Teguhkan Harmoni Kolaborasi untuk Hadapi Tantangan Zaman
Membedah 112 Tahun Sukabumi Menagih Kebijakan Ekstrem Di Tengah Estetika Birokrasi Di Atas Kertas Kabarindah Com 04 01 2026 05 23 PM
Membedah 112 Tahun Sukabumi: Menagih "Kebijakan Ekstrem" di Tengah Estetika Birokrasi Di Atas Kertas
IMG 20260331 WA0068
Dari Roblox ke Mimpi Besar : Jejak Kreativitas Fadli, YouTuber 16 Tahun asal Sukabumi

Kategori Berita

Scroll to Top