KABARINDAH.COM, Sukabumi–Pemkot Sukabumi melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) menggandeng Kantor Imigrasi Sukabumi dalam pelayanan Eazy Passport bagi calon pekerja migran Indonesia. Kegiatan dalam rangka Hari Jadi ke-112 Kota Sukabumi ini dilaksanakan di Balai Latihan Kerja (BLK) Kota Sukabumi, Jalan Merdeka, Cipanengah, Kecamatan Lembursitu, Selasa (7/4/2026).
Melalui layanan Eazy Passport, masyarakat tidak perlu datang ke kantor imigrasi, sehingga proses pengurusan paspor menjadi lebih cepat dan efisien. Sebab, petugas imigrasi yang hadir di lokasi memastikan seluruh prosedur dilakukan sesuai standar operasional dan tetap menjaga keamanan serta kenyamanan pemohon.
Momen tersebut dihadiri Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki, Asisten Daerah II Setda Kota Sukabumi Nuraeni, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Sukabumi Punjul Saepul Hayat, <span;>Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Sukabumi, dan perwakilan Kementerian P2MI.
” Pelayanan Eazy Passport merupakan bentuk inovasi pelayanan publik yang memudahkan masyarakat dalam pengurusan dokumen perjalanan, khususnya bagi para calon pekerja migran Indonesia yang akan bekerja ke luar negeri,” ujar Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki. Program ini juga menjadi bagian dari upaya Pemkot Sukabumi dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang siap bersaing di tingkat global.
Melalui pelatihan di BLK serta dukungan dari berbagai pihak lanjut Ayep diharapkan para calon pekerja migran memiliki keterampilan, kesiapan mental, serta perlindungan yang memadai sebelum berangkat bekerja ke luar negeri. Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, instansi vertikal, lembaga pelatihan kerja, serta sektor perbankan dalam mendukung peningkatan kualitas dan kesejahteraan pekerja migran Indonesia asal Sukabumi.
Berharap sambung Ayep, para pekerja migran Indonesia yang telah selesai bekerja di luar negeri dapat kembali ke Kota Sukabumi dengan membawa pengalaman, keterampilan, serta modal yang dimiliki untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah. Intinya, para purna pekerja migran diharapkan dapat menjadi penggerak ekonomi, membuka lapangan usaha, serta berbagi pengetahuan kepada masyarakat.
Targetnya kata Ayep, pelayanan kepada masyarakat semakin optimal serta mampu memberikan kemudahan akses. Sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui peluang kerja yang lebih luas, baik di dalam maupun luar negeri.
