Di Musrenbang RKPD 2027, Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki Tekankan Sinkronisasi Arah Pembangunan – SUKABUMI KINI

Jumat, 23 Oktober 2026

Di Musrenbang RKPD 2027, Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki Tekankan Sinkronisasi Arah Pembangunan

SUKABUMIKINI.COM, Sukabumi–Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027 menjadi titik krusial dalam menentukan arah pembangunan kota ke depan. Hal tersebut disampaikan Wali Kota Sukabumi Ayep ZAki saat membuka Musrenbang RKPD 2027 di Gedung Juang 45, Kota Sukabumi, Rabu (8/4/2026).

“Forum ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan ruang strategis untuk menyatukan visi dan memastikan kebijakan yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” ujar Ayep. Musrenbang harus menjadi momentum untuk menyelaraskan arah pembangunan agar lebih tepat sasaran dan berdampak langsung.

Keberhasilan pembangunan kata Ayep tidak bisa hanya bertumpu pada pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen, mulai dari akademisi, pelaku usaha, hingga masyarakat. Kolaborasi ini menjadi fondasi dalam mewujudkan Kota Sukabumi yang inovatif, mandiri, agamis, dan nasionalis.

“Sejumlah indikator makro pembangunan tahun 2025 menunjukkan tren menggembirakan. Pertumbuhan ekonomi Kota Sukabumi tercatat mencapai 5,32 persen, melampaui rata-rata provinsi maupun nasional,” terang Ayep. Ia menambahkan, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) juga meningkat menjadi 78,23. Angka kemiskinan berhasil ditekan hingga 6,90 persen, sementara tingkat pengangguran terbuka turun menjadi 8,19 persen.

Dari sisi keuangan daerah, Pendapatan Asli Daerah (PAD) naik Rp54,5 miliar atau 12,47 persen pada 2025, dengan target kenaikan Rp44,14 miliar atau 8,98 persen pada 2026. “Kapasitas fiskal kita semakin kuat. Ini penting untuk menjaga kesinambungan pembangunan, apalagi di tengah potensi berkurangnya dana transfer dari pusat,” jelasnya.

Sepanjang 2025, lanjut Ayep, Pemkot Sukabumi mencatatkan 131 penghargaan dari berbagai level. Namun, Ayep mengingatkan tantangan ke depan tidak ringan, mulai dari ketidakpastian global hingga isu lokal seperti dampak operasional Tol Bocimi Seksi 3, pengembangan kawasan industri, penciptaan lapangan kerja, hingga penguatan sektor ekonomi kreatif.

Menjawab tantangan tersebut lanjut Ayep, Pemkot Sukabumi menetapkan sejumlah prioritas pembangunan tahun 2027, antara lain penurunan pengangguran melalui penciptaan lapangan kerja, pengurangan kemiskinan, peningkatan kualitas infrastruktur, serta pengelolaan sampah berbasis teknologi modern. “Pengembangan pusat pertumbuhan ekonomi baru, terutama di wilayah selatan, juga menjadi prioritas agar pembangunan lebih merata,” ujarnya.(*)

Berita Lainnya

Kategori Berita

Di Musrenbang RKPD 2027, Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki Tekankan Sinkronisasi Arah Pembangunan

SUKABUMIKINI.COM, Sukabumi–Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027 menjadi titik krusial dalam menentukan arah pembangunan kota ke depan. Hal tersebut disampaikan Wali Kota Sukabumi Ayep ZAki saat membuka Musrenbang RKPD 2027 di Gedung Juang 45, Kota Sukabumi, Rabu (8/4/2026).

“Forum ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan ruang strategis untuk menyatukan visi dan memastikan kebijakan yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” ujar Ayep. Musrenbang harus menjadi momentum untuk menyelaraskan arah pembangunan agar lebih tepat sasaran dan berdampak langsung.

Keberhasilan pembangunan kata Ayep tidak bisa hanya bertumpu pada pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen, mulai dari akademisi, pelaku usaha, hingga masyarakat. Kolaborasi ini menjadi fondasi dalam mewujudkan Kota Sukabumi yang inovatif, mandiri, agamis, dan nasionalis.

“Sejumlah indikator makro pembangunan tahun 2025 menunjukkan tren menggembirakan. Pertumbuhan ekonomi Kota Sukabumi tercatat mencapai 5,32 persen, melampaui rata-rata provinsi maupun nasional,” terang Ayep. Ia menambahkan, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) juga meningkat menjadi 78,23. Angka kemiskinan berhasil ditekan hingga 6,90 persen, sementara tingkat pengangguran terbuka turun menjadi 8,19 persen.

Dari sisi keuangan daerah, Pendapatan Asli Daerah (PAD) naik Rp54,5 miliar atau 12,47 persen pada 2025, dengan target kenaikan Rp44,14 miliar atau 8,98 persen pada 2026. “Kapasitas fiskal kita semakin kuat. Ini penting untuk menjaga kesinambungan pembangunan, apalagi di tengah potensi berkurangnya dana transfer dari pusat,” jelasnya.

Sepanjang 2025, lanjut Ayep, Pemkot Sukabumi mencatatkan 131 penghargaan dari berbagai level. Namun, Ayep mengingatkan tantangan ke depan tidak ringan, mulai dari ketidakpastian global hingga isu lokal seperti dampak operasional Tol Bocimi Seksi 3, pengembangan kawasan industri, penciptaan lapangan kerja, hingga penguatan sektor ekonomi kreatif.

Menjawab tantangan tersebut lanjut Ayep, Pemkot Sukabumi menetapkan sejumlah prioritas pembangunan tahun 2027, antara lain penurunan pengangguran melalui penciptaan lapangan kerja, pengurangan kemiskinan, peningkatan kualitas infrastruktur, serta pengelolaan sampah berbasis teknologi modern. “Pengembangan pusat pertumbuhan ekonomi baru, terutama di wilayah selatan, juga menjadi prioritas agar pembangunan lebih merata,” ujarnya.(*)

Berita Lainnya

Screenshot 20261022 190232 Gallery
Konsolidasi di Rumah Inspirasi Anggota DPR RI drh Slamet, DPD PKS Kota Sukabumi Perkuat Soliditas dan Pelayanan Publik
IMG 20261022 WA0018
Tahun Depan, Ketua DPRD Kota Sukabumi Dorong Hari Santri Lebih Semarak
Screenshot 20261022 113245 Gallery
Hari Santri 2026 di Kota Sukabumi, Momen Perkuat Peran Santri dalam Pembangunan
Screenshot 20261021 172006 Instagram
Tutup Kembali TPS Sampah, Ini Harapan Pemkot Sukabumi
Screenshot 20261021 141022 WhatsApp
Fraksi PKS DPRD Kota Sukabumi Ikuti Bimteknas PKS di Jakarta

Kategori Berita

Scroll to Top
Scroll to Top