SUKABUMIKINI.COM, Sukabumi—Pemkor Sukabumi terus memperkuat kualitas pelayanan kepada masyarakat dengan menggencarkan berbagai inovasi di semua lini pemerintahan. Upaya ini ditegaskan dalam Rapat Sosialisasi Indeks Inovasi Daerah (IID) Tahun 2026 yang digelar Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Kamis (9/4/2026).
Sosialisasi tersebut melibatkan para pemangku wilayah, mulai dari kecamatan hingga kelurahan, sebagai garda terdepan pelayanan publik. Langkah ini menjadi strategi penting untuk memastikan inovasi tidak hanya berhenti di tingkat kebijakan, tetapi benar-benar dirasakan langsung oleh masyarakat.
Kepala Bappeda Kota Sukabumi, M. Hasan Asari, menegaskan bahwa penguatan peran wilayah menjadi kunci dalam mendorong lahirnya inovasi daerah yang berdampak nyata.
“Upaya ini dilakukan untuk memperkuat peran wilayah dalam mendorong inovasi daerah, guna menciptakan pelayanan publik yang semakin efektif, responsif, dan berdampak bagi masyarakat Kota Sukabumi,” ujarnya.Menurut Hasan, inovasi tidak lagi menjadi pilihan, melainkan kebutuhan dalam menjawab tantangan pelayanan publik yang terus berkembang. Kecamatan dan kelurahan didorong untuk mampu menghadirkan terobosan yang sesuai dengan kebutuhan warga di wilayah masing-masing.
Tak hanya menyasar aparat kewilayahan, sosialisasi IID juga dilakukan kepada perangkat daerah serta puskesmas. Hal ini menunjukkan komitmen Pemkot Sukabumi dalam membangun ekosistem inovasi yang terintegrasi, mulai dari sektor administratif hingga layanan dasar seperti kesehatan.
Melalui penguatan inovasi ini, Pemkot Sukabumi berharap tercipta layanan publik yang lebih adaptif terhadap kebutuhan masyarakat, sekaligus meningkatkan kinerja pemerintahan secara menyeluruh.
Ke depan, inovasi daerah diharapkan tidak hanya menjadi indikator penilaian semata, tetapi juga menjadi budaya kerja yang melekat di setiap unit pelayanan. Dengan begitu, masyarakat dapat merasakan langsung perubahan layanan yang lebih cepat, tepat, dan solutif.
