Dilepas Wali Kota, Tiga Pekerja Migran Indonesia Asal Sukabumi Mendarat di Kuwait – SUKABUMI KINI

Jumat, 14 Agustus 2026

Dilepas Wali Kota, Tiga Pekerja Migran Indonesia Asal Sukabumi Mendarat di Kuwait

SUKABUMIKINI.COM, KUWAIT–Sebanyak tiga orang pemuda calon pekerja migran Indonesia asal Kota Sukabumi yang merupakan bagian dari 50 orang yang telah dilepas pemberangkatannya oleh Wali Kota Sukabumi, telah tiba di Kuwait pada Rabu (23/4/2026). Keberangkatan ini merupakan hasil kolaborasi masif antara pemerintah, swasta, dan dukungan akar rumput masyarakat.

Sebelumnya, sebanyak 50 Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) asal Kota Sukabumi resmi dilepas untuk bekerja ke luar negeri oleh Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, di Ruang Utama Balai Kota Sukabumi, Kamis (16/4/2026) lalu.

Perwakilan pendamping di Kuwait yang juga Komisaris PT Dwi Tunggal Jaya Abadi Asep menerangkan, ketiga pemuda tersebut tiba dalam kondisi prima. “Alhamdulillah, perjalanan lancar dan menyenangkan. Penempatan ini benar-benar terprosedur dengan baik,” jelasnya.

Program ini kata Asep, diharapkan menjadi standar baru bagi penempatan tenaga kerja asal Sukabumi di masa depan. Sebeb, dengan menerapman sebuah ekosistem yang aman, didukung oleh perbankan (Bank BJB), diawasi oleh imigrasi, dikelola oleh LPK dan P3MI profesional (PT. Dwitunggal Jaya Abadi), dan direstui oleh masyarakat serta keluarga.

​Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki mengatakan, kesuksesan ini adalah buah dari kerja sama yang kolaboratif dan sinergis. Ia secara khusus mengapresiasi peran PT Dwitunggal Jaya Abadi selaku Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) yang telah mengelola proses rekrutmen dan pelatihan secara profesional.

“Kita tidak bekerja sendiri. Terima kasih kepada PT Dwitunggal Jaya Abadi yang memastikan prosedur penempatan berjalan sesuai aturan, serta pihak Imigrasi yang memberikan pelayanan prima dalam dokumen perjalanan,” ungkap Ayep. Tak lupa peran Bank BJB Sukabumi yang telah mendukung sisi pembiayaan bagi para peserta, sehingga kendala finansial tidak lagi menjadi penghalang bagi anak muda kita untuk maju.

Ayep menekankan pentingnya peran birokrasi dari tingkat bawah hingga dukungan keluarga sebagai fondasi utama perlindungan pekerja migran. Di antaranya camat, PIC Kecamatan dan Lurah sebagai garda depan dalam pengawasan dan validasi data warga.

Berikutnya pengurus RT/RW yang berperan penting dalam memberikan edukasi dan memastikan warga tidak terjebak dalam sindikat penempatan ilegal. Selain itu orang tua sebagai pendukung moral utama yang memberikan restu dan doa bagi kesuksesan anak-anaknya di negeri orang.

“Kesuksesan ini dimulai dari lingkungan terkecil. Berkat kejelian RT/RW, Lurah, dan Camat, kita bisa memastikan anak-anak kita berangkat melalui jalur yang legal dan bermartabat,” cetus Ayep. Selain itu yang terpenting, dukungan serta doa dari para orang tua adalah modal utama mereka berjuang di Kuwait.

Kepala Disnaker Kota Sukabumi Punjul Saepul Hayat menambahkan, puluhan CPMI tersebut berasal dari tujuh kecamatan, dengan jumlah terbanyak dari Kecamatan Warudoyong dan Cibeureum. “Pemberangkatan dilakukan bertahap, tidak langsung sekaligus 50 orang. Dimulai tanggal 20 April dan berlanjut pada tanggal berikutnya,” ujarnya.

Sebelum diberangkatkan, para CPMI telah mengikuti pelatihan selama kurang lebih tiga bulan, meliputi pembekalan bahasa serta keterampilan teknis sesuai bidang pekerjaan di negara tujuan.

Punjul berharap para pekerja migran ini mampu meraih kesuksesan dan membawa perubahan positif saat kembali ke tanah air. “Mudah-mudahan mereka menjadi pribadi yang lebih sejahtera, terbuka wawasannya, disiplin, dan mandiri,” katanya.

Berita Lainnya

Kategori Berita

Dilepas Wali Kota, Tiga Pekerja Migran Indonesia Asal Sukabumi Mendarat di Kuwait

SUKABUMIKINI.COM, KUWAIT–Sebanyak tiga orang pemuda calon pekerja migran Indonesia asal Kota Sukabumi yang merupakan bagian dari 50 orang yang telah dilepas pemberangkatannya oleh Wali Kota Sukabumi, telah tiba di Kuwait pada Rabu (23/4/2026). Keberangkatan ini merupakan hasil kolaborasi masif antara pemerintah, swasta, dan dukungan akar rumput masyarakat.

Sebelumnya, sebanyak 50 Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) asal Kota Sukabumi resmi dilepas untuk bekerja ke luar negeri oleh Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, di Ruang Utama Balai Kota Sukabumi, Kamis (16/4/2026) lalu.

Perwakilan pendamping di Kuwait yang juga Komisaris PT Dwi Tunggal Jaya Abadi Asep menerangkan, ketiga pemuda tersebut tiba dalam kondisi prima. “Alhamdulillah, perjalanan lancar dan menyenangkan. Penempatan ini benar-benar terprosedur dengan baik,” jelasnya.

Program ini kata Asep, diharapkan menjadi standar baru bagi penempatan tenaga kerja asal Sukabumi di masa depan. Sebeb, dengan menerapman sebuah ekosistem yang aman, didukung oleh perbankan (Bank BJB), diawasi oleh imigrasi, dikelola oleh LPK dan P3MI profesional (PT. Dwitunggal Jaya Abadi), dan direstui oleh masyarakat serta keluarga.

​Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki mengatakan, kesuksesan ini adalah buah dari kerja sama yang kolaboratif dan sinergis. Ia secara khusus mengapresiasi peran PT Dwitunggal Jaya Abadi selaku Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) yang telah mengelola proses rekrutmen dan pelatihan secara profesional.

“Kita tidak bekerja sendiri. Terima kasih kepada PT Dwitunggal Jaya Abadi yang memastikan prosedur penempatan berjalan sesuai aturan, serta pihak Imigrasi yang memberikan pelayanan prima dalam dokumen perjalanan,” ungkap Ayep. Tak lupa peran Bank BJB Sukabumi yang telah mendukung sisi pembiayaan bagi para peserta, sehingga kendala finansial tidak lagi menjadi penghalang bagi anak muda kita untuk maju.

Ayep menekankan pentingnya peran birokrasi dari tingkat bawah hingga dukungan keluarga sebagai fondasi utama perlindungan pekerja migran. Di antaranya camat, PIC Kecamatan dan Lurah sebagai garda depan dalam pengawasan dan validasi data warga.

Berikutnya pengurus RT/RW yang berperan penting dalam memberikan edukasi dan memastikan warga tidak terjebak dalam sindikat penempatan ilegal. Selain itu orang tua sebagai pendukung moral utama yang memberikan restu dan doa bagi kesuksesan anak-anaknya di negeri orang.

“Kesuksesan ini dimulai dari lingkungan terkecil. Berkat kejelian RT/RW, Lurah, dan Camat, kita bisa memastikan anak-anak kita berangkat melalui jalur yang legal dan bermartabat,” cetus Ayep. Selain itu yang terpenting, dukungan serta doa dari para orang tua adalah modal utama mereka berjuang di Kuwait.

Kepala Disnaker Kota Sukabumi Punjul Saepul Hayat menambahkan, puluhan CPMI tersebut berasal dari tujuh kecamatan, dengan jumlah terbanyak dari Kecamatan Warudoyong dan Cibeureum. “Pemberangkatan dilakukan bertahap, tidak langsung sekaligus 50 orang. Dimulai tanggal 20 April dan berlanjut pada tanggal berikutnya,” ujarnya.

Sebelum diberangkatkan, para CPMI telah mengikuti pelatihan selama kurang lebih tiga bulan, meliputi pembekalan bahasa serta keterampilan teknis sesuai bidang pekerjaan di negara tujuan.

Punjul berharap para pekerja migran ini mampu meraih kesuksesan dan membawa perubahan positif saat kembali ke tanah air. “Mudah-mudahan mereka menjadi pribadi yang lebih sejahtera, terbuka wawasannya, disiplin, dan mandiri,” katanya.

Berita Lainnya

IMG 20260814 WA0039
DPRD Kota Sukabumi Sepakati KUA-PPAS 2027, Pembahasan Pinjaman Daerah masih Berproses
IMG 20260814 WA0025
Kota Sukabumi Raih Peringkat Empat Besar Smiling West Jawa Award Juli 2026
IMG 20260814 WA0020
Wakil Ketua DPRD Kota Sukabumi Rojab Asy'ari : DPRD tak Alergi Pinjaman, tapi Minta Kajian Kemampuan Bayar Utang Pemkot
IMG 20260814 WA0014
DPRD Kota Sukabumi Ikuti Pidato Kenegaraan Presiden, Penguatan Daerah Jadi Sorotan
Image1786508682
Vokasi ke Jepang Jadi Terobosan SMAN 5 Sukabumi Siapkan Lulusan ke Dunia Kerja Global

Kategori Berita

Scroll to Top
Scroll to Top