IPAL Berlapis di Dapur SPPG Karangtengah 2 Sukabumi, Limbah Diolah hingga Aman untuk Lingkungan – SUKABUMI KINI

Rabu, 16 September 2026

IPAL Berlapis di Dapur SPPG Karangtengah 2 Sukabumi, Limbah Diolah hingga Aman untuk Lingkungan

SUKABUMIKINI.COM, Sukabumi—Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karangtengah 2 di Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi, mulai menerapkan sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) sesuai regulasi Badan Gizi Nasional. Langkah ini dilakukan untuk memastikan limbah dapur tidak mencemari lingkungan sekitar.

Asisten Lapangan SPPG Karangtengah 2, Indra Pribadi, mengatakan sejak awal operasional dapur, pihaknya telah berkoordinasi dengan sejumlah instansi, termasuk Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Sukabumi.

“Sejak awal kita membuka dapur ini, koordinasi sudah dilakukan dengan pihak terkait, termasuk DLH. Pembangunan IPAL juga mengikuti arahan, mulai dari desain hingga penataan,” ujar Indra, Senin (27/4/2026). Ia menjelaskan, sistem IPAL yang diterapkan masih terus disempurnakan.

Dalam waktu dekat, DLH Kota Sukabumi akan melakukan pengujian kualitas air limbah hasil pengolahan tersebut. “Rencananya besok dilakukan pengujian oleh DLH. Dari hasil itu akan diketahui apakah air limbah ini sudah layak dibuang ke aliran sungai setelah melalui proses penyaringan,” katanya.

Menurut Indra, penerapan IPAL menjadi bagian dari komitmen menjaga kelestarian lingkungan. Pihaknya tidak ingin aktivitas dapur menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat sekitar.

“Kami berupaya memastikan limbah dapur tidak mencemari lingkungan. Sejauh ini juga belum ada keluhan dari warga sejak dapur beroperasi,” ujarnya.

Dalam pengelolaannya, SPPG Karangtengah 2 menggunakan sistem penyaringan berlapis yang terdiri dari enam kolam dengan fungsi berbeda. Limbah dari air bekas pencucian terlebih dahulu melewati penyaringan awal, kemudian masuk ke grease trap untuk memisahkan lemak, dilanjutkan ke bak kontrol, hingga mengalir ke kolam berikutnya sampai tahap akhir.

Menariknya, hasil akhir pengolahan limbah dialirkan ke kolam ikan sebagai indikator alami kualitas air. Hingga kini, ikan-ikan di kolam tersebut tetap hidup tanpa menunjukkan tanda pencemaran.

“Tidak ada ikan yang mati setelah dialiri air limbah yang sudah disaring. Ini menjadi indikator bahwa sistem IPAL yang kami gunakan berjalan dengan baik,” kata Indra.

Berita Lainnya

Kategori Berita

IPAL Berlapis di Dapur SPPG Karangtengah 2 Sukabumi, Limbah Diolah hingga Aman untuk Lingkungan

SUKABUMIKINI.COM, Sukabumi—Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karangtengah 2 di Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi, mulai menerapkan sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) sesuai regulasi Badan Gizi Nasional. Langkah ini dilakukan untuk memastikan limbah dapur tidak mencemari lingkungan sekitar.

Asisten Lapangan SPPG Karangtengah 2, Indra Pribadi, mengatakan sejak awal operasional dapur, pihaknya telah berkoordinasi dengan sejumlah instansi, termasuk Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Sukabumi.

“Sejak awal kita membuka dapur ini, koordinasi sudah dilakukan dengan pihak terkait, termasuk DLH. Pembangunan IPAL juga mengikuti arahan, mulai dari desain hingga penataan,” ujar Indra, Senin (27/4/2026). Ia menjelaskan, sistem IPAL yang diterapkan masih terus disempurnakan.

Dalam waktu dekat, DLH Kota Sukabumi akan melakukan pengujian kualitas air limbah hasil pengolahan tersebut. “Rencananya besok dilakukan pengujian oleh DLH. Dari hasil itu akan diketahui apakah air limbah ini sudah layak dibuang ke aliran sungai setelah melalui proses penyaringan,” katanya.

Menurut Indra, penerapan IPAL menjadi bagian dari komitmen menjaga kelestarian lingkungan. Pihaknya tidak ingin aktivitas dapur menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat sekitar.

“Kami berupaya memastikan limbah dapur tidak mencemari lingkungan. Sejauh ini juga belum ada keluhan dari warga sejak dapur beroperasi,” ujarnya.

Dalam pengelolaannya, SPPG Karangtengah 2 menggunakan sistem penyaringan berlapis yang terdiri dari enam kolam dengan fungsi berbeda. Limbah dari air bekas pencucian terlebih dahulu melewati penyaringan awal, kemudian masuk ke grease trap untuk memisahkan lemak, dilanjutkan ke bak kontrol, hingga mengalir ke kolam berikutnya sampai tahap akhir.

Menariknya, hasil akhir pengolahan limbah dialirkan ke kolam ikan sebagai indikator alami kualitas air. Hingga kini, ikan-ikan di kolam tersebut tetap hidup tanpa menunjukkan tanda pencemaran.

“Tidak ada ikan yang mati setelah dialiri air limbah yang sudah disaring. Ini menjadi indikator bahwa sistem IPAL yang kami gunakan berjalan dengan baik,” kata Indra.

Berita Lainnya

Screenshot 20260915 182219 Instagram
Pemkot Sukabumi Ambil Langkah Strategis Pembiayaan Jaminan Kesehatan, Siapkan Program Bankesda demi Perlindungan Warga Rentan
Screenshot 20260915 174458 WhatsApp
Hearing dengan Pemkot, BPS dan BPJS, Anggota DPRD Kota Sukabumi Danny Ramdhani Soroti Data Desil Penerima Bansos
IMG 20260914 WA0001
Ketua DPRD Kota Sukabumi Bersama Forkopimda Bertemu Kapolda Jabar, Ini yang Dibahas
FB IMG 1789379715112
PMI Sukabumi Perkuat Sistem Peringatan Dini Bencana Berbasis Data Iklim
IMG 20260914 WA0020
Harga Kedelai Impor di Sukabumi Naik, Kini Rp 11.200 per Kilogram

Kategori Berita

Scroll to Top
Scroll to Top