IPAL Berlapis di Dapur SPPG Karangtengah 2 Sukabumi, Limbah Diolah hingga Aman untuk Lingkungan – SUKABUMI KINI

Jumat, 12 Juni 2026

IPAL Berlapis di Dapur SPPG Karangtengah 2 Sukabumi, Limbah Diolah hingga Aman untuk Lingkungan

SUKABUMIKINI.COM, Sukabumi—Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karangtengah 2 di Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi, mulai menerapkan sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) sesuai regulasi Badan Gizi Nasional. Langkah ini dilakukan untuk memastikan limbah dapur tidak mencemari lingkungan sekitar.

Asisten Lapangan SPPG Karangtengah 2, Indra Pribadi, mengatakan sejak awal operasional dapur, pihaknya telah berkoordinasi dengan sejumlah instansi, termasuk Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Sukabumi.

“Sejak awal kita membuka dapur ini, koordinasi sudah dilakukan dengan pihak terkait, termasuk DLH. Pembangunan IPAL juga mengikuti arahan, mulai dari desain hingga penataan,” ujar Indra, Senin (27/4/2026). Ia menjelaskan, sistem IPAL yang diterapkan masih terus disempurnakan.

Dalam waktu dekat, DLH Kota Sukabumi akan melakukan pengujian kualitas air limbah hasil pengolahan tersebut. “Rencananya besok dilakukan pengujian oleh DLH. Dari hasil itu akan diketahui apakah air limbah ini sudah layak dibuang ke aliran sungai setelah melalui proses penyaringan,” katanya.

Menurut Indra, penerapan IPAL menjadi bagian dari komitmen menjaga kelestarian lingkungan. Pihaknya tidak ingin aktivitas dapur menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat sekitar.

“Kami berupaya memastikan limbah dapur tidak mencemari lingkungan. Sejauh ini juga belum ada keluhan dari warga sejak dapur beroperasi,” ujarnya.

Dalam pengelolaannya, SPPG Karangtengah 2 menggunakan sistem penyaringan berlapis yang terdiri dari enam kolam dengan fungsi berbeda. Limbah dari air bekas pencucian terlebih dahulu melewati penyaringan awal, kemudian masuk ke grease trap untuk memisahkan lemak, dilanjutkan ke bak kontrol, hingga mengalir ke kolam berikutnya sampai tahap akhir.

Menariknya, hasil akhir pengolahan limbah dialirkan ke kolam ikan sebagai indikator alami kualitas air. Hingga kini, ikan-ikan di kolam tersebut tetap hidup tanpa menunjukkan tanda pencemaran.

“Tidak ada ikan yang mati setelah dialiri air limbah yang sudah disaring. Ini menjadi indikator bahwa sistem IPAL yang kami gunakan berjalan dengan baik,” kata Indra.

Berita Lainnya

Kategori Berita

IPAL Berlapis di Dapur SPPG Karangtengah 2 Sukabumi, Limbah Diolah hingga Aman untuk Lingkungan

SUKABUMIKINI.COM, Sukabumi—Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karangtengah 2 di Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi, mulai menerapkan sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) sesuai regulasi Badan Gizi Nasional. Langkah ini dilakukan untuk memastikan limbah dapur tidak mencemari lingkungan sekitar.

Asisten Lapangan SPPG Karangtengah 2, Indra Pribadi, mengatakan sejak awal operasional dapur, pihaknya telah berkoordinasi dengan sejumlah instansi, termasuk Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Sukabumi.

“Sejak awal kita membuka dapur ini, koordinasi sudah dilakukan dengan pihak terkait, termasuk DLH. Pembangunan IPAL juga mengikuti arahan, mulai dari desain hingga penataan,” ujar Indra, Senin (27/4/2026). Ia menjelaskan, sistem IPAL yang diterapkan masih terus disempurnakan.

Dalam waktu dekat, DLH Kota Sukabumi akan melakukan pengujian kualitas air limbah hasil pengolahan tersebut. “Rencananya besok dilakukan pengujian oleh DLH. Dari hasil itu akan diketahui apakah air limbah ini sudah layak dibuang ke aliran sungai setelah melalui proses penyaringan,” katanya.

Menurut Indra, penerapan IPAL menjadi bagian dari komitmen menjaga kelestarian lingkungan. Pihaknya tidak ingin aktivitas dapur menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat sekitar.

“Kami berupaya memastikan limbah dapur tidak mencemari lingkungan. Sejauh ini juga belum ada keluhan dari warga sejak dapur beroperasi,” ujarnya.

Dalam pengelolaannya, SPPG Karangtengah 2 menggunakan sistem penyaringan berlapis yang terdiri dari enam kolam dengan fungsi berbeda. Limbah dari air bekas pencucian terlebih dahulu melewati penyaringan awal, kemudian masuk ke grease trap untuk memisahkan lemak, dilanjutkan ke bak kontrol, hingga mengalir ke kolam berikutnya sampai tahap akhir.

Menariknya, hasil akhir pengolahan limbah dialirkan ke kolam ikan sebagai indikator alami kualitas air. Hingga kini, ikan-ikan di kolam tersebut tetap hidup tanpa menunjukkan tanda pencemaran.

“Tidak ada ikan yang mati setelah dialiri air limbah yang sudah disaring. Ini menjadi indikator bahwa sistem IPAL yang kami gunakan berjalan dengan baik,” kata Indra.

Berita Lainnya

IMG 20260611 WA0032
TPS Liar Ditutup, Sukabumi Perkuat Pengelolaan Sampah dari Hulu hingga Hilir
IMG 20260611 WA0029
18 Jemaah Haji Kota Sukabumi Segera Kembali ke Tanah Air pada 17 Juni
IMG 20260611 WA0026
60 Warga Cipelang Terima Sertifikat Hak Milik, Pemkot Sukabumi Tuntaskan Penataan Kawasan Kumuh Secara Bertahap
IMG 20260611 WA0016
Sambangi Tiga Titik di Tipar, TP PKK Kota Sukabumi Tebar Manfaat Lewat Program Beaksi
IMG 20260611 WA0008
Kota Sukabumi Masuk Lima Besar Smiling West Java Awards di Mei 2026

Kategori Berita

Scroll to Top
Scroll to Top