Kolaborasi BRIN dan Pesantren Dzikir Alfath Sukabumi Dorong Model “Zero Waste” Berbasis Ekonomi Sirkuler – SUKABUMI KINI

Sabtu, 24 Oktober 2026

Kolaborasi BRIN dan Pesantren Dzikir Alfath Sukabumi Dorong Model “Zero Waste” Berbasis Ekonomi Sirkuler

SUKABUMIKINI.COM, Sukabumi—Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Pondok Pesantren Dzikir Al-Fath menggelar workshop pengelolaan sampah, pengembangan produk herbal, dan penataan lingkungan di Kota Sukabumi, Senin (27/4/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun kemandirian pesantren berbasis riset dan inovasi.

Pimpinan Ponpes Dzikir Al-Fath, KH Fajar Laksana, menjelaskan bahwa kerja sama dengan BRIN merupakan kelanjutan dari kolaborasi sebelumnya di bidang permuseuman dan penelitian naskah kuno. “Kerja sama ini sudah berjalan, bahkan sudah dilakukan enam kali penelitian terkait benda arkeolog dan manuskrip,” ujarnya.

Menurut Fajar, kerja sama tahap kedua ini difokuskan pada pengembangan produk herbal, pengolahan limbah, serta penataan lingkungan yang bersih dan sehat. Melalui workshop tersebut, para peneliti BRIN dihadirkan untuk memberikan pemahaman sekaligus praktik langsung kepada para santri dan pengelola pesantren.

“Kami ingin pesantren ini menjadi miniatur kota. Di dalamnya ada seluruh elemen kehidupan, mulai dari pendidikan, ekonomi, hingga permukiman,” kata Fajar. Ia menyebut, Ponpes Dzikir Al-Fath memiliki jenjang pendidikan lengkap, dari PAUD hingga perguruan tinggi, serta komunitas jamaah dan kawasan hunian.

Kondisi ini dinilai ideal untuk mengembangkan model tata kelola lingkungan dan ekonomi berbasis pesantren. Konsep yang tengah didorong adalah ekonomi sirkuler dengan pendekatan zero waste atau tanpa limbah.

Dalam model ini, seluruh kebutuhan hidup diupayakan dapat dipenuhi secara mandiri melalui pemanfaatan sumber daya yang ada di lingkungan pesantren.

“Bagaimana kita bisa hidup mandiri. Ambil telur dari ternak sendiri, petik cabai dari kebun, hingga memanfaatkan kotoran hewan sebagai pupuk tanpa bergantung pada bahan kimia,” ujarnya.

Fajar menekankan bahwa untuk mewujudkan konsep tersebut dibutuhkan dukungan para ahli dan peneliti, terutama dalam merancang sistem yang efektif dan berkelanjutan. Ia berharap kolaborasi dengan BRIN dapat menghasilkan desain pesantren yang efisien, tangguh, dan tidak bergantung pada produk luar.

“Kami ingin menciptakan pesantren yang survivable, mandiri, dan mampu menjadi contoh dalam menata kehidupan berbasis lingkungan dan kemandirian ekonomi,” kata dia.

Berita Lainnya

Kategori Berita

Kolaborasi BRIN dan Pesantren Dzikir Alfath Sukabumi Dorong Model “Zero Waste” Berbasis Ekonomi Sirkuler

SUKABUMIKINI.COM, Sukabumi—Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Pondok Pesantren Dzikir Al-Fath menggelar workshop pengelolaan sampah, pengembangan produk herbal, dan penataan lingkungan di Kota Sukabumi, Senin (27/4/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun kemandirian pesantren berbasis riset dan inovasi.

Pimpinan Ponpes Dzikir Al-Fath, KH Fajar Laksana, menjelaskan bahwa kerja sama dengan BRIN merupakan kelanjutan dari kolaborasi sebelumnya di bidang permuseuman dan penelitian naskah kuno. “Kerja sama ini sudah berjalan, bahkan sudah dilakukan enam kali penelitian terkait benda arkeolog dan manuskrip,” ujarnya.

Menurut Fajar, kerja sama tahap kedua ini difokuskan pada pengembangan produk herbal, pengolahan limbah, serta penataan lingkungan yang bersih dan sehat. Melalui workshop tersebut, para peneliti BRIN dihadirkan untuk memberikan pemahaman sekaligus praktik langsung kepada para santri dan pengelola pesantren.

“Kami ingin pesantren ini menjadi miniatur kota. Di dalamnya ada seluruh elemen kehidupan, mulai dari pendidikan, ekonomi, hingga permukiman,” kata Fajar. Ia menyebut, Ponpes Dzikir Al-Fath memiliki jenjang pendidikan lengkap, dari PAUD hingga perguruan tinggi, serta komunitas jamaah dan kawasan hunian.

Kondisi ini dinilai ideal untuk mengembangkan model tata kelola lingkungan dan ekonomi berbasis pesantren. Konsep yang tengah didorong adalah ekonomi sirkuler dengan pendekatan zero waste atau tanpa limbah.

Dalam model ini, seluruh kebutuhan hidup diupayakan dapat dipenuhi secara mandiri melalui pemanfaatan sumber daya yang ada di lingkungan pesantren.

“Bagaimana kita bisa hidup mandiri. Ambil telur dari ternak sendiri, petik cabai dari kebun, hingga memanfaatkan kotoran hewan sebagai pupuk tanpa bergantung pada bahan kimia,” ujarnya.

Fajar menekankan bahwa untuk mewujudkan konsep tersebut dibutuhkan dukungan para ahli dan peneliti, terutama dalam merancang sistem yang efektif dan berkelanjutan. Ia berharap kolaborasi dengan BRIN dapat menghasilkan desain pesantren yang efisien, tangguh, dan tidak bergantung pada produk luar.

“Kami ingin menciptakan pesantren yang survivable, mandiri, dan mampu menjadi contoh dalam menata kehidupan berbasis lingkungan dan kemandirian ekonomi,” kata dia.

Berita Lainnya

IMG 20261023 WA0018
Krisis Air Bersih Belum Usai, PMI Kota Sukabumi Salurkan 5.000 Liter Air untuk 640 Warga Lembursitu
Screenshot 20261022 190232 Gallery
Konsolidasi di Rumah Inspirasi Anggota DPR RI drh Slamet, DPD PKS Kota Sukabumi Perkuat Soliditas dan Pelayanan Publik
IMG 20261022 WA0018
Tahun Depan, Ketua DPRD Kota Sukabumi Dorong Hari Santri Lebih Semarak
Screenshot 20261022 113245 Gallery
Hari Santri 2026 di Kota Sukabumi, Momen Perkuat Peran Santri dalam Pembangunan
Screenshot 20261021 172006 Instagram
Tutup Kembali TPS Sampah, Ini Harapan Pemkot Sukabumi

Kategori Berita

Scroll to Top
Scroll to Top