Tanggulangi Kemiskinan, Pemkot Sukabumi Gencarkan 12 PAS yang Kini Bantu Pelaku UMKM – SUKABUMI KINI

Jumat, 14 Agustus 2026

Tanggulangi Kemiskinan, Pemkot Sukabumi Gencarkan 12 PAS yang Kini Bantu Pelaku UMKM

SUKABUMIKINI.COM, Sukabumi–Upaya mengentaskan kemiskinan ekstrem terus dilakukan di Kota Sukabumi. Langkah tersebut misalnya digencarkan melalui program Ayeuna Waktuna Berbagi Berkah atau 12 PAS di wilayah.

Hal ini misalnya tergambar dalam kegiatan 12 PAS periode 2 episode 5 ini di Kelurahan Gunung Parang Kecamatan Cikole dan Kelurahan Tipar Kecamatan Citaming pada  Rabu (29/4/2026). Kegiatan tersebut dipimpin langsung Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki dan didampingi Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana.

” Hari ini ada penerima, 10 penerima. Cuman yang unik hari ini adalah 12 PAS bukan hanya sembako plus uang tunai Rp 1 juta,” kata Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki. Akan tetapi juga memberikan bantuan peralatan kerja untuk pelaku UMKM seperti kompor gas, dandang, dan lain sebagainya untuk membantu kegiatan usaha.

Di mana terang Ayep, tadi sudah dua pelaku usaha kecil bubur dan makanan yang mendapatkannya. “Saya sampaikan juga kepada semua baraya Sukabumi, Qardhul Hasan sudah berjalan baik. Itu program filantropis, dananya dana sosial 100% dari yang memberikan sedekah jariah dan juga hasil kelola wakaf,” jelasnya.

Menurut Ayep, program itu sudah berjalan dan sekarang nasabahnya mencapai 2.300 orang. Setiap bulan paling tidak ada 400 hingga 500 nasabah baru yang bisa meminjam tanpa bunga dan tanpa potongan.

” Nilai terkecilnya Rp 250.000 sampai dengan terbesarnya Rp 1 juta,” ungkap Ayep. Ia mengajak warga melalui RT, RW untuk bisa meminjam melalui program itu.

Karena lanjut Ayep, targetnya per RT nanti ada satu RT dua orang penerima dan dari dua orang naik lima orang, dan kalau bisa satu RT ini bisa 10 penerima. ” Jadi, jadi basis pembangunan ekonomi melalui peningkatan modal kerja yang berbasis ke-RT-an,” imbuhnya.

Pasca bantuan lanjut Ayep, nanti pekerja sosial yang memonitor langsung di lapangan melalui Dinas Sosial. Sebab, tidak mungkin juga langsung wali kota yang memonitor.

” Tapi ini adalah upaya bagaimana mengentaskan kemiskinan ekstrem, dari program pemerintah pusat yang dijalankan secara konsisten dan komitmen oleh Pemerintah Kota Sukabumi dengan anggarannya menggunakan anggaran filantropis,” ungkap Ayep. Dananya, bukan hanya dari APBD, tapi anggaran dari BJB, BNI, Mandiri, BRI, Telkom, Pegadaian, dan Baznas.

Berita Lainnya

Kategori Berita

Tanggulangi Kemiskinan, Pemkot Sukabumi Gencarkan 12 PAS yang Kini Bantu Pelaku UMKM

SUKABUMIKINI.COM, Sukabumi–Upaya mengentaskan kemiskinan ekstrem terus dilakukan di Kota Sukabumi. Langkah tersebut misalnya digencarkan melalui program Ayeuna Waktuna Berbagi Berkah atau 12 PAS di wilayah.

Hal ini misalnya tergambar dalam kegiatan 12 PAS periode 2 episode 5 ini di Kelurahan Gunung Parang Kecamatan Cikole dan Kelurahan Tipar Kecamatan Citaming pada  Rabu (29/4/2026). Kegiatan tersebut dipimpin langsung Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki dan didampingi Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana.

” Hari ini ada penerima, 10 penerima. Cuman yang unik hari ini adalah 12 PAS bukan hanya sembako plus uang tunai Rp 1 juta,” kata Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki. Akan tetapi juga memberikan bantuan peralatan kerja untuk pelaku UMKM seperti kompor gas, dandang, dan lain sebagainya untuk membantu kegiatan usaha.

Di mana terang Ayep, tadi sudah dua pelaku usaha kecil bubur dan makanan yang mendapatkannya. “Saya sampaikan juga kepada semua baraya Sukabumi, Qardhul Hasan sudah berjalan baik. Itu program filantropis, dananya dana sosial 100% dari yang memberikan sedekah jariah dan juga hasil kelola wakaf,” jelasnya.

Menurut Ayep, program itu sudah berjalan dan sekarang nasabahnya mencapai 2.300 orang. Setiap bulan paling tidak ada 400 hingga 500 nasabah baru yang bisa meminjam tanpa bunga dan tanpa potongan.

” Nilai terkecilnya Rp 250.000 sampai dengan terbesarnya Rp 1 juta,” ungkap Ayep. Ia mengajak warga melalui RT, RW untuk bisa meminjam melalui program itu.

Karena lanjut Ayep, targetnya per RT nanti ada satu RT dua orang penerima dan dari dua orang naik lima orang, dan kalau bisa satu RT ini bisa 10 penerima. ” Jadi, jadi basis pembangunan ekonomi melalui peningkatan modal kerja yang berbasis ke-RT-an,” imbuhnya.

Pasca bantuan lanjut Ayep, nanti pekerja sosial yang memonitor langsung di lapangan melalui Dinas Sosial. Sebab, tidak mungkin juga langsung wali kota yang memonitor.

” Tapi ini adalah upaya bagaimana mengentaskan kemiskinan ekstrem, dari program pemerintah pusat yang dijalankan secara konsisten dan komitmen oleh Pemerintah Kota Sukabumi dengan anggarannya menggunakan anggaran filantropis,” ungkap Ayep. Dananya, bukan hanya dari APBD, tapi anggaran dari BJB, BNI, Mandiri, BRI, Telkom, Pegadaian, dan Baznas.

Berita Lainnya

IMG 20260814 WA0039
DPRD Kota Sukabumi Sepakati KUA-PPAS 2027, Pembahasan Pinjaman Daerah masih Berproses
IMG 20260814 WA0025
Kota Sukabumi Raih Peringkat Empat Besar Smiling West Jawa Award Juli 2026
IMG 20260814 WA0020
Wakil Ketua DPRD Kota Sukabumi Rojab Asy'ari : DPRD tak Alergi Pinjaman, tapi Minta Kajian Kemampuan Bayar Utang Pemkot
IMG 20260814 WA0014
DPRD Kota Sukabumi Ikuti Pidato Kenegaraan Presiden, Penguatan Daerah Jadi Sorotan
Image1786508682
Vokasi ke Jepang Jadi Terobosan SMAN 5 Sukabumi Siapkan Lulusan ke Dunia Kerja Global

Kategori Berita

Scroll to Top
Scroll to Top