Anak-Anak Sukabumi Kembali Tampil Percaya Diri Lewat Panggung Harapan Anak – SUKABUMI KINI

Rabu, 17 Juni 2026

Anak-Anak Sukabumi Kembali Tampil Percaya Diri Lewat Panggung Harapan Anak

SUKABUMIKINI.COM, Sukabumi–Ajang Panggung Harapan Anak dengan tema Semua Anak Berhak Tampil yang digelar di Rumah Budaya Sukuraga di Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi berlangsung semarak pada Jumat (1/5/2026). Anak-anak tampil dengan percaya diri sesuai dengan bakatnya lewat penampilan seperti acting, singing, dan fashion show.

Acara ini sejatinya menjadi ruang pemulihan mental sekaligus penguatan rasa percaya diri bagi anak-anak yang sebelumnya terdampak secara psikologis akibat batalnya sebuah kegiatan pada 26 April 2026 lalu.

Kegiatan yang semula direncanakan tersebut gagal terlaksana setelah oknum ketua penyelenggara diketahui menggelapkan uang pendaftaran peserta dan kini telah ditetapkan sebagai tersangka. Peristiwa itu menyisakan kekecewaan, bahkan berpotensi menurunkan kepercayaan diri anak-anak untuk tampil di ruang publik.

Melalui “Panggung Harapan Anak”, penyelenggara menghadirkan ruang yang lebih inklusif dan suportif. Anak-anak didorong untuk kembali berekspresi, berkarya, serta memperoleh dukungan moral dari lingkungan sekitar. Rangkaian kegiatan meliputi sesi motivasi dan penguatan mental, serta edukasi penampilan seperti acting, singing, dan fashion show.

Budayawan sekaligus Ketua Komunitas Sukuraga, Effendi Sukuraga menerangkan, kegiatan ini berangkat dari kepedulian terhadap kondisi psikologis anak. Menurut dia, pendidikan karakter yang selama ini dikembangkan di Sukuraga menjadi fondasi utama dalam merespons situasi tersebut.

“Yang ingin kita selamatkan adalah anak-anak. Jangan sampai mereka kehilangan rasa percaya diri hanya karena kejadian ini,” ujar Kang Fendi Sukuraga sapaan akrab seniman yang melahirkan seni Wayang Sukuraga tersebut. Ia menjelaskan, sejak awal pihaknya hanya berperan sebagai penyedia tempat dalam kegiatan yang batal tersebut.

Namun, karena melibatkan anak-anak, ia merasa memiliki tanggung jawab moral untuk menghadirkan ruang pemulihan. Ia juga mengungkapkan kekhawatiran akan munculnya persepsi negatif terhadap Sukuraga di benak anak-anak.

Trauma akibat pembatalan kegiatan berpotensi menimbulkan rasa enggan untuk kembali mengikuti aktivitas serupa. “Anak-anak bisa saja mengaitkan kegagalan itu dengan Sukuraga, padahal mereka tidak mengetahui duduk persoalannya. Itu yang ingin kami pulihkan,” katanya.

Kegiatan ini tidak dirancang sebagai ajang kompetisi. Berbeda dengan acara sebelumnya, “Panggung Harapan Anak” tidak menghadirkan penjurian maupun hadiah. Fokus utama diarahkan pada pengalaman tampil dan proses membangun kembali kepercayaan diri.

Berita Lainnya

Kategori Berita

Anak-Anak Sukabumi Kembali Tampil Percaya Diri Lewat Panggung Harapan Anak

SUKABUMIKINI.COM, Sukabumi–Ajang Panggung Harapan Anak dengan tema Semua Anak Berhak Tampil yang digelar di Rumah Budaya Sukuraga di Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi berlangsung semarak pada Jumat (1/5/2026). Anak-anak tampil dengan percaya diri sesuai dengan bakatnya lewat penampilan seperti acting, singing, dan fashion show.

Acara ini sejatinya menjadi ruang pemulihan mental sekaligus penguatan rasa percaya diri bagi anak-anak yang sebelumnya terdampak secara psikologis akibat batalnya sebuah kegiatan pada 26 April 2026 lalu.

Kegiatan yang semula direncanakan tersebut gagal terlaksana setelah oknum ketua penyelenggara diketahui menggelapkan uang pendaftaran peserta dan kini telah ditetapkan sebagai tersangka. Peristiwa itu menyisakan kekecewaan, bahkan berpotensi menurunkan kepercayaan diri anak-anak untuk tampil di ruang publik.

Melalui “Panggung Harapan Anak”, penyelenggara menghadirkan ruang yang lebih inklusif dan suportif. Anak-anak didorong untuk kembali berekspresi, berkarya, serta memperoleh dukungan moral dari lingkungan sekitar. Rangkaian kegiatan meliputi sesi motivasi dan penguatan mental, serta edukasi penampilan seperti acting, singing, dan fashion show.

Budayawan sekaligus Ketua Komunitas Sukuraga, Effendi Sukuraga menerangkan, kegiatan ini berangkat dari kepedulian terhadap kondisi psikologis anak. Menurut dia, pendidikan karakter yang selama ini dikembangkan di Sukuraga menjadi fondasi utama dalam merespons situasi tersebut.

“Yang ingin kita selamatkan adalah anak-anak. Jangan sampai mereka kehilangan rasa percaya diri hanya karena kejadian ini,” ujar Kang Fendi Sukuraga sapaan akrab seniman yang melahirkan seni Wayang Sukuraga tersebut. Ia menjelaskan, sejak awal pihaknya hanya berperan sebagai penyedia tempat dalam kegiatan yang batal tersebut.

Namun, karena melibatkan anak-anak, ia merasa memiliki tanggung jawab moral untuk menghadirkan ruang pemulihan. Ia juga mengungkapkan kekhawatiran akan munculnya persepsi negatif terhadap Sukuraga di benak anak-anak.

Trauma akibat pembatalan kegiatan berpotensi menimbulkan rasa enggan untuk kembali mengikuti aktivitas serupa. “Anak-anak bisa saja mengaitkan kegagalan itu dengan Sukuraga, padahal mereka tidak mengetahui duduk persoalannya. Itu yang ingin kami pulihkan,” katanya.

Kegiatan ini tidak dirancang sebagai ajang kompetisi. Berbeda dengan acara sebelumnya, “Panggung Harapan Anak” tidak menghadirkan penjurian maupun hadiah. Fokus utama diarahkan pada pengalaman tampil dan proses membangun kembali kepercayaan diri.

Berita Lainnya

IMG 20260617 WA0022
Setelah PMI, PDAM dan BPBD Kota Sukabumi Terjun Bantu Kesulitan Air Bersih di SLB Budi Nurani
1001119424
Makhraj Yaqdan Nabihan Harumkan Nama Sukabumi, Raih Juara II Festival Musik Internasional di Rumania
IMG 20260617 WA0005
Alhamdulillah, Jemaah Haji Asal Kota Sukabumi Tiba di Tanah Air
IMG 20260617 WA0002
Kota Sukabumi Raih Realisasi Belanja Tertinggi, dan Masuk 20 Besar Realisasi Pendapatan Se Indonesia
IMG 20260616 WA0029
PMI Kota Sukabumi Salurkan Air Bersih untuk SLB Budi Nurani yang Terdampak Kekeringan

Kategori Berita

Scroll to Top
Scroll to Top