Perpustakaan Kelurahan di Kota Sukabumi Didorong Jadi Ruang Belajar dan Pusat Inklusi Warga – SUKABUMI KINI

Kamis, 14 Mei 2026

Perpustakaan Kelurahan di Kota Sukabumi Didorong Jadi Ruang Belajar dan Pusat Inklusi Warga

SUKABUMIKINI.COM, Sukabumi–Kegiatan sosialisasi Lomba Perpustakaan Kelurahan Terbaik tahun 2026 digelar Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (Dispusipda) Kota Sukabumi, Rabu (13/5/2026). Kegiatan tersebut dihadiri para kepala dan pengelola perpustakaan kelurahan se-Kota Sukabumi.

Kepala Dispusipda Kota Sukabumi, Olga Pragosta mengatakan, lomba tersebut bukan sekadar seremoni tahunan. Melainkan langkah nyata untuk memperkuat peran perpustakaan sebagai pusat literasi dan ruang inklusi sosial bagi masyarakat.

Menurut Olga, perpustakaan kelurahan tidak lagi boleh dipandang hanya sebagai tempat penyimpanan buku yang sepi pengunjung. Perpustakaan harus mampu bertransformasi menjadi pusat belajar komunitas, ruang diskusi, hingga tempat pertemuan lintas generasi.

“Di perpustakaan, anak-anak bisa belajar mencari informasi kesehatan, pemuda dan mahasiswa mengembangkan keterampilan, sementara lansia memperoleh akses bahan bacaan yang mereka butuhkan,” ujar Olga. Ia menekankan, akses informasi dan pengetahuan harus menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa membedakan latar belakang sosial, ekonomi, maupun kemampuan fisik. Karena itu, kualitas layanan menjadi aspek penting dalam pengembangan perpustakaan kelurahan.

“Perpustakaan yang baik bukan hanya memiliki banyak koleksi, tetapi juga mampu menghadirkan layanan yang ramah, terbuka, dan responsif terhadap kebutuhan warga,” katanya. Dispusipda Kota Sukabumi juga mendorong setiap perpustakaan kelurahan memberi perhatian terhadap kelompok rentan dan masyarakat yang selama ini minim akses literasi.

Beberapa program yang didorong antara lain pelatihan literasi digital bagi lansia, ruang baca inklusif untuk penyandang disabilitas, hingga program baca tulis bagi anak dan remaja. Selain itu, setiap perpustakaan diharapkan mampu berkembang sesuai karakter dan kebutuhan wilayah masing-masing.

Olga menerangkan, perpustakaan tidak harus memiliki konsep yang sama, melainkan dapat menyesuaikan dengan potensi lokal maupun persoalan sosial di lingkungannya.

Pengembangan perpustakaan lanjut Olga, membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari lurah, camat, RT/RW, PKK, Karang Taruna, pesantren, lembaga keagamaan, hingga komunitas sosial dan ekonomi. Dalam konsep tersebut, perpustakaan juga diarahkan menjadi pusat informasi publik bagi masyarakat, termasuk terkait kebijakan pemerintah, program kesehatan, hingga peluang usaha.

Olga menegaskan, lomba perpustakaan kelurahan terbaik bukan sekadar ajang memperebutkan penghargaan. Kegiatan itu menjadi sarana evaluasi, penguatan kapasitas, sekaligus penyebaran praktik-praktik terbaik antarperpustakaan di Kota Sukabumi.

“Momentum ini diharapkan menjadi ruang saling belajar dan menginspirasi agar kualitas layanan perpustakaan meningkat secara kolektif,” cetus Olga. Dispusipda Kota Sukabumi pun berkomitmen terus memberikan pelatihan, pendampingan, penguatan koleksi bacaan yang relevan, serta peningkatan sarana digital bagi perpustakaan kelurahan.

Ke depan, perpustakaan kelurahan diharapkan menjadi tempat yang benar-benar dicari masyarakat dan mampu memberi dampak nyata terhadap peningkatan kualitas hidup warga. Selain itu, budaya literasi dan inklusi diharapkan dapat tumbuh merata di seluruh wilayah Kota Sukabumi.

Berita Lainnya

Kategori Berita

Perpustakaan Kelurahan di Kota Sukabumi Didorong Jadi Ruang Belajar dan Pusat Inklusi Warga

SUKABUMIKINI.COM, Sukabumi–Kegiatan sosialisasi Lomba Perpustakaan Kelurahan Terbaik tahun 2026 digelar Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (Dispusipda) Kota Sukabumi, Rabu (13/5/2026). Kegiatan tersebut dihadiri para kepala dan pengelola perpustakaan kelurahan se-Kota Sukabumi.

Kepala Dispusipda Kota Sukabumi, Olga Pragosta mengatakan, lomba tersebut bukan sekadar seremoni tahunan. Melainkan langkah nyata untuk memperkuat peran perpustakaan sebagai pusat literasi dan ruang inklusi sosial bagi masyarakat.

Menurut Olga, perpustakaan kelurahan tidak lagi boleh dipandang hanya sebagai tempat penyimpanan buku yang sepi pengunjung. Perpustakaan harus mampu bertransformasi menjadi pusat belajar komunitas, ruang diskusi, hingga tempat pertemuan lintas generasi.

“Di perpustakaan, anak-anak bisa belajar mencari informasi kesehatan, pemuda dan mahasiswa mengembangkan keterampilan, sementara lansia memperoleh akses bahan bacaan yang mereka butuhkan,” ujar Olga. Ia menekankan, akses informasi dan pengetahuan harus menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa membedakan latar belakang sosial, ekonomi, maupun kemampuan fisik. Karena itu, kualitas layanan menjadi aspek penting dalam pengembangan perpustakaan kelurahan.

“Perpustakaan yang baik bukan hanya memiliki banyak koleksi, tetapi juga mampu menghadirkan layanan yang ramah, terbuka, dan responsif terhadap kebutuhan warga,” katanya. Dispusipda Kota Sukabumi juga mendorong setiap perpustakaan kelurahan memberi perhatian terhadap kelompok rentan dan masyarakat yang selama ini minim akses literasi.

Beberapa program yang didorong antara lain pelatihan literasi digital bagi lansia, ruang baca inklusif untuk penyandang disabilitas, hingga program baca tulis bagi anak dan remaja. Selain itu, setiap perpustakaan diharapkan mampu berkembang sesuai karakter dan kebutuhan wilayah masing-masing.

Olga menerangkan, perpustakaan tidak harus memiliki konsep yang sama, melainkan dapat menyesuaikan dengan potensi lokal maupun persoalan sosial di lingkungannya.

Pengembangan perpustakaan lanjut Olga, membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari lurah, camat, RT/RW, PKK, Karang Taruna, pesantren, lembaga keagamaan, hingga komunitas sosial dan ekonomi. Dalam konsep tersebut, perpustakaan juga diarahkan menjadi pusat informasi publik bagi masyarakat, termasuk terkait kebijakan pemerintah, program kesehatan, hingga peluang usaha.

Olga menegaskan, lomba perpustakaan kelurahan terbaik bukan sekadar ajang memperebutkan penghargaan. Kegiatan itu menjadi sarana evaluasi, penguatan kapasitas, sekaligus penyebaran praktik-praktik terbaik antarperpustakaan di Kota Sukabumi.

“Momentum ini diharapkan menjadi ruang saling belajar dan menginspirasi agar kualitas layanan perpustakaan meningkat secara kolektif,” cetus Olga. Dispusipda Kota Sukabumi pun berkomitmen terus memberikan pelatihan, pendampingan, penguatan koleksi bacaan yang relevan, serta peningkatan sarana digital bagi perpustakaan kelurahan.

Ke depan, perpustakaan kelurahan diharapkan menjadi tempat yang benar-benar dicari masyarakat dan mampu memberi dampak nyata terhadap peningkatan kualitas hidup warga. Selain itu, budaya literasi dan inklusi diharapkan dapat tumbuh merata di seluruh wilayah Kota Sukabumi.

Berita Lainnya

WhatsApp Image 2026 05 14 At 15.27
Terpilih Pimpin Kwarcab Pramuka Kota Sukabumi, Ranty Rachmatilah Siapkan Program Pembinaan Generasi Muda
IMG 20260514 WA0003
Pelatihan Buket di Situmekar, Anggota DPRD Sukabumi Kang Dindin Dorong Pemberdayaan Perempuan Berbasis Kreativitas
Screenshot 20260514 125418 Photos
Lapangan Merdeka Kota Sukabumi Dijaga 15 Satpam, Sampah Diklaim Berkurang hingga Separuh
FB IMG 1778679154729
Libur Panjang, Disdukcapil Kota Sukabumi Tetap Layani Perekaman KTP dan Aktivasi IKD
Screenshot 20260513 200705 Instagram
Tongkat Komando Kodim 0607 Sukabumi Beralih ke Letkol Inf Beni Syafri

Kategori Berita

Scroll to Top
Scroll to Top