Seribuan Massa RT-RW Demo Balai Kota Sukabumi, Tuntut Wali Kota Minta Maaf dan Buka Dialog Terbuka – SUKABUMI KINI

Rabu, 21 Oktober 2026

Seribuan Massa RT-RW Demo Balai Kota Sukabumi, Tuntut Wali Kota Minta Maaf dan Buka Dialog Terbuka

SUKABUMIKINI.COM, Sukabumi–Seribuan massa yang tergabung dalam Forum Komunikasi RT-RW Kota Sukabumi bersama sejumlah organisasi kemasyarakatan menggelar aksi unjuk rasa di depan Balai Kota Sukabumi, Selasa (2/6/2026). Massa menuntut Wali Kota Sukabumi menemui peserta aksi untuk berdialog secara terbuka sekaligus memberikan penjelasan atas sejumlah tuntutan yang hingga kini dinilai belum mendapat kepastian.

Koordinator aksi, Mauly Fahlevi Prawira atau akrab disapa Levi mengatakan aksi tersebut merupakan tindak lanjut dari ketidakpuasan Forum RT-RW terhadap jawaban Wali Kota Sukabumi atas berbagai aspirasi yang sebelumnya disampaikan dalam audiensi bersama DPRD Kota Sukabumi pada pertengahan Mei 2026.

Menurut Levi, saat itu pemerintah kota merespons tuntutan melalui sebuah flyer yang dinilai sebagai bentuk penolakan terhadap usulan yang diajukan RT dan RW. “Pada intinya aksi hari ini merupakan dampak dari pernyataan dan jawaban wali kota terhadap audiensi kami sebelumnya. Kami menyimpulkan tuntutan yang kami sampaikan ditolak, mulai dari dana abadi, dana kelurahan, hingga persoalan insentif RT dan RW,” ujarnya.

Dalam aksi tersebut, massa membawa lima tuntutan utama. Pertama, meminta Wali Kota Sukabumi hadir langsung menemui massa untuk menggelar dialog dan debat terbuka. Kedua, menuntut permohonan maaf secara langsung kepada seluruh Ketua RT dan RW se-Kota Sukabumi terkait pernyataan yang dinilai menyebut RT dan RW tidak memiliki legalitas atau “ilegal”.

Ketiga, meminta Wali Kota tidak lagi melibatkan Forum Komunikasi Diniyah dan Badan (FKDB) maupun Yayasan Pendidikan tertentu dalam aspek yang berkaitan dengan pemerintahan daerah.

Keempat, mendesak pemerintah kota membuat dan menandatangani surat pernyataan kesanggupan memenuhi tuntutan massa serta mempublikasikannya kepada masyarakat melalui berbagai media. Selain itu, massa juga kembali menegaskan tuntutan lama yang sebelumnya telah disampaikan saat audiensi.

Di antaranya keberlanjutan Program Pemberdayaan Rukun Warga (P2RW), realisasi dana abadi, pelibatan lembaga kemasyarakatan kelurahan dalam pengelolaan dana kelurahan, serta kepastian pembayaran insentif RT dan RW secara tepat waktu.

Levi menegaskan, gejolak di kalangan RT dan RW semakin menguat setelah muncul pernyataan wali kota yang dianggap menyebut RT dan RW tidak memiliki dasar hukum yang kuat. Pernyataan tersebut dinilai telah melukai perasaan para pengurus RT dan RW yang selama ini menjadi ujung tombak pelayanan masyarakat di tingkat lingkungan.

”Karena itu kami datang bersama seluruh elemen masyarakat. Kami meminta wali kota menerima tuntutan kami dan menyampaikan permohonan maaf kepada RT dan RW yang merasa tersakiti oleh pernyataan tersebut,” kata Levi.

Aksi yang berlangsung di depan Balai Kota Sukabumi itu mendapat pengawalan aparat keamanan.

Berita Lainnya

Kategori Berita

Seribuan Massa RT-RW Demo Balai Kota Sukabumi, Tuntut Wali Kota Minta Maaf dan Buka Dialog Terbuka

SUKABUMIKINI.COM, Sukabumi–Seribuan massa yang tergabung dalam Forum Komunikasi RT-RW Kota Sukabumi bersama sejumlah organisasi kemasyarakatan menggelar aksi unjuk rasa di depan Balai Kota Sukabumi, Selasa (2/6/2026). Massa menuntut Wali Kota Sukabumi menemui peserta aksi untuk berdialog secara terbuka sekaligus memberikan penjelasan atas sejumlah tuntutan yang hingga kini dinilai belum mendapat kepastian.

Koordinator aksi, Mauly Fahlevi Prawira atau akrab disapa Levi mengatakan aksi tersebut merupakan tindak lanjut dari ketidakpuasan Forum RT-RW terhadap jawaban Wali Kota Sukabumi atas berbagai aspirasi yang sebelumnya disampaikan dalam audiensi bersama DPRD Kota Sukabumi pada pertengahan Mei 2026.

Menurut Levi, saat itu pemerintah kota merespons tuntutan melalui sebuah flyer yang dinilai sebagai bentuk penolakan terhadap usulan yang diajukan RT dan RW. “Pada intinya aksi hari ini merupakan dampak dari pernyataan dan jawaban wali kota terhadap audiensi kami sebelumnya. Kami menyimpulkan tuntutan yang kami sampaikan ditolak, mulai dari dana abadi, dana kelurahan, hingga persoalan insentif RT dan RW,” ujarnya.

Dalam aksi tersebut, massa membawa lima tuntutan utama. Pertama, meminta Wali Kota Sukabumi hadir langsung menemui massa untuk menggelar dialog dan debat terbuka. Kedua, menuntut permohonan maaf secara langsung kepada seluruh Ketua RT dan RW se-Kota Sukabumi terkait pernyataan yang dinilai menyebut RT dan RW tidak memiliki legalitas atau “ilegal”.

Ketiga, meminta Wali Kota tidak lagi melibatkan Forum Komunikasi Diniyah dan Badan (FKDB) maupun Yayasan Pendidikan tertentu dalam aspek yang berkaitan dengan pemerintahan daerah.

Keempat, mendesak pemerintah kota membuat dan menandatangani surat pernyataan kesanggupan memenuhi tuntutan massa serta mempublikasikannya kepada masyarakat melalui berbagai media. Selain itu, massa juga kembali menegaskan tuntutan lama yang sebelumnya telah disampaikan saat audiensi.

Di antaranya keberlanjutan Program Pemberdayaan Rukun Warga (P2RW), realisasi dana abadi, pelibatan lembaga kemasyarakatan kelurahan dalam pengelolaan dana kelurahan, serta kepastian pembayaran insentif RT dan RW secara tepat waktu.

Levi menegaskan, gejolak di kalangan RT dan RW semakin menguat setelah muncul pernyataan wali kota yang dianggap menyebut RT dan RW tidak memiliki dasar hukum yang kuat. Pernyataan tersebut dinilai telah melukai perasaan para pengurus RT dan RW yang selama ini menjadi ujung tombak pelayanan masyarakat di tingkat lingkungan.

”Karena itu kami datang bersama seluruh elemen masyarakat. Kami meminta wali kota menerima tuntutan kami dan menyampaikan permohonan maaf kepada RT dan RW yang merasa tersakiti oleh pernyataan tersebut,” kata Levi.

Aksi yang berlangsung di depan Balai Kota Sukabumi itu mendapat pengawalan aparat keamanan.

Berita Lainnya

Screenshot 20261021 172006 Instagram
Tutup Kembali TPS Sampah, Ini Harapan Pemkot Sukabumi
Screenshot 20261021 141022 WhatsApp
Fraksi PKS DPRD Kota Sukabumi Ikuti Bimteknas PKS di Jakarta
IMG 20261021 WA0009
JNS Fest 2026 Sukabumi Pecah! Ngonten hingga Nyanyi Live Makin Lancar Berkat Indosat 5G
IMG 20261020 WA0021
PMI Kota Bandung Tingkatkan Standar Pertolongan Pertama Lewat Sertifikasi Kompetensi BNSP
Screenshot 20261020 172114 Instagram
Waspada Penularan TBC, Puskesmas Tipar Sukabumi Telusuri 100 Kontak Erat

Kategori Berita

Scroll to Top
Scroll to Top