Sosialisasi PP Tunas, Sukabumi Dorong Orang Tua Lebih Aktif Dampingi Anak Bermedia Digital – SUKABUMI KINI

Kamis, 20 Agustus 2026

Sosialisasi PP Tunas, Sukabumi Dorong Orang Tua Lebih Aktif Dampingi Anak Bermedia Digital

SUKABUMIKINI.COM, Sukabumi–Peran orang tua dinilai tetap menjadi benteng utama dalam melindungi anak dari berbagai ancaman di ruang digital, meski pemerintah telah menerbitkan regulasi khusus mengenai tata kelola penyelenggaraan sistem elektronik untuk pelindungan anak. Pesan tersebut mengemuka dalam Sosialisasi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (TUNAS) dan Workshop Digital Parenting yang diselenggarakan Pimpinan Daerah Aisyiyah Kota Sukabumi di Auditorium Universitas Muhammadiyah Sukabumi, Selasa (30/6/2026).

Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana yang hadir dalam momen itu mengatakan, perkembangan teknologi digital yang semakin pesat membawa berbagai peluang sekaligus risiko bagi anak. Karena itu, keterlibatan orang tua dalam mendampingi aktivitas digital anak menjadi faktor yang tidak tergantikan.

“Sehebat apa pun regulasi yang dibuat pemerintah, pengawasan utama tetap ada di orang tua. Jangan sampai kita tidak mengetahui aktivitas anak di media sosial maupun penggunaan gawai mereka,” ujar Bobby. Ia menjelaskan, PP Nomor 17 Tahun 2025 atau PP TUNAS menjadi pedoman bagi seluruh pihak dalam memperkuat pelindungan anak di ruang digital. Namun, implementasi regulasi tersebut akan berjalan efektif apabila didukung pengawasan dan pendampingan dari keluarga.

Menurut Bobby, orang tua perlu meningkatkan pemahaman terhadap dunia digital, mulai dari mengenali aplikasi yang digunakan anak, memahami cara kerja media sosial beserta algoritmanya, hingga membangun komunikasi yang terbuka. Dengan demikian, orang tua dapat menjadi pihak pertama yang mengetahui aktivitas digital anak sekaligus memberikan pendampingan yang tepat.

Bobby menambahkan, tantangan di era digital tidak mungkin dihindari. Oleh sebab itu, literasi digital keluarga harus terus diperkuat agar anak mampu memanfaatkan teknologi secara sehat, aman, dan bertanggung jawab.

“Pemerintah dan sekolah memiliki keterbatasan dalam melakukan pengawasan. Karena itu, orang tua harus menjadi garda terdepan. Jangan ragu untuk terus belajar memahami dunia digital demi melindungi anak-anak dari berbagai ancaman dan dampak negatif media sosial,” katanya.

Berita Lainnya

Kategori Berita

Sosialisasi PP Tunas, Sukabumi Dorong Orang Tua Lebih Aktif Dampingi Anak Bermedia Digital

SUKABUMIKINI.COM, Sukabumi–Peran orang tua dinilai tetap menjadi benteng utama dalam melindungi anak dari berbagai ancaman di ruang digital, meski pemerintah telah menerbitkan regulasi khusus mengenai tata kelola penyelenggaraan sistem elektronik untuk pelindungan anak. Pesan tersebut mengemuka dalam Sosialisasi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (TUNAS) dan Workshop Digital Parenting yang diselenggarakan Pimpinan Daerah Aisyiyah Kota Sukabumi di Auditorium Universitas Muhammadiyah Sukabumi, Selasa (30/6/2026).

Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana yang hadir dalam momen itu mengatakan, perkembangan teknologi digital yang semakin pesat membawa berbagai peluang sekaligus risiko bagi anak. Karena itu, keterlibatan orang tua dalam mendampingi aktivitas digital anak menjadi faktor yang tidak tergantikan.

“Sehebat apa pun regulasi yang dibuat pemerintah, pengawasan utama tetap ada di orang tua. Jangan sampai kita tidak mengetahui aktivitas anak di media sosial maupun penggunaan gawai mereka,” ujar Bobby. Ia menjelaskan, PP Nomor 17 Tahun 2025 atau PP TUNAS menjadi pedoman bagi seluruh pihak dalam memperkuat pelindungan anak di ruang digital. Namun, implementasi regulasi tersebut akan berjalan efektif apabila didukung pengawasan dan pendampingan dari keluarga.

Menurut Bobby, orang tua perlu meningkatkan pemahaman terhadap dunia digital, mulai dari mengenali aplikasi yang digunakan anak, memahami cara kerja media sosial beserta algoritmanya, hingga membangun komunikasi yang terbuka. Dengan demikian, orang tua dapat menjadi pihak pertama yang mengetahui aktivitas digital anak sekaligus memberikan pendampingan yang tepat.

Bobby menambahkan, tantangan di era digital tidak mungkin dihindari. Oleh sebab itu, literasi digital keluarga harus terus diperkuat agar anak mampu memanfaatkan teknologi secara sehat, aman, dan bertanggung jawab.

“Pemerintah dan sekolah memiliki keterbatasan dalam melakukan pengawasan. Karena itu, orang tua harus menjadi garda terdepan. Jangan ragu untuk terus belajar memahami dunia digital demi melindungi anak-anak dari berbagai ancaman dan dampak negatif media sosial,” katanya.

Berita Lainnya

Screenshot 20260819 204341 Instagram
Posyandu Sukabumi Bertransformasi, Tak Lagi Sekadar Timbang Balita
IMG 20260819 WA0006
Korban Tenggelam di Pantai Karangnaya Sukabumi Ditemukan Meninggal Dunia
Image1787114404
Pemkot Sukabumi Raih Penghargaan Kementerian Hukum Jabar, Berkat Konsisten Harmonisasi Perda dan Perwal
IMG 20260818 WA0038
Basarnas Lanjutkan Pencarian Pemuda Hilang Tenggelam di Pantai Karangnaya Sukabumi
WhatsApp Image 2026 08 18 At 17.12
Melihat Persiapan 60 Siswa Terpilih Masuk Sekolah Rakyat Sukabumi, Ini Pesan Sekda

Kategori Berita

Scroll to Top
Scroll to Top