Sosialisasi PP Tunas, Sukabumi Dorong Orang Tua Lebih Aktif Dampingi Anak Bermedia Digital – SUKABUMI KINI

Selasa, 6 Oktober 2026

Sosialisasi PP Tunas, Sukabumi Dorong Orang Tua Lebih Aktif Dampingi Anak Bermedia Digital

SUKABUMIKINI.COM, Sukabumi–Peran orang tua dinilai tetap menjadi benteng utama dalam melindungi anak dari berbagai ancaman di ruang digital, meski pemerintah telah menerbitkan regulasi khusus mengenai tata kelola penyelenggaraan sistem elektronik untuk pelindungan anak. Pesan tersebut mengemuka dalam Sosialisasi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (TUNAS) dan Workshop Digital Parenting yang diselenggarakan Pimpinan Daerah Aisyiyah Kota Sukabumi di Auditorium Universitas Muhammadiyah Sukabumi, Selasa (30/6/2026).

Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana yang hadir dalam momen itu mengatakan, perkembangan teknologi digital yang semakin pesat membawa berbagai peluang sekaligus risiko bagi anak. Karena itu, keterlibatan orang tua dalam mendampingi aktivitas digital anak menjadi faktor yang tidak tergantikan.

“Sehebat apa pun regulasi yang dibuat pemerintah, pengawasan utama tetap ada di orang tua. Jangan sampai kita tidak mengetahui aktivitas anak di media sosial maupun penggunaan gawai mereka,” ujar Bobby. Ia menjelaskan, PP Nomor 17 Tahun 2025 atau PP TUNAS menjadi pedoman bagi seluruh pihak dalam memperkuat pelindungan anak di ruang digital. Namun, implementasi regulasi tersebut akan berjalan efektif apabila didukung pengawasan dan pendampingan dari keluarga.

Menurut Bobby, orang tua perlu meningkatkan pemahaman terhadap dunia digital, mulai dari mengenali aplikasi yang digunakan anak, memahami cara kerja media sosial beserta algoritmanya, hingga membangun komunikasi yang terbuka. Dengan demikian, orang tua dapat menjadi pihak pertama yang mengetahui aktivitas digital anak sekaligus memberikan pendampingan yang tepat.

Bobby menambahkan, tantangan di era digital tidak mungkin dihindari. Oleh sebab itu, literasi digital keluarga harus terus diperkuat agar anak mampu memanfaatkan teknologi secara sehat, aman, dan bertanggung jawab.

“Pemerintah dan sekolah memiliki keterbatasan dalam melakukan pengawasan. Karena itu, orang tua harus menjadi garda terdepan. Jangan ragu untuk terus belajar memahami dunia digital demi melindungi anak-anak dari berbagai ancaman dan dampak negatif media sosial,” katanya.

Berita Lainnya

Kategori Berita

Sosialisasi PP Tunas, Sukabumi Dorong Orang Tua Lebih Aktif Dampingi Anak Bermedia Digital

SUKABUMIKINI.COM, Sukabumi–Peran orang tua dinilai tetap menjadi benteng utama dalam melindungi anak dari berbagai ancaman di ruang digital, meski pemerintah telah menerbitkan regulasi khusus mengenai tata kelola penyelenggaraan sistem elektronik untuk pelindungan anak. Pesan tersebut mengemuka dalam Sosialisasi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (TUNAS) dan Workshop Digital Parenting yang diselenggarakan Pimpinan Daerah Aisyiyah Kota Sukabumi di Auditorium Universitas Muhammadiyah Sukabumi, Selasa (30/6/2026).

Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana yang hadir dalam momen itu mengatakan, perkembangan teknologi digital yang semakin pesat membawa berbagai peluang sekaligus risiko bagi anak. Karena itu, keterlibatan orang tua dalam mendampingi aktivitas digital anak menjadi faktor yang tidak tergantikan.

“Sehebat apa pun regulasi yang dibuat pemerintah, pengawasan utama tetap ada di orang tua. Jangan sampai kita tidak mengetahui aktivitas anak di media sosial maupun penggunaan gawai mereka,” ujar Bobby. Ia menjelaskan, PP Nomor 17 Tahun 2025 atau PP TUNAS menjadi pedoman bagi seluruh pihak dalam memperkuat pelindungan anak di ruang digital. Namun, implementasi regulasi tersebut akan berjalan efektif apabila didukung pengawasan dan pendampingan dari keluarga.

Menurut Bobby, orang tua perlu meningkatkan pemahaman terhadap dunia digital, mulai dari mengenali aplikasi yang digunakan anak, memahami cara kerja media sosial beserta algoritmanya, hingga membangun komunikasi yang terbuka. Dengan demikian, orang tua dapat menjadi pihak pertama yang mengetahui aktivitas digital anak sekaligus memberikan pendampingan yang tepat.

Bobby menambahkan, tantangan di era digital tidak mungkin dihindari. Oleh sebab itu, literasi digital keluarga harus terus diperkuat agar anak mampu memanfaatkan teknologi secara sehat, aman, dan bertanggung jawab.

“Pemerintah dan sekolah memiliki keterbatasan dalam melakukan pengawasan. Karena itu, orang tua harus menjadi garda terdepan. Jangan ragu untuk terus belajar memahami dunia digital demi melindungi anak-anak dari berbagai ancaman dan dampak negatif media sosial,” katanya.

Berita Lainnya

Screenshot 20261005 124600 Instagram
Upacara Peringatan HUT Ke-81 TNI Tingkat Kota Sukabumi Digelar di Lapang Merdeka
Screenshot 20261005 122248 Google
Pemkot Sukabumi Perpanjang Penghapusan Denda PBB-P2 hingga Desember 2026
IMG 20261004 WA0002
Dua Hari Pencarian, Remaja yang Terseret Arus di Pantai Istiqomah Sukabumi Belum Ditemukan
Screenshot 20261004 155959 Instagram
Operasi Penanganan Kebakaran TPA Cikundul Sukabumi Ditutup
Screenshot 20261004 155020 Instagram
Mahasiswa di Sukabumi Didorong Jadi Tenaga Kerja Siap Pakai dan Wirausaha

Kategori Berita

Scroll to Top
Scroll to Top