Pemkot Sukabumi Perkuat Ketahanan Keluarga Lewat Ponsel Ayeuna – SUKABUMI KINI

Selasa, 21 Juli 2026

Pemkot Sukabumi Perkuat Ketahanan Keluarga Lewat Ponsel Ayeuna

SUKABUMIKINI.COM, Sukabumi–Pemkot Sukabumi memperkuat ketahanan keluarga sebagai fondasi pembangunan daerah melalui Program Pusat Konseling Keluarga Ayeuna (Ponsel Ayeuna). Program ini menjadi salah satu strategi untuk mendukung penurunan angka stunting, penghapusan kemiskinan ekstrem, pengurangan pengangguran, serta percepatan pembangunan infrastruktur.

Upaya tersebut mengemuka dalam Sosialisasi Ponsel Ayeuna yang digelar di Kecamatan Cibeureum, Senin (20/7/2026). Kegiatan yang diinisiasi Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kota Sukabumi itu dihadiri Wali Kota Sukabumi Ayel Zaki dan Ketua TP-PKK Kota Sukabumi, Ranty Rachmatilah.

Sosialisasi melibatkan camat dan lurah dari Kecamatan Cibeureum, Baros, dan Lembursitu, petugas lapangan keluarga berencana (PKB/PLKB), kader Motekar, Bina Keluarga Balita (BKB), Bina Keluarga Remaja (BKR), Bina Keluarga Lansia (BKL), UPPKA, hingga pengurus Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) dari sejumlah kelurahan.

Kepala DP2KBP3A Kota Sukabumi, Yadi Mulyadi, mengatakan Program Ponsel Ayeuna merupakan inovasi yang lahir dari gagasan Wali Kota Sukabumi sebagai pusat konsultasi keluarga yang memberikan layanan pendampingan secara gratis dan mudah diakses masyarakat. Menurut dia, layanan tersebut dipadukan dengan berbagai kegiatan yang langsung menyentuh masyarakat, termasuk upaya pencegahan stunting melalui pemberian bantuan pangan.

“Target awal layanan sebanyak 10 konsultasi per bulan. Namun pada Juli 2026 jumlah pelayanan telah mencapai 125 konsultasi. Ini menunjukkan kebutuhan masyarakat terhadap layanan pendampingan keluarga cukup tinggi,” kata Yadi.

Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki, menegaskan persoalan stunting tidak dapat diselesaikan oleh satu perangkat daerah saja, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Keterlibatan DP2KBP3A, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, TP-PKK, kader Posyandu hingga BLUD RSUD R. Syamsudin, S.H. dinilai menjadi kunci dalam memperkuat kualitas keluarga.

Ayep menjelaskan, Program Ponsel Ayeuna dikembangkan sebagai pusat konseling keluarga yang tidak hanya memberikan layanan konsultasi gratis. Tetapi juga membantu masyarakat mencari solusi atas berbagai persoalan rumah tangga.

“Ketahanan keluarga menjadi fondasi dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial. Karena itu, layanan ini hadir sebagai langkah preventif agar masalah dalam keluarga dapat ditangani sejak dini,” ujar Ayep.

Ketua TP-PKK Kota Sukabumi, Ranty Rachmatilah, menilai berbagai persoalan sosial yang berkembang saat ini berawal dari melemahnya fungsi keluarga. Kerentanan moral, gangguan perilaku anak, hingga menurunnya kesejahteraan masyarakat merupakan dampak ketika keluarga tidak menjalankan fungsi pengasuhan secara optimal.

Menurut Ranty, penguatan peran keluarga harus menjadi gerakan bersama seluruh elemen masyarakat. Melalui Program Ponsel Ayeuna, pemerintah berharap masyarakat memiliki akses yang lebih mudah terhadap layanan konsultasi dan pendampingan sehingga mampu membangun keluarga yang lebih tangguh, harmonis, dan sejahtera.

Berita Lainnya

Kategori Berita

Pemkot Sukabumi Perkuat Ketahanan Keluarga Lewat Ponsel Ayeuna

SUKABUMIKINI.COM, Sukabumi–Pemkot Sukabumi memperkuat ketahanan keluarga sebagai fondasi pembangunan daerah melalui Program Pusat Konseling Keluarga Ayeuna (Ponsel Ayeuna). Program ini menjadi salah satu strategi untuk mendukung penurunan angka stunting, penghapusan kemiskinan ekstrem, pengurangan pengangguran, serta percepatan pembangunan infrastruktur.

Upaya tersebut mengemuka dalam Sosialisasi Ponsel Ayeuna yang digelar di Kecamatan Cibeureum, Senin (20/7/2026). Kegiatan yang diinisiasi Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kota Sukabumi itu dihadiri Wali Kota Sukabumi Ayel Zaki dan Ketua TP-PKK Kota Sukabumi, Ranty Rachmatilah.

Sosialisasi melibatkan camat dan lurah dari Kecamatan Cibeureum, Baros, dan Lembursitu, petugas lapangan keluarga berencana (PKB/PLKB), kader Motekar, Bina Keluarga Balita (BKB), Bina Keluarga Remaja (BKR), Bina Keluarga Lansia (BKL), UPPKA, hingga pengurus Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) dari sejumlah kelurahan.

Kepala DP2KBP3A Kota Sukabumi, Yadi Mulyadi, mengatakan Program Ponsel Ayeuna merupakan inovasi yang lahir dari gagasan Wali Kota Sukabumi sebagai pusat konsultasi keluarga yang memberikan layanan pendampingan secara gratis dan mudah diakses masyarakat. Menurut dia, layanan tersebut dipadukan dengan berbagai kegiatan yang langsung menyentuh masyarakat, termasuk upaya pencegahan stunting melalui pemberian bantuan pangan.

“Target awal layanan sebanyak 10 konsultasi per bulan. Namun pada Juli 2026 jumlah pelayanan telah mencapai 125 konsultasi. Ini menunjukkan kebutuhan masyarakat terhadap layanan pendampingan keluarga cukup tinggi,” kata Yadi.

Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki, menegaskan persoalan stunting tidak dapat diselesaikan oleh satu perangkat daerah saja, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Keterlibatan DP2KBP3A, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, TP-PKK, kader Posyandu hingga BLUD RSUD R. Syamsudin, S.H. dinilai menjadi kunci dalam memperkuat kualitas keluarga.

Ayep menjelaskan, Program Ponsel Ayeuna dikembangkan sebagai pusat konseling keluarga yang tidak hanya memberikan layanan konsultasi gratis. Tetapi juga membantu masyarakat mencari solusi atas berbagai persoalan rumah tangga.

“Ketahanan keluarga menjadi fondasi dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial. Karena itu, layanan ini hadir sebagai langkah preventif agar masalah dalam keluarga dapat ditangani sejak dini,” ujar Ayep.

Ketua TP-PKK Kota Sukabumi, Ranty Rachmatilah, menilai berbagai persoalan sosial yang berkembang saat ini berawal dari melemahnya fungsi keluarga. Kerentanan moral, gangguan perilaku anak, hingga menurunnya kesejahteraan masyarakat merupakan dampak ketika keluarga tidak menjalankan fungsi pengasuhan secara optimal.

Menurut Ranty, penguatan peran keluarga harus menjadi gerakan bersama seluruh elemen masyarakat. Melalui Program Ponsel Ayeuna, pemerintah berharap masyarakat memiliki akses yang lebih mudah terhadap layanan konsultasi dan pendampingan sehingga mampu membangun keluarga yang lebih tangguh, harmonis, dan sejahtera.

Berita Lainnya

Screenshot 20260721 120021 Instagram
Bappeda Kota Sukabumi Perkuat Kolaborasi Inovasi dengan Bandung Barat dan Subang
WhatsApp Image 2026 07 20 At 15.42
Pemkot Sukabumi Perkuat Ketahanan Keluarga Lewat Ponsel Ayeuna
Screenshot 20260720 132525 Instagram
Cegah Banjir Limpasan, BPBD Kota Sukabumi Bersihkan Saluran Air yang Tersumbat Sampah
IMG 20260720 WA0005
Syailendra Creative Perkenalkan Classic Vibe, Siap Jadi Wadah Talenta Musik Sukabumi Menuju Panggung Internasional
IMG 20260719 WA0004
Di FGD Harganas 2026, DPD PKS Kota Sukabumi Soroti Lonjakan Perceraian dan Dorong Penguatan Ketahanan Keluarga

Kategori Berita

Scroll to Top
Scroll to Top