Disnaker Kota Sukabumi Maksimalkan Upaya Pemulangan Jenazah PMI Asal Cikole yang Meninggal di Arab Saudi – SUKABUMI KINI

Minggu, 13 September 2026

Disnaker Kota Sukabumi Maksimalkan Upaya Pemulangan Jenazah PMI Asal Cikole yang Meninggal di Arab Saudi

SUKABUMIKINI.COM, Sukabumi—Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Sukabumi terus mengintensifkan upaya pemulangan jenazah Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, Evi Mentari (37), yang meninggal dunia di Arab Saudi. Berbagai langkah advokasi telah dilakukan sejak almarhumah dikabarkan sakit hingga setelah wafat, termasuk berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan perwakilan Indonesia di Arab Saudi.

Upaya tersebut tergambar dalam audiensi antara Ketua DPRD Kota Sukabumi Wawan Juanda dengan keluarga almarhumah yang turut dihadiri Disnaker Kota Sukabumi, Dinas Sosial, Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI), dan P4MI, Jumat (24/7/2026). Kepala Disnaker Kota Sukabumi, Punjul Saepul Hayat, mengatakan pihaknya bergerak cepat memberikan pendampingan kepada keluarga sejak menerima kabar kondisi kesehatan Evi Mentari.

“Sejak mendapat informasi almarhumah sakit, kami langsung melakukan advokasi. Pada tanggal 9 Juli kami mengunjungi keluarga, kemudian setelah beliau meninggal dunia pada tanggal 10 Juli, pendampingan kami lanjutkan dengan berbagai upaya koordinasi,” ujar Punjul. Menurut dia, Disnaker kemudian memfasilitasi keluarga untuk mengajukan permohonan pemulangan jenazah kepada pemerintah pusat.

Atas dasar permohonan keluarga, Disnaker melayangkan surat kepada Kementerian Luar Negeri serta Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) agar membantu proses pemulangan jenazah ke Tanah Air. Selain itu, Disnaker juga meminta agar seluruh biaya pemulangan dapat ditanggung negara sehingga tidak membebani keluarga.

Tak hanya itu kata Punjul, komunikasi intensif juga terus dilakukan dengan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) guna mempercepat proses penyelesaian administrasi dan koordinasi lintas negara. “Atas nama Pemerintah Kota Sukabumi, kami akan terus mengawal dan mengadvokasi proses ini. Memang karena menyangkut dua negara, prosesnya tidak sederhana dan membutuhkan komunikasi serta lobi yang intensif dari semua pihak,” katanya.

Punjul mengapresiasi inisiatif Ketua DPRD Kota Sukabumi yang memfasilitasi audiensi bersama keluarga. Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak akan memperkuat upaya mempercepat pemulangan jenazah. Ia juga menyambut baik rencana keterlibatan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam membantu penyelesaian persoalan tersebut.

Meski berdasarkan penelusuran awal PMI tersebut diketahui berangkat bekerja ke Arab Saudi secara nonprosedural melalui sponsor perseorangan, Punjul menegaskan hal itu tidak mengurangi komitmen pemerintah untuk memberikan perlindungan. Ia menjelaskan, Indonesia masih memberlakukan moratorium penempatan pekerja migran sektor domestik atau asisten rumah tangga ke Arab Saudi sehingga keberangkatan almarhumah dikategorikan nonprosedural.

“Namun setelah terjadi musibah seperti ini, kami tidak melihat apakah prosedural atau nonprosedural. Yang kami utamakan adalah memberikan upaya terbaik bagi warga negara Indonesia. Negara harus tetap hadir untuk melindungi warganya,” ujar Punjul.

Berita Lainnya

Kategori Berita

Disnaker Kota Sukabumi Maksimalkan Upaya Pemulangan Jenazah PMI Asal Cikole yang Meninggal di Arab Saudi

SUKABUMIKINI.COM, Sukabumi—Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Sukabumi terus mengintensifkan upaya pemulangan jenazah Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, Evi Mentari (37), yang meninggal dunia di Arab Saudi. Berbagai langkah advokasi telah dilakukan sejak almarhumah dikabarkan sakit hingga setelah wafat, termasuk berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan perwakilan Indonesia di Arab Saudi.

Upaya tersebut tergambar dalam audiensi antara Ketua DPRD Kota Sukabumi Wawan Juanda dengan keluarga almarhumah yang turut dihadiri Disnaker Kota Sukabumi, Dinas Sosial, Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI), dan P4MI, Jumat (24/7/2026). Kepala Disnaker Kota Sukabumi, Punjul Saepul Hayat, mengatakan pihaknya bergerak cepat memberikan pendampingan kepada keluarga sejak menerima kabar kondisi kesehatan Evi Mentari.

“Sejak mendapat informasi almarhumah sakit, kami langsung melakukan advokasi. Pada tanggal 9 Juli kami mengunjungi keluarga, kemudian setelah beliau meninggal dunia pada tanggal 10 Juli, pendampingan kami lanjutkan dengan berbagai upaya koordinasi,” ujar Punjul. Menurut dia, Disnaker kemudian memfasilitasi keluarga untuk mengajukan permohonan pemulangan jenazah kepada pemerintah pusat.

Atas dasar permohonan keluarga, Disnaker melayangkan surat kepada Kementerian Luar Negeri serta Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) agar membantu proses pemulangan jenazah ke Tanah Air. Selain itu, Disnaker juga meminta agar seluruh biaya pemulangan dapat ditanggung negara sehingga tidak membebani keluarga.

Tak hanya itu kata Punjul, komunikasi intensif juga terus dilakukan dengan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) guna mempercepat proses penyelesaian administrasi dan koordinasi lintas negara. “Atas nama Pemerintah Kota Sukabumi, kami akan terus mengawal dan mengadvokasi proses ini. Memang karena menyangkut dua negara, prosesnya tidak sederhana dan membutuhkan komunikasi serta lobi yang intensif dari semua pihak,” katanya.

Punjul mengapresiasi inisiatif Ketua DPRD Kota Sukabumi yang memfasilitasi audiensi bersama keluarga. Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak akan memperkuat upaya mempercepat pemulangan jenazah. Ia juga menyambut baik rencana keterlibatan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam membantu penyelesaian persoalan tersebut.

Meski berdasarkan penelusuran awal PMI tersebut diketahui berangkat bekerja ke Arab Saudi secara nonprosedural melalui sponsor perseorangan, Punjul menegaskan hal itu tidak mengurangi komitmen pemerintah untuk memberikan perlindungan. Ia menjelaskan, Indonesia masih memberlakukan moratorium penempatan pekerja migran sektor domestik atau asisten rumah tangga ke Arab Saudi sehingga keberangkatan almarhumah dikategorikan nonprosedural.

“Namun setelah terjadi musibah seperti ini, kami tidak melihat apakah prosedural atau nonprosedural. Yang kami utamakan adalah memberikan upaya terbaik bagi warga negara Indonesia. Negara harus tetap hadir untuk melindungi warganya,” ujar Punjul.

Berita Lainnya

Screenshot 20260912 191016 Instagram
Anggota DPRD Sukabumi Inggu Sudeni Soroti Informasi Anak yang Ditolak Beberapa Kali di Rumah Sakit
IMG 20260912 WA0017
Putri Bung Hatta Saksikan Rumah Pengasingan Hatta-Sjahrir di Sukabumi Resmi Jadi Museum
IMG 20260911 WA0024
Harga Telur Ayam di Sukabumi Naik, Tembus Rp 27.000 per Kilogram
IMG 20260911 WA0000
Diskominfo Kota Sukabumi : SADA Jabar Permudah Intervensi Program
IMG 20260911 WA0017
Bidang Pemuda DPD PKS Sukabumi Minta Pemkot Tindaklanjuti Laporan PPATK soal Ratusan ASN Terindikasi Judol

Kategori Berita

Scroll to Top
Scroll to Top