SUKABUMIKINI.COM, Sukabumi–Kebakaran hebat yang melanda Kampung Adat Kasepuhan Cipta Mulya, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (25/7/2026), diduga dipicu korsleting listrik di bangunan mandi, cuci, kakus (MCK). Dalam waktu singkat, api melalap 70 rumah panggung beratap ijuk yang berdiri berdempetan.
Staf Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kabupaten Sukabumi, Kuswan Hermawan, mengatakan, pihaknya menerima laporan dari warga sekitar pukul 14.30 WIB. Berdasarkan keterangan di lapangan, kebakaran diperkirakan mulai terjadi sekitar pukul 14.00 WIB.
“Api pertama kali terlihat dari bangunan MCK. Anak-anak yang berada di sekitar lokasi melihat percikan api lalu berteriak meminta pertolongan. Dugaan sementara penyebabnya adalah korsleting listrik,” kata Kuswan. Menurut dia, kondisi bangunan rumah adat yang mayoritas menggunakan atap ijuk serta hembusan angin kencang membuat kobaran api dengan cepat menjalar ke rumah-rumah di sekitarnya.
“Api sangat cepat menyebar karena material bangunan mudah terbakar dan posisi rumah saling berdempetan,” ujarnya. Berdasarkan pendataan sementara dari kepala dusun setempat, sebanyak 70 unit rumah hangus terbakar. Peristiwa itu berdampak kepada sekitar 70 kepala keluarga atau 420 jiwa.
Hampir seluruh harta benda milik warga tidak sempat diselamatkan. Meski kerugian material cukup besar, BPBD memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut.
“Alhamdulillah tidak ada korban meninggal ataupun luka-luka. Sebagian warga saat kejadian masih berada di kebun, sementara yang berada di rumah langsung saling membantu memadamkan api dan menyelamatkan diri,” ujar Kuswan.
Saat ini, para penyintas masih mengungsi secara mandiri di rumah kerabat dan tetangga. BPBD Kabupaten Sukabumi bersama Dinas Sosial tengah menyiapkan tenda pengungsian darurat. “Sementara mereka mengungsi di rumah saudara dan tetangga. Kami berkoordinasi dengan BPBD dan Dinas Sosial untuk mendirikan tenda pengungsian. Insya Allah tenda akan tiba hari ini,” kata Kuswan.
Ia menambahkan, lokasi MCK yang diduga menjadi titik awal kebakaran berada di sisi permukiman, berdekatan dengan rumah gede atau rumah utama di kawasan adat tersebut. Hingga kini, BPBD masih melakukan pendataan lanjutan terkait jumlah kerugian dan kebutuhan mendesak warga terdampak.
