Pengurus Komisi Penanggulangan AIDS Kota Sukabumi Dikukuhkan, Bobby Maulana Didapuk Jadi Ketua – SUKABUMI KINI

Senin, 2 November 2026

Pengurus Komisi Penanggulangan AIDS Kota Sukabumi Dikukuhkan, Bobby Maulana Didapuk Jadi Ketua

SUKABUMIKINI.COM, Sukabumi—Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana resmi dikukuhkan sebagai Ketua Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Sukabumi dalam Pengukuhan Pengurus dan Rapat Koordinasi KPA yang digelar di Ruang Pertemuan Sekretariat Daerah Kota Sukabumi, Kamis (30/7/2026). Pengukuhan tersebut menjadi langkah awal memperkuat sinergi lintas sektor dalam mempercepat upaya penanggulangan HIV/AIDS di Kota Sukabumi.

Prosesi pengukuhan ditandai dengan penyematan tanda kepengurusan dan penandatanganan berita acara kepada Bobby Maulana sebagai Ketua KPA Kota Sukabumi. Kegiatan itu dihadiri Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki, jajaran perangkat daerah, serta para pemangku kepentingan yang terlibat dalam penanggulangan HIV/AIDS.

Usai dikukuhkan, Bobby mengajak seluruh pengurus KPA yang baru untuk membangun kolaborasi yang kuat dalam menjalankan fungsi koordinasi, advokasi, edukasi, hingga percepatan penanggulangan HIV/AIDS di Kota Sukabumi. Menurut Bobby, tantangan yang dihadapi saat ini tidak hanya berkaitan dengan aspek medis, tetapi juga masih tingginya stigma dan diskriminasi terhadap Orang dengan HIV (ODHIV).

Kondisi tersebut dinilai menjadi penghambat bagi upaya pencegahan maupun pengobatan. Ia mencontohkan masih adanya anak-anak yang tertular HIV dari orang tuanya. Tetapi justru mengalami penolakan di lingkungan sosial karena minimnya pemahaman masyarakat mengenai HIV/AIDS.

“Target kita bukan hanya menekan angka infeksi baru, tetapi juga memastikan ODHIV mendapatkan pengobatan yang berkelanjutan serta menghapus stigma dan diskriminasi. Penanggulangan HIV/AIDS membutuhkan kepedulian seluruh pihak,” ujar Bobby.

Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki menegaskan penanggulangan HIV/AIDS merupakan bagian dari prioritas pembangunan daerah yang memerlukan dukungan seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, keberhasilan program kesehatan harus ditopang tata kelola pemerintahan yang baik, pengelolaan anggaran yang transparan, efektif, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat.

Ayep juga menyampaikan optimisme terhadap masa depan Kota Sukabumi melalui penguatan sistem keuangan daerah yang sehat sebagai fondasi penyelesaian berbagai persoalan strategis, mulai dari kemiskinan ekstrem, pengangguran, stunting, pengelolaan sampah, hingga peningkatan kualitas layanan kesehatan dan pendidikan.

“Saya ingin menjadi pemimpin yang jujur, adil, dan amanah. Seluruh kebijakan harus berpihak kepada masyarakat melalui sistem yang transparan dan berkeadilan, bukan untuk kepentingan kelompok tertentu,” kata Ayep.

Dalam rapat koordinasi tersebut, KPA Kota Sukabumi juga memaparkan Cetak Biru Strategis Penanggulangan HIV/AIDS yang disusun berdasarkan analisis data Sistem Informasi HIV/AIDS (SIHA) hingga Kuartal I Tahun 2026.

Dokumen tersebut akan menjadi acuan penyusunan kebijakan dan program kerja KPA untuk mendukung pencapaian target global pada 2030, yakni Zero New HIV Infection, Zero AIDS-related Death, dan Zero Discrimination.

Berita Lainnya

Kategori Berita

Pengurus Komisi Penanggulangan AIDS Kota Sukabumi Dikukuhkan, Bobby Maulana Didapuk Jadi Ketua

SUKABUMIKINI.COM, Sukabumi—Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana resmi dikukuhkan sebagai Ketua Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Sukabumi dalam Pengukuhan Pengurus dan Rapat Koordinasi KPA yang digelar di Ruang Pertemuan Sekretariat Daerah Kota Sukabumi, Kamis (30/7/2026). Pengukuhan tersebut menjadi langkah awal memperkuat sinergi lintas sektor dalam mempercepat upaya penanggulangan HIV/AIDS di Kota Sukabumi.

Prosesi pengukuhan ditandai dengan penyematan tanda kepengurusan dan penandatanganan berita acara kepada Bobby Maulana sebagai Ketua KPA Kota Sukabumi. Kegiatan itu dihadiri Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki, jajaran perangkat daerah, serta para pemangku kepentingan yang terlibat dalam penanggulangan HIV/AIDS.

Usai dikukuhkan, Bobby mengajak seluruh pengurus KPA yang baru untuk membangun kolaborasi yang kuat dalam menjalankan fungsi koordinasi, advokasi, edukasi, hingga percepatan penanggulangan HIV/AIDS di Kota Sukabumi. Menurut Bobby, tantangan yang dihadapi saat ini tidak hanya berkaitan dengan aspek medis, tetapi juga masih tingginya stigma dan diskriminasi terhadap Orang dengan HIV (ODHIV).

Kondisi tersebut dinilai menjadi penghambat bagi upaya pencegahan maupun pengobatan. Ia mencontohkan masih adanya anak-anak yang tertular HIV dari orang tuanya. Tetapi justru mengalami penolakan di lingkungan sosial karena minimnya pemahaman masyarakat mengenai HIV/AIDS.

“Target kita bukan hanya menekan angka infeksi baru, tetapi juga memastikan ODHIV mendapatkan pengobatan yang berkelanjutan serta menghapus stigma dan diskriminasi. Penanggulangan HIV/AIDS membutuhkan kepedulian seluruh pihak,” ujar Bobby.

Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki menegaskan penanggulangan HIV/AIDS merupakan bagian dari prioritas pembangunan daerah yang memerlukan dukungan seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, keberhasilan program kesehatan harus ditopang tata kelola pemerintahan yang baik, pengelolaan anggaran yang transparan, efektif, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat.

Ayep juga menyampaikan optimisme terhadap masa depan Kota Sukabumi melalui penguatan sistem keuangan daerah yang sehat sebagai fondasi penyelesaian berbagai persoalan strategis, mulai dari kemiskinan ekstrem, pengangguran, stunting, pengelolaan sampah, hingga peningkatan kualitas layanan kesehatan dan pendidikan.

“Saya ingin menjadi pemimpin yang jujur, adil, dan amanah. Seluruh kebijakan harus berpihak kepada masyarakat melalui sistem yang transparan dan berkeadilan, bukan untuk kepentingan kelompok tertentu,” kata Ayep.

Dalam rapat koordinasi tersebut, KPA Kota Sukabumi juga memaparkan Cetak Biru Strategis Penanggulangan HIV/AIDS yang disusun berdasarkan analisis data Sistem Informasi HIV/AIDS (SIHA) hingga Kuartal I Tahun 2026.

Dokumen tersebut akan menjadi acuan penyusunan kebijakan dan program kerja KPA untuk mendukung pencapaian target global pada 2030, yakni Zero New HIV Infection, Zero AIDS-related Death, dan Zero Discrimination.

Berita Lainnya

IMG 20261101 WA0047
Anggota DPRD Kota Sukabumi Abdul Kohar Serap Aspirasi Warga di Reses, dari Pemekaran RW hingga Nasib Guru Ngaji
IMG 20261101 WA0042
Kebakaran Lahan di Cikundul Sukabumi, Damkar dan BPBD Berhasil Padamkan Api dalam Satu Jam
Screenshot 20261101 123956 Gallery
Anggota DPRD Kota Sukabumi Ahmad Farid Soroti BPJS Nonaktif Saat Reses, Tegaskan Negara Harus Hadir untuk Kesehatan Warga
Screenshot 20261031 153036 Gallery
Museum Pegadaian Jadi Ruang Belajar Sejarah, Anak-anak Tipar Mengisi Waktu Senggang dengan Wisata Edukasi
Screenshot 20261031 122751 Google
Anggota DPRD Kota Sukabumi Danny Ramdhani Serap Aspirasi Warga di Reses, Data Desil dan Infrastruktur Jadi Sorotan

Kategori Berita

Scroll to Top
Scroll to Top