Keseruan PMR Inklusif SLB A Budi Nurani Sukabumi, Belajar Peduli dan Saling Menguatkan – SUKABUMI KINI

Rabu, 16 September 2026

Keseruan PMR Inklusif SLB A Budi Nurani Sukabumi, Belajar Peduli dan Saling Menguatkan

SUKABUMIKINI.COM, Sukabumi–Keceriaan dan semangat terlihat dalam kegiatan Palang Merah Remaja (PMR) Inklusif Unit SLB A Budi Nurani Kota Sukabumi. Para siswa mengikuti berbagai aktivitas kepalangmerahan dengan penuh antusias dalam suasana belajar yang menyenangkan, interaktif, dan penuh kebersamaan.

Kegiatan PMR Inklusif menjadi ruang bagi para siswa untuk mengenal nilai-nilai kepalangmerahan sekaligus menumbuhkan kepedulian, keberanian, kemandirian, dan semangat membantu sesama.

Berbagai aktivitas dilakukan dengan metode yang disesuaikan dengan kemampuan peserta didik. Mulai dari pengenalan pertolongan pertama, kebersihan dan kesehatan, hingga permainan edukatif yang mendorong interaksi dan kerja sama antarsiswa.

Kepala SLB A Budi Nurani Kota Sukabumi, Ramayanti, menyambut baik kegiatan PMR Inklusif yang memberikan kesempatan kepada para siswa untuk belajar dan beraktivitas dalam suasana yang menyenangkan.“Kami sangat mengapresiasi kegiatan PMR Inklusif ini. Anak-anak terlihat sangat senang dan antusias mengikuti setiap kegiatan. Bagi kami, kegiatan seperti ini sangat penting karena memberikan pengalaman baru sekaligus melatih kemandirian dan kepercayaan diri anak-anak,” ujarnya.

Menurut Ramayanti, kegiatan kepalangmerahan juga memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk belajar bersosialisasi dan menumbuhkan kepedulian terhadap orang lain.“Kami berharap kedepannya anak anak menjadi relawan PMI kedepannya. Anak-anak perlu diberikan ruang untuk menunjukkan kemampuan mereka. Dengan pendampingan dan metode yang tepat, mereka juga mampu belajar tentang kepedulian, kerja sama dan kemanusiaan,” katanya.

Staf Markas PMI Kota Sukabumi, Dinar Mochamad, mengatakan kegiatan PMR di lingkungan sekolah luar biasa merupakan bagian penting dalam membangun semangat kepalangmerahan yang inklusif. “Yang paling penting dari kegiatan PMR inklusif ini adalah bagaimana anak-anak bisa mendapatkan kesempatan yang sama untuk belajar tentang kemanusiaan. Kita tidak melihat keterbatasannya, tetapi melihat kemampuan dan potensi yang mereka miliki,” jelasnya.

Menurut Dinar, metode pembelajaran PMR bagi peserta didik di SLB perlu dibuat adaptif, komunikatif, dan menyenangkan agar setiap siswa dapat mengikuti kegiatan sesuai dengan kemampuan masing-masing. “Kegiatan tidak harus selalu dalam bentuk teori. Justru melalui permainan, praktik sederhana dan aktivitas bersama, nilai-nilai kemanusiaan akan lebih mudah diterima. Anak-anak bisa belajar saling membantu, peduli kepada teman, menjaga kebersihan dan mengenal pertolongan pertama,” tambahnya.

Dinar menegaskan, PMR inklusif juga menjadi bagian dari upaya PMI Kota Sukabumi dalam memperluas ruang partisipasi bagi seluruh anak untuk mengenal gerakan kepalangmerahan. “PMI ingin memastikan bahwa semangat kemanusiaan bisa dirasakan oleh siapa saja. Anak-anak di SLB juga memiliki hak yang sama untuk belajar, berorganisasi, berkegiatan dan berkontribusi. Inilah semangat Salam Setara,” katanya.

Keseruan kegiatan terlihat dari antusiasme para siswa ketika mengikuti setiap aktivitas. Senyum dan tawa mereka menjadi bagian dari proses pembelajaran yang tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga membangun rasa percaya diri. Bagi siswa SLB A Budi Nurani, PMR bukan sekadar kegiatan ekstrakurikuler. PMR menjadi ruang untuk belajar mengenal diri, berinteraksi dengan teman, meningkatkan kemandirian, serta menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

Melalui kegiatan tersebut, nilai-nilai kepalangmerahan diharapkan dapat tumbuh dalam kehidupan sehari-hari. Sederhana, tetapi bermakna: membantu teman, peduli terhadap sesama, menjaga kebersihan, dan berani berbuat baik. Kegiatan PMR Inklusif Unit SLB A Budi Nurani sekaligus menunjukkan bahwa kemanusiaan tidak mengenal batasan. Setiap anak memiliki kesempatan untuk belajar, berkembang, berpartisipasi dan memberikan kontribusi. Atep Maulana

Berita Lainnya

Kategori Berita

Keseruan PMR Inklusif SLB A Budi Nurani Sukabumi, Belajar Peduli dan Saling Menguatkan

SUKABUMIKINI.COM, Sukabumi–Keceriaan dan semangat terlihat dalam kegiatan Palang Merah Remaja (PMR) Inklusif Unit SLB A Budi Nurani Kota Sukabumi. Para siswa mengikuti berbagai aktivitas kepalangmerahan dengan penuh antusias dalam suasana belajar yang menyenangkan, interaktif, dan penuh kebersamaan.

Kegiatan PMR Inklusif menjadi ruang bagi para siswa untuk mengenal nilai-nilai kepalangmerahan sekaligus menumbuhkan kepedulian, keberanian, kemandirian, dan semangat membantu sesama.

Berbagai aktivitas dilakukan dengan metode yang disesuaikan dengan kemampuan peserta didik. Mulai dari pengenalan pertolongan pertama, kebersihan dan kesehatan, hingga permainan edukatif yang mendorong interaksi dan kerja sama antarsiswa.

Kepala SLB A Budi Nurani Kota Sukabumi, Ramayanti, menyambut baik kegiatan PMR Inklusif yang memberikan kesempatan kepada para siswa untuk belajar dan beraktivitas dalam suasana yang menyenangkan.“Kami sangat mengapresiasi kegiatan PMR Inklusif ini. Anak-anak terlihat sangat senang dan antusias mengikuti setiap kegiatan. Bagi kami, kegiatan seperti ini sangat penting karena memberikan pengalaman baru sekaligus melatih kemandirian dan kepercayaan diri anak-anak,” ujarnya.

Menurut Ramayanti, kegiatan kepalangmerahan juga memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk belajar bersosialisasi dan menumbuhkan kepedulian terhadap orang lain.“Kami berharap kedepannya anak anak menjadi relawan PMI kedepannya. Anak-anak perlu diberikan ruang untuk menunjukkan kemampuan mereka. Dengan pendampingan dan metode yang tepat, mereka juga mampu belajar tentang kepedulian, kerja sama dan kemanusiaan,” katanya.

Staf Markas PMI Kota Sukabumi, Dinar Mochamad, mengatakan kegiatan PMR di lingkungan sekolah luar biasa merupakan bagian penting dalam membangun semangat kepalangmerahan yang inklusif. “Yang paling penting dari kegiatan PMR inklusif ini adalah bagaimana anak-anak bisa mendapatkan kesempatan yang sama untuk belajar tentang kemanusiaan. Kita tidak melihat keterbatasannya, tetapi melihat kemampuan dan potensi yang mereka miliki,” jelasnya.

Menurut Dinar, metode pembelajaran PMR bagi peserta didik di SLB perlu dibuat adaptif, komunikatif, dan menyenangkan agar setiap siswa dapat mengikuti kegiatan sesuai dengan kemampuan masing-masing. “Kegiatan tidak harus selalu dalam bentuk teori. Justru melalui permainan, praktik sederhana dan aktivitas bersama, nilai-nilai kemanusiaan akan lebih mudah diterima. Anak-anak bisa belajar saling membantu, peduli kepada teman, menjaga kebersihan dan mengenal pertolongan pertama,” tambahnya.

Dinar menegaskan, PMR inklusif juga menjadi bagian dari upaya PMI Kota Sukabumi dalam memperluas ruang partisipasi bagi seluruh anak untuk mengenal gerakan kepalangmerahan. “PMI ingin memastikan bahwa semangat kemanusiaan bisa dirasakan oleh siapa saja. Anak-anak di SLB juga memiliki hak yang sama untuk belajar, berorganisasi, berkegiatan dan berkontribusi. Inilah semangat Salam Setara,” katanya.

Keseruan kegiatan terlihat dari antusiasme para siswa ketika mengikuti setiap aktivitas. Senyum dan tawa mereka menjadi bagian dari proses pembelajaran yang tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga membangun rasa percaya diri. Bagi siswa SLB A Budi Nurani, PMR bukan sekadar kegiatan ekstrakurikuler. PMR menjadi ruang untuk belajar mengenal diri, berinteraksi dengan teman, meningkatkan kemandirian, serta menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

Melalui kegiatan tersebut, nilai-nilai kepalangmerahan diharapkan dapat tumbuh dalam kehidupan sehari-hari. Sederhana, tetapi bermakna: membantu teman, peduli terhadap sesama, menjaga kebersihan, dan berani berbuat baik. Kegiatan PMR Inklusif Unit SLB A Budi Nurani sekaligus menunjukkan bahwa kemanusiaan tidak mengenal batasan. Setiap anak memiliki kesempatan untuk belajar, berkembang, berpartisipasi dan memberikan kontribusi. Atep Maulana

Berita Lainnya

Screenshot 20260915 182219 Instagram
Pemkot Sukabumi Ambil Langkah Strategis Pembiayaan Jaminan Kesehatan, Siapkan Program Bankesda demi Perlindungan Warga Rentan
Screenshot 20260915 174458 WhatsApp
Hearing dengan Pemkot, BPS dan BPJS, Anggota DPRD Kota Sukabumi Danny Ramdhani Soroti Data Desil Penerima Bansos
IMG 20260914 WA0001
Ketua DPRD Kota Sukabumi Bersama Forkopimda Bertemu Kapolda Jabar, Ini yang Dibahas
FB IMG 1789379715112
PMI Sukabumi Perkuat Sistem Peringatan Dini Bencana Berbasis Data Iklim
IMG 20260914 WA0020
Harga Kedelai Impor di Sukabumi Naik, Kini Rp 11.200 per Kilogram

Kategori Berita

Scroll to Top
Scroll to Top