BPBD Kota Sukabumi Imbau Warga Waspada Abu Vulkanik Anak Krakatau, Ini Langkah yang Harus Dilakukan – SUKABUMI KINI

Jumat, 23 Oktober 2026

BPBD Kota Sukabumi Imbau Warga Waspada Abu Vulkanik Anak Krakatau, Ini Langkah yang Harus Dilakukan

SUKABUMIKINI.COM, Sukabumi– Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi mengimbau masyarakat tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan menyusul aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau yang berpotensi membawa abu vulkanik ke wilayah Kota Sukabumi.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Sukabumi Yoseph Sabaruddin mengatakan, pihaknya terus memantau perkembangan aktivitas erupsi serta kondisi atmosfer yang dapat memengaruhi arah penyebaran abu vulkanik. Ia menerangkan dampak abu vulkanik terhadap Kota Sukabumi sangat bergantung pada kondisi erupsi serta perubahan arah dan kecepatan angin.

“Potensi dampak abu vulkanik sangat dipengaruhi oleh kondisi erupsi dan arah angin. BPBD bersama unsur terkait terus melakukan pemantauan dan koordinasi,” kata Yoseph dalam keterangan tertulis, Ahad (6/9/2026). Jika material abu vulkanik terbawa angin hingga Kota Sukabumi, masyarakat berpotensi mengalami sejumlah dampak.

Di antaranya penurunan kualitas udara, iritasi mata, hidung dan tenggorokan, hingga gangguan pernapasan bagi masyarakat yang sensitif terhadap kualitas udara. Abu dengan konsentrasi cukup tinggi juga dapat mengurangi jarak pandang serta menempel pada kendaraan, bangunan, tanaman dan fasilitas umum.

Dalam kondisi hujan abu dengan intensitas signifikan, aktivitas masyarakat dan transportasi juga berpotensi terganggu. Meski demikian, BPBD menegaskan masyarakat tidak perlu panik. Kondisi tersebut sangat bergantung pada konsentrasi abu yang mencapai wilayah Kota Sukabumi.

Untuk mengantisipasi kemungkinan paparan abu vulkanik, BPBD Kota Sukabumi meminta masyarakat melakukan sejumlah langkah kesiapsiagaan. Masyarakat dianjurkan menggunakan masker, terutama ketika terdapat paparan abu atau kualitas udara mulai menurun.

Warga yang beraktivitas di luar ruangan juga disarankan menggunakan kacamata pelindung untuk melindungi mata dari partikel abu.

Apabila terjadi hujan abu, masyarakat diminta mengurangi aktivitas di luar rumah. Pintu, jendela, ventilasi dan celah bangunan juga perlu ditutup untuk mencegah abu masuk ke dalam rumah.

Selain itu, sumber air dan makanan perlu ditutup agar tidak terkontaminasi abu vulkanik. BPBD juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengucek mata apabila terkena abu. Mata sebaiknya dibersihkan secara perlahan menggunakan air bersih.

Perhatian khusus juga perlu diberikan kepada kelompok rentan, seperti anak-anak, lanjut usia serta masyarakat yang sensitif terhadap penurunan kualitas udara.

BPBD Kota Sukabumi hingga kini terus berkoordinasi dengan perangkat daerah dan instansi terkait, termasuk untuk memantau kondisi atmosfer, kualitas udara, kesehatan masyarakat serta potensi gangguan terhadap aktivitas warga.

Yoseph meminta masyarakat tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan informasi, foto, video atau narasi mengenai dampak erupsi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
“Kami mengimbau masyarakat Kota Sukabumi untuk tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan. Masyarakat kami harapkan mengikuti informasi resmi dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi,” ujarnya.

Setiap perkembangan penting terkait potensi dampak erupsi Gunung Anak Krakatau akan disampaikan melalui kanal informasi resmi Pemerintah Kota Sukabumi dan BPBD Kota Sukabumi. BPBD mengajak masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan dan kepedulian terhadap keselamatan lingkungan tanpa menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat.

Berita Lainnya

Kategori Berita

BPBD Kota Sukabumi Imbau Warga Waspada Abu Vulkanik Anak Krakatau, Ini Langkah yang Harus Dilakukan

SUKABUMIKINI.COM, Sukabumi– Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi mengimbau masyarakat tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan menyusul aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau yang berpotensi membawa abu vulkanik ke wilayah Kota Sukabumi.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Sukabumi Yoseph Sabaruddin mengatakan, pihaknya terus memantau perkembangan aktivitas erupsi serta kondisi atmosfer yang dapat memengaruhi arah penyebaran abu vulkanik. Ia menerangkan dampak abu vulkanik terhadap Kota Sukabumi sangat bergantung pada kondisi erupsi serta perubahan arah dan kecepatan angin.

“Potensi dampak abu vulkanik sangat dipengaruhi oleh kondisi erupsi dan arah angin. BPBD bersama unsur terkait terus melakukan pemantauan dan koordinasi,” kata Yoseph dalam keterangan tertulis, Ahad (6/9/2026). Jika material abu vulkanik terbawa angin hingga Kota Sukabumi, masyarakat berpotensi mengalami sejumlah dampak.

Di antaranya penurunan kualitas udara, iritasi mata, hidung dan tenggorokan, hingga gangguan pernapasan bagi masyarakat yang sensitif terhadap kualitas udara. Abu dengan konsentrasi cukup tinggi juga dapat mengurangi jarak pandang serta menempel pada kendaraan, bangunan, tanaman dan fasilitas umum.

Dalam kondisi hujan abu dengan intensitas signifikan, aktivitas masyarakat dan transportasi juga berpotensi terganggu. Meski demikian, BPBD menegaskan masyarakat tidak perlu panik. Kondisi tersebut sangat bergantung pada konsentrasi abu yang mencapai wilayah Kota Sukabumi.

Untuk mengantisipasi kemungkinan paparan abu vulkanik, BPBD Kota Sukabumi meminta masyarakat melakukan sejumlah langkah kesiapsiagaan. Masyarakat dianjurkan menggunakan masker, terutama ketika terdapat paparan abu atau kualitas udara mulai menurun.

Warga yang beraktivitas di luar ruangan juga disarankan menggunakan kacamata pelindung untuk melindungi mata dari partikel abu.

Apabila terjadi hujan abu, masyarakat diminta mengurangi aktivitas di luar rumah. Pintu, jendela, ventilasi dan celah bangunan juga perlu ditutup untuk mencegah abu masuk ke dalam rumah.

Selain itu, sumber air dan makanan perlu ditutup agar tidak terkontaminasi abu vulkanik. BPBD juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengucek mata apabila terkena abu. Mata sebaiknya dibersihkan secara perlahan menggunakan air bersih.

Perhatian khusus juga perlu diberikan kepada kelompok rentan, seperti anak-anak, lanjut usia serta masyarakat yang sensitif terhadap penurunan kualitas udara.

BPBD Kota Sukabumi hingga kini terus berkoordinasi dengan perangkat daerah dan instansi terkait, termasuk untuk memantau kondisi atmosfer, kualitas udara, kesehatan masyarakat serta potensi gangguan terhadap aktivitas warga.

Yoseph meminta masyarakat tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan informasi, foto, video atau narasi mengenai dampak erupsi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
“Kami mengimbau masyarakat Kota Sukabumi untuk tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan. Masyarakat kami harapkan mengikuti informasi resmi dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi,” ujarnya.

Setiap perkembangan penting terkait potensi dampak erupsi Gunung Anak Krakatau akan disampaikan melalui kanal informasi resmi Pemerintah Kota Sukabumi dan BPBD Kota Sukabumi. BPBD mengajak masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan dan kepedulian terhadap keselamatan lingkungan tanpa menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat.

Berita Lainnya

Screenshot 20261022 190232 Gallery
Konsolidasi di Rumah Inspirasi Anggota DPR RI drh Slamet, DPD PKS Kota Sukabumi Perkuat Soliditas dan Pelayanan Publik
IMG 20261022 WA0018
Tahun Depan, Ketua DPRD Kota Sukabumi Dorong Hari Santri Lebih Semarak
Screenshot 20261022 113245 Gallery
Hari Santri 2026 di Kota Sukabumi, Momen Perkuat Peran Santri dalam Pembangunan
Screenshot 20261021 172006 Instagram
Tutup Kembali TPS Sampah, Ini Harapan Pemkot Sukabumi
Screenshot 20261021 141022 WhatsApp
Fraksi PKS DPRD Kota Sukabumi Ikuti Bimteknas PKS di Jakarta

Kategori Berita

Scroll to Top
Scroll to Top