SUKABUMIKINI.COM, Sukabumi— Sebanyak 1.161 siswa Sekolah Inspektur Polisi (SIP) Angkatan ke-56 Tahun Anggaran 2026 menggelar kirab akhir atau pamit di Plaza Balai Kota Sukabumi, Jumat (16/10/2026). Kegiatan ini menandai berakhirnya masa pendidikan selama empat bulan di Kota Sukabumi sebelum para siswa dilantik menjadi perwira pertama Polri.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Setukpa Lemdiklat Polri Kombes Satria Yusada mengatakan, kirab pamit menjadi momentum bagi para siswa untuk berpamitan sekaligus menyampaikan terima kasih kepada pemerintah dan masyarakat Kota Sukabumi yang telah menerima mereka selama menjalani pendidikan.
“Atas nama 1.161 siswa SIP Angkatan ke-56 dan lembaga Setukpa, kami memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada Wali Kota dan seluruh masyarakat Kota Sukabumi apabila selama berinteraksi ada perilaku, ucapan, atau sikap siswa kami yang kurang berkenan,” kata Satria.
Ia menjelaskan, selama empat bulan menjalani pendidikan, para siswa tidak hanya belajar di lingkungan lembaga pendidikan, tetapi juga berinteraksi langsung dengan masyarakat.
Mereka tinggal di rumah kos, makan di warung warga, berlatih di jalan-jalan kota, serta bersosialisasi dengan lingkungan sekitar. Menurut Satria, interaksi tersebut menjadi bagian dari pengalaman para siswa sebelum menjalankan tugas sebagai perwira Polri di berbagai wilayah Indonesia.
Sesuai rencana, 1.161 siswa tersebut akan dilantik menjadi perwira pertama Polri dengan pangkat Inspektur Polisi Dua (Ipda) pada 22 Oktober 2026. Setelah pelantikan, mereka akan ditempatkan di berbagai daerah, dari Sabang hingga Merauke.
Para perwira itu nantinya akan mengemban tanggung jawab kepemimpinan di satuan kewilayahan, termasuk sebagai kepala unit (kanit) maupun kepala kepolisian sektor (kapolsek).
Satria berharap pengalaman selama berada di Sukabumi menjadi bekal positif bagi para siswa dalam menjalankan tugas dan melayani masyarakat di tempat penugasan masing-masing. Ia menilai keramahan dan budaya masyarakat Sukabumi, yang dikenal dengan prinsip someah hade ka semah, dapat menjadi nilai yang terus dibawa para calon perwira ketika bertugas di daerah lain.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Wali Kota dan seluruh masyarakat Kota Sukabumi yang telah menerima anak-anak kami, memberikan contoh-contoh positif, serta menjadi bagian dari perjalanan pendidikan mereka,” ujarnya.
Satria juga berharap hubungan baik yang telah terjalin antara siswa Setukpa dan masyarakat Sukabumi tetap terjaga meskipun para siswa nantinya meninggalkan kota tersebut.
Kirab Pamit Jadi Pengingat Sejarah
Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki mengatakan, kirab pamit bukan sekadar seremoni pelepasan siswa, melainkan tradisi yang memiliki makna historis bagi Kota Sukabumi dan institusi kepolisian.
Menurut dia, kegiatan tersebut menjadi simbol berakhirnya masa pendidikan sekaligus awal perjalanan pengabdian para calon perwira kepada masyarakat, bangsa, dan negara.
Ayep juga mengajak seluruh peserta untuk mengenang perjalanan sejarah kepolisian serta melihat eratnya hubungan antara perkembangan Kota Sukabumi dan keberadaan institusi pendidikan kepolisian di daerah itu.
Melalui kirab pamit tersebut, diharapkan hubungan antara Setukpa Lemdiklat Polri dan masyarakat Kota Sukabumi terus terpelihara.
Pengalaman selama menjalani pendidikan di Sukabumi pun diharapkan menjadi bagian penting dalam membentuk karakter para perwira yang siap mengemban amanah dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
