SUKABUMIKINI.COM, Sukabumi–Masjid Agung Kota Sukabumi mulai melakukan pembenahan menyeluruh terhadap bangunan fisiknya. Salah satu upaya terbaru diwujudkan melalui pengecatan kubah masjid yang dilaksanakan pada Jumat (6/11/2026). Pembenahan tersebut menjadi bagian dari program berkelanjutan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Agung Kota Sukabumi untuk meningkatkan kenyamanan jamaah sekaligus memperindah salah satu ikon kebanggaan masyarakat Kota Sukabumi.
Ketua Harian DKM Masjid Agung Kota Sukabumi Aa Haji Totong Suparman mengatakan, pengecatan kubah merupakan tahapan lanjutan dari sejumlah perbaikan yang telah dilakukan sebelumnya. Program pembenahan tidak hanya menyasar bagian luar, tetapi juga seluruh komponen fisik bangunan yang membutuhkan perbaikan.
“Programnya berkelanjutan. Sebelumnya kami sudah menyelesaikan persoalan kebocoran yang hampir mencapai 30 persen, terutama di lantai atas dan bagian bawah. Alhamdulillah, persoalan kebocoran sudah tuntas,” ujar Aa Totong. Selain mengatasi kebocoran, DKM juga telah memperbaiki sejumlah ruang sekretariat, kamar-kamar, serta melakukan pengecatan di beberapa bagian bangunan.
Perbaikan interior masjid pun telah dilakukan sebelum kini berlanjut pada pembenahan kubah. Menurut Totong, kondisi kubah memang sudah membutuhkan perhatian serius karena sebagian materialnya mulai rapuh dan keropos, sementara lapisan catnya telah usang. Kondisi tersebut terlihat jelas dari sejumlah sudut, termasuk dari arah kawasan Pasar Pelita.
“Ini adalah masjid sentral tempat ibadah masyarakat Kota Sukabumi. Kalau Masjid Agung terlihat bagus, rapi, dan indah, tentu masyarakat akan semakin antusias untuk datang dan beribadah,” katanya. Ia menegaskan, setelah pengecatan kubah selesai, masih terdapat pekerjaan rumah berupa perbaikan menyeluruh pada bagian bangunan masjid lainnya. DKM ingin memastikan seluruh fasilitas dan lingkungan masjid tertata dengan baik sebelum mengembangkan program-program berikutnya.
Totong juga mengajak masyarakat, pengusaha, perbankan, serta berbagai pihak untuk turut berkontribusi melalui donasi. Menurutnya, kebutuhan pembiayaan perbaikan masih memerlukan dukungan dana sekitar Rp200 juta.
“Kami berharap pemerintah, pengusaha, pengurus, dan masyarakat bisa bersatu. Kalau tiga komponen ini bergerak bersama, insyaallah agenda perbaikan masjid bisa diselesaikan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, DKM juga membuka kesempatan bagi masyarakat luas untuk bersedekah tanpa adanya unsur paksaan. Pihaknya berencana menyampaikan proposal kepada kalangan pengusaha dan perbankan guna memperluas dukungan pembiayaan.
Lebih jauh, DKM memiliki visi menjadikan Masjid Agung Kota Sukabumi sebagai salah satu destinasi wisata religi. Untuk mewujudkan hal tersebut, pembenahan fisik harus diikuti dengan penataan lingkungan, termasuk aktivitas perdagangan dan ketertiban kawasan sekitar masjid.
DKM bahkan telah berkoordinasi dengan sejumlah perangkat daerah dan unsur kepolisian, termasuk Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Perhubungan, serta jajaran kepolisian, untuk membahas penataan kawasan.
“Ini bukan berarti pedagang tidak boleh berjualan, tetapi semuanya harus ditertibkan dan ditata agar lebih rapi. Kami ingin masyarakat yang datang merasa nyaman, baik untuk beribadah maupun menikmati lingkungan masjid bersama keluarga,” tuturnya.
Plt Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemkot Sukabumi, Indri, menyampaikan bahwa Masjid Agung merupakan ikon kebanggaan masyarakat sekaligus pusat peradaban spiritual Kota Sukabumi.
Menurutnya, keberadaan kubah yang terawat dan lingkungan masjid yang semakin tertata akan memperkuat identitas Sukabumi sebagai kota religius yang tetap berakar pada nilai-nilai keagamaan.
Pembenahan tersebut diharapkan tidak sekadar mempercantik bangunan, tetapi juga menghadirkan masjid yang semakin nyaman, representatif, dan mampu menjadi pusat aktivitas keagamaan masyarakat.
