Museum Kipahare, Hadirkan Sejarah dan Budaya Sunda di Tengah Lalu Lintas Bus di Sukabumi – SUKABUMI KINI

Minggu, 4 Oktober 2026

Museum Kipahare, Hadirkan Sejarah dan Budaya Sunda di Tengah Lalu Lintas Bus di Sukabumi

SUKABUMI— Terminal Tipe A KH Ahmad Sanusi Kota Sukabumi kini tak hanya menjadi simpul transportasi antar kota dan provinsi, namun juga menjadi pusat edukasi budaya dan sejarah. Di tengah hiruk-pikuk bus yang lalu lalang, hadir Museum Ki Pahare, sebuah tempat oase pengetahuan yang mengajak pengunjung menelusuri jejak peradaban masa lampau.

Museum Ki Pahare resmi menempati salah satu area di Terminal KH Ahmad Sanusi sejak 1 Oktober 2023, setelah sebelumnya berada di Kecamatan Baros, Kota Sukabumi. Museum ini menyimpan ratusan koleksi artefak bersejarah yang terbagi ke dalam tiga periode: prasejarah, era klasik, dan masa kolonial.

Pengawas Satuan Pelayanan Terminal, Yukky Rahmat Yunus, mengatakan keberadaan museum ini bukan sekadar pelengkap, melainkan bagian dari misi pelestarian budaya Sunda di ruang publik yang tak biasa. “Di sini kami mengenalkan budaya Sunda sekaligus memberi wawasan kepada masyarakat Kota Sukabumi dan Indonesia, bahwa terminal ini tidak hanya soal transportasi, tapi juga tentang warisan budaya,” ujarnya pertengahan Juli 2025.

Untuk memastikan kenyamanan dan keselamatan, pihak pengelola telah membagi jalur antara operasional bus dan area umum. Hal ini memungkinkan masyarakat untuk menjelajah museum tanpa terganggu lalu lintas kendaraan.

Lebih dari itu, museum ini juga mendukung Program Salud (Sadar Lalu Lintas Usia Dini) yang melibatkan pelajar dari tingkat PAUD hingga perguruan tinggi. “Setiap kunjungan dalam program Salud kami selipkan juga edukasi budaya lewat Museum Ki Pahare. Jadi anak-anak tidak hanya belajar lalu lintas, tapi juga mengenal akar sejarah dan budaya mereka,” tambah Yukky.

Museum Ki Pahare buka setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB, dan yang lebih menarik—masuknya gratis untuk umum. “Tidak ada tiket masuk, gratis untuk siapa pun. Saya imbau dan ajak masyarakat untuk datang dan mengenal lebih dekat warisan sejarah Sukabumi di Museum Ki Pahare,” jelasnya.

Berita Lainnya

Kategori Berita

Museum Kipahare, Hadirkan Sejarah dan Budaya Sunda di Tengah Lalu Lintas Bus di Sukabumi

SUKABUMI— Terminal Tipe A KH Ahmad Sanusi Kota Sukabumi kini tak hanya menjadi simpul transportasi antar kota dan provinsi, namun juga menjadi pusat edukasi budaya dan sejarah. Di tengah hiruk-pikuk bus yang lalu lalang, hadir Museum Ki Pahare, sebuah tempat oase pengetahuan yang mengajak pengunjung menelusuri jejak peradaban masa lampau.

Museum Ki Pahare resmi menempati salah satu area di Terminal KH Ahmad Sanusi sejak 1 Oktober 2023, setelah sebelumnya berada di Kecamatan Baros, Kota Sukabumi. Museum ini menyimpan ratusan koleksi artefak bersejarah yang terbagi ke dalam tiga periode: prasejarah, era klasik, dan masa kolonial.

Pengawas Satuan Pelayanan Terminal, Yukky Rahmat Yunus, mengatakan keberadaan museum ini bukan sekadar pelengkap, melainkan bagian dari misi pelestarian budaya Sunda di ruang publik yang tak biasa. “Di sini kami mengenalkan budaya Sunda sekaligus memberi wawasan kepada masyarakat Kota Sukabumi dan Indonesia, bahwa terminal ini tidak hanya soal transportasi, tapi juga tentang warisan budaya,” ujarnya pertengahan Juli 2025.

Untuk memastikan kenyamanan dan keselamatan, pihak pengelola telah membagi jalur antara operasional bus dan area umum. Hal ini memungkinkan masyarakat untuk menjelajah museum tanpa terganggu lalu lintas kendaraan.

Lebih dari itu, museum ini juga mendukung Program Salud (Sadar Lalu Lintas Usia Dini) yang melibatkan pelajar dari tingkat PAUD hingga perguruan tinggi. “Setiap kunjungan dalam program Salud kami selipkan juga edukasi budaya lewat Museum Ki Pahare. Jadi anak-anak tidak hanya belajar lalu lintas, tapi juga mengenal akar sejarah dan budaya mereka,” tambah Yukky.

Museum Ki Pahare buka setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB, dan yang lebih menarik—masuknya gratis untuk umum. “Tidak ada tiket masuk, gratis untuk siapa pun. Saya imbau dan ajak masyarakat untuk datang dan mengenal lebih dekat warisan sejarah Sukabumi di Museum Ki Pahare,” jelasnya.

Berita Lainnya

Screenshot 20261003 171241 Gallery
Perubahan Desil, BPJS PBI Lansia di Sukabumi Nonaktif hingga Batal Berobat
1001270693
Ratusan Siswa Jelajahi Sejarah dan Budaya Sukabumi Lewat Eduwisata
Screenshot 20261001 184022 Instagram
Disnaker Kota Sukabumi Kolaborasi Bareng BBPVP Bandung Buka Pelatihan Kerja Gratis untuk Masyarakat
Screenshot 20261001 154652 Instagram
Hari Kesaktian Pancasila di Sukabumi, Ketua DPRD Wawan Juanda Bacakan Teks Pancasila
Screenshot 20261001 152546 Instagram
Dinilai Berkinerja Baik, Lulis Delawati Dipercaya Jadi Kadinsos Kota Sukabumi

Kategori Berita

Scroll to Top
Scroll to Top